Atlet Australia Juara Lombok Triathlon

October 29, 2007 · Filed Under Olahraga · Comment 

Lombok Barat (Suara NTB). Lombok Triathlon bertaraf internasional yang berlangsung di Senggigi Lombok Barat, Minggu (28/10) kemarin, berlangsung seru melibatkan ratusan perserta dari dalam dan luar negeri. Kompetisi gabungan olah raga renang, sepeda sport dan lari tersebut, menempatkan atlet Australia, Asat Atamimi, sebagai juara I.

Kejuaraan diawali dari cabang renang yang dilepas secara resmi Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Budpar) NTB H.M. Nur, SH.MH, di Pantai Senggigi dengan jarak 1,8 Km. Para peserta tampak bersaing ketat menjadi yang terdepan dan memimpin cabang berikutnya, sepeda dan lari. Peserta dari Indonesia harus mengaku kehebatan peserta dari luar negeri. Bahkan sejumlah peserta Indonesia tidak bisa menempuh jarak renang yang telah ditentukan oleh panitia.

Pantauan Suara NTB, Asat Atamimi meninggalkan peserta lainnya sejak mulai cabang renang. Disusul peserta lainnya, peserta mengejar Atamimi yang sudah lebih dahulu mengayuhkan sepeda balap yang diparkir di halaman Sheraton Resort Senggigi. Perjalanan balap sepeda dengan jarak tempuh 55 Km mengelilingi wilayah Pemenang, Pusuk dan Gunungsari kemudian ke Senggigi.

Di etape Pusuk, bule asal Australia ini tetap mempertahankan posisinya di urutan pertama, dibayangi atlet asal Jerman Sbastian Colte, Rob Palmer, Dirk Sendrac, dan peserta dari Indoensia, Kadri, di posisi ke lima. Selama satu jam lebih mengelilingi daerah Lombok Utara, Atamimi tetap berada di urutan terdepan, bahkan meninggalkan peserta dengan jarak cukup jauh. Setelah sampai di Sheraton, Atamimi kembali memarkirkan sepedanya dan langsung mengambil start lari dengan jarak tempuh 12 Km. Dengan jarak 12 Km tersebut, bule hitam pekat asal Australia ini, tidak pernah merasa lelah, bahkan tetap berada diurutan terdepan.

Karena ketangguhannya menyelesaikan nomor lari sepanjang 12 Km, Atamimi dinyatakan sebagai juara umum I dengan menempuh waktu 3 jam, 12 menit, 25 detik. Sementara peserta asal Indonesia perwakilan NTB, Kadri, dinyatakan sebagai juara I perorangan dari Indonesia dengan catatan waktu 3 jam, 25 menit, 3 detik.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Nathalie Marquet, kejuaraan triathlon menggunakan sistem tim dan perorangan. Karena prestasi Kodri berada di peringkat lima besar, dia berhak mendapat penghargaan peserta triathlon terbaik dari Indonesia. ” Peserta Indonesia yang lebih dulu mencapai finish Kodri. Kalau urutan juara umum Kodri berada di uratan kelima. Tapi dia berhak dikatakan juara I antarpeserta Indonesia,” tutur Nathalie.

Saat ditemui wartawan di sela-sela istirahat, Nathalie Marquet mengumumkan secara resmi pemenang juara I umum diraih Asat Atamimi disusul Sbastian Colte, Rob Palmer, Dirk Sendrac, dan Kodri Juara V. Selain itu, kata Nathalie, pihaknya merasa senang atas sukesnya acara Lombok Triathlon Internasional yang baru pertama kali digelar di Lombok.

Nathalie menyebutkan, Lombok menjadi pilihan lokasi karena rutenya begitu menantang dengan kemiringan 13,6 derajat. Selain itu, kata Nathalie, triathlon bagi peserta luar negeri, bukan sebuah pertandingan tapi untuk menguji kekuatan fisik dan menikmati keindahan alam. Untuk itu, hadiah tidak diberikan kepada peserta dari luar negeri, tapi diberikan kepada pemenang dari Indonesia. ”Juara I dapat hadiah Rp 5 juta, juara II Rp 3 juta, juara III Rp 2 juta, dan juara IV dapat hadiah Rp 1,5 juta,” pungkasnya.(ori)-

MARATHON INTERNASIONAL LOMBOK 2007

September 1, 2007 · Filed Under Olahraga · Comment 

MATARAM - Pelari klub Lokomotif Salatiga Faizin, 24 tahun, memenangkan Marathon Internasional Lombok 2007 berhadiah total Rp116 juta yang berlangsung, Sabtu (1/9) pagi. Faizin berhak mendapatkan hadiah uang sebesar US $ 2.500. Sedangkan pemenang kedua, Thomas Baitamu (Bali) meraih hadiah US $ 1.500 dan Johanes Seran (Bali) mendapatkan uang US $ 1.000.

Untuk lari 10 kilometer putra dimenangkan oleh Fery Junaidi (Pupuk Kaltim) yang menempuh waktu 30 menit 4 detik meraih hadiah Rp6 juta, Osias Kamlasi (Bali) mendapatkan hadiah Rp4 juta, dan Rp2 juta. Sedangkan pelari putri yang memenangkan 10 kilometer adalah atlit nasional Ruwiyati (Salatiga), Unik Setiorini (Salatiga) dan Mariana Diaz (Bali).

Sedangkan lari 5 kilometer putra dan putri yang diikuti pelari Nusa Tenggara Barat  dimenangkan oleh tiga pelari Kabupaten Dompu Abubakar, Safrudin dan Imron. Untuk putri dimenangkan oleh Siti Hawa (Kota Bima), Yulianti (Dompu) dan Nurlela (Kabupaten Bima) menerima hadiah Rp3 juta, Rp2 juta dan Rp1 juta.

Untuk lari marathon ini, yang juga diikuti oleh atlit asal Pupuk Kaltim Suyono (4), Nahor NTT (5), Marcel  NTT (7) dan Maluku Utara Sarjudin Nivo di urutan ke 10, pelari daerah Nusa Tenggara Barat Abdul Wahab gagal memenangkan event yang diselenggarakan KONI Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Abdul Wahab yang semula sewaktu melintasi kawasan wisata Senggigi yang terjal pergi dan pulang berada di depan, ternyata setelah di jalanan kota pada kilometer 37 mampu didahului oleh Faizin. ”Saya tidak sarapan tadi pagi,” ujarnya menjelaskan kelelahannya sehingga hanya finis di urutan delapan tidak dapat terus berada di depan. Bahkan kalah dari pelari Nusa Tenggara Barat lainnya Dewa Dangin yang berada di urutan enam.

Menurut Ketua Umum Panitia Penyelenggara Nanang Samodra, marathon ini untuk membangkitkan kembali gairah olahraga lari generasi muda Nusa Tenggara Barat. ”Dulu Nusa Tenggara Barat dikenal karena memiliki prestasi atletik event nasional dan bahkan internasioal,” katanya.(supriyantho khafid-Lombok News Media)

Perolehan Medali PON

November 30, 1999 · Filed Under Olahraga · Comment 

« Previous Page