Musik Tradisional: Sinar Rengganis Kotaraja
Silahkan klik Bagian tengah gambar untuk melihat video Sinar Rengganis Kotaraja:
Klik disini untuk melihat dengan menggunakan divshare Player atau untuk mendownload file aslinya
Kelentang Sasak
Kelentang merupakan salah satu alat musik Suku Sasak, selain Gendang Beleq, dan Kecimol. Kelentang merupakan perpaduan antara Alat Musik Gamelan (Bali, Jawa ) dengan kulintang (Sulawesi). Gamelan terbuat dari Logam dengan suara yang sangat lembut, dan Kulintang terbuat dari Bambu dengan suara yang cukup keras. Sementara kelentang terbuat dari logam yang nada nadanya antara Gamelan dan Kulintang. Secara umum cara memainkan Kelentang mirip dengan Gamelan.
Yang menarik, beberapa grup Kelentang Sasak mendatangkan peralatan musiknya langsung dari Bali, semakin bagus Kelentang Sasak, semakin sulit untuk membedakannya dari Gamelan Bali. Kelentang dimainkan dalam perayaan perayaan adat seperti begawe, merarik, nyongkol dan besunat.
Lagu Dangdut Sasak Juga Dibajak di Malaysia
CD dengan judul album Cidomo diproduksi oleh Apa Jagah Studio berisi 10 lagu judul dangdut Sasak modern antara lain lagu Cidomo, Lalo Midang dan Dedare Bideng , yang terjual baru 100 keping dengan harga Rp10.000 perkeping. Sementara CD lagu Sasak yang diduga hasil bajakan dijual di Malaysia dengan harga RM (Ringgit Malaysia) 15 atau sekitar Rp42.000.
“Itu cukup merugikan saya sebagai produsen sekaligus pencipta lagu, untuk membuat master rekaman saya mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah.” katanya.
Bages mengatakan, jumlah CD bajakan lagu Sasak yang beredar di pasaran sekitar 5.000 keping, sementara yang dibuatnya hanya 1.000 keping.
Dia mengaku pernah mencoba datang ke Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Kehakiman dan HAM NTB untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (Haki), namun ternyata persyaratannya cukup berat antara lain lagu tersebut harus dilengkapi not balok.
“Itu cukup menyulitkan karena sekitar 99% pencipta lagu-lagu daerah khususnya Sasak Lombok tidak memahami not balok, belum lagi persyaratan lainnya,” kata Bages.






