PERNYATAAN SIKAP PERSATUAN PELAJAR dan MAHASISWA LOMBOK SURABAYA
PERSATUAN PELAJAR dan MAHASISWA LOMBOK SURABAYA (PPMLS) Sekretariat Sementara : Jln. Kejawan Gebang II/12B Surabaya,
Kode Pos 60111
Telp. 031-72707210 / 085648019964
Surabaya, 23 Juni 2008
SURAT PERNYATAAN SIKAP
Pasca bergulirnya era orde baru bangsa Indonesia memasuki era baru yakni era reformasi, dimana mulai diberlakukannya otonomi daerah untuk memberikan kebebasan bagi daerah-daerah untuk membangun dan
mensejahterakan masyarakatnya. Karena selama ini diterapkannya sentralisasi pembangunan hanya terpusat di pulau jawa sehingga daerah-daerah diluar jawa pembangunannya kurang maksimal baik ditataran infrastruktur dan suprastruktur dan berdampak pada kuantitas daerah yang masuk dalam kategori daerah tertinggal.
Dengan diberlakukannya otonomi daerah sistem pemilihan yang diberlakukan bukan lagi melalui perwakilan tetapi pemilihan langsung dimana rakyat terlibat secara langsung untuk menentukan calon-calon pemimpinnya kedepan. Tetapi melihat realitas hari ini dengan adanya PILKADA secara langsung banyak dearah-daerah yang terjadi konflik seperti di Maluku Utara sehingga merugikan masyarakat dan Pemerintah,
Kita berharap PILKADA secara langsung yang dilakukan pertama kali di NTB dapat berjalan damai, aman dan masyarakat mampu memilih pemimpin yang jujur, bersih, amanah, berani, visioner dan siap memperjuangkan dan mengakomodir kepentingan-kepentingan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Provinsi NTB akan melaksanakan PILKADA secara langsung yang pertama kali pada tanggal 7 juli 2008. Dengan adanya PILKADA ini masyarakat dan calon pemimpin daerah kedepan tidak hanya menjadikan PILKADA hanya sebagai ajang untuk memperebutkan kekuasaan atau suksesi saja dan hal-hal yang sifatnya subtansi terlupakan, akan tetapi di gunakan untuk memilih pemimpin masyarakat yang mampu menyelesaikan permasalahan NTB saat ini dan yang akan datang, mulai dari permasalahan korupsi, IPM (indeks pembangunan manusia) yang sangat rendah, angka kemiskinan dan pengangguran yang semakin bertambah, mahalnya biaya pendidikan dan biaya rumah sakit, banyaknya kematian Ibu melahirkan, mahalnya bahan-bahan pokok, penebangan hutan secara liar, busung lapar, kasus kepemilikan saham Newmont, permasalahan pergaulan bebas, narkoba, konflik horizontal yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat hingga permasalahan-permasalahan TKI yang berasal di NTB harus bisa diselesaikan oleh pemimpin daerah yang terpilih nanti sehingga NTB bisa keluar dari keterpurukan sebagai salah satu provinsi tertinggal di Indonesia.
Kami sebagai mahasiswa Lombok-Surabaya yang tergabung dalam PPMLS (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Lombok Surabaya) telah mengadakan Diskusi Publik dan Silaturahmi Keluarga Besar Lombok Se-Jawa Timur
dengan tema ” OTONOMI DAERAH dan MASA DEPAN NTB ” yang dilaksanakan pada hari Kamis, 24 April 2008 di IAIN Sunan Ampel Surabaya telah menghasilkan rekomendasi yang harus dilakukan dan direalisasikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur 2008-2013 terpilih, antara lain :
1. Memberantas KKN
2. Memberantas Buta Huruf dengan menggratiskan Pendidikan 12 Tahun (SD, SMP, dan SMA)
3. Menggratiskan Pelayanan Kesehatan untuk masyarakat tidak mampu
4. Mengoptimalkan potensi-potensi daerah untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat
5. Membuka lapangan kerja Seluas-luasnya
6. Memberikan perlindungan dan Peningkatan Kualitas SDM TKI dari NTB
7. Meningkatkan keamanan daerah untuk menarik investor
TTD
FATHURRAHMAN
KETUA UMUM
Tembusan :
1. Cagub dan Cawagub NTB 2008-2013
2. DPRD I Provinsi NTB
3. Partai Politik
4. OKP dan ORMAS
Sisi Suram Investasi Emaar
(tulisan pertama)
Emaar, Sebuah perusahaan properti raksasa dari Timur Tengah. Pemilik Burj Dubai, gedung pencakar langit tertinggi di dunia dengan ketinggian lebih dari 700 meter, secara serius mulai mengembangkan sayap bisnisnya di Kawasan Asia Tenggara, dengan menanamkan investasi di Pulau Lombok, salah satu pulau terindah di dunia. Emaar memulai bisnisnya dengan membuka Kawasan Wisata terintegrasi di wilayah Lombok bagian selatan. Untuk Memudahkan, kita sebut saja kawasan ini sabagai Kawasan Wisata Emaar (KWE). Tak tanggung tanggung, Emaar menggelontor 2 Trilyun Rupiah untuk KWE. Menyambut keseriusan Emaar, Pemerintah NTB dengan dukungan Pemerintah Pusat telah mulai membangun Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Bandara dengan panjang Runway 2 kali panjang ranway Bandara Internasional Ngurah Rai ini dipersiapkan untuk menjadi pintu gerbang lalu lintas wisatawan yang akan menghabiskan waktunya untuk menikmati keindahan salah satu Kwasan Wisata Pantai terbesar di Indonesia.
Gemuruh pembangunan KWE dan BIL ini, tak ayal menyita perhatian berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat lokal maupun Komunitas Sasak diaspora. Akankah pembangunan BIL dan KWE yang di klaim akan menyerap satu juta tenaga kerja ini berdampak positif bagi masyarakat Lombok, sebagai stakeholder terdekat dan paling berkepentinagan dengan proyek ini. Dengan segala keterbatasan, tulisan saya ini mencoba meneropong sisi suram dari investasi Emaar di Pulau Lombok.
Sumber Daya Air dan Kelestarian Lingkungan
Secara pribadi, saya menaruh perhatian lebih dalam masalah yang satu ini, tak lain karena air yang menjadi hajat hidup setiap insan, termasuk masyarakat lombok, tahun demi tahun sudah semakin susah diperoleh. Dewasa ini, Masayrakat Lombok sebagian besar menggantungkan diri pada pasokan air tanah, baik dari instalasi Air Bersih milik PDAM dan Insatalasi Air Bersih Swadaya maupun melalui Sumur sumur konvesnsional.
Sebelum masuknya Emaar, pasokan air bersih, baik untuk keperluan sehari hari maupun untuk kebutuhan pertanian, sebenarnya semakin berkurang. Bisa dilihat dari kasus kekeringan dan kekuarangan air bersih yang terjadi bertahun tahun di daerah selatan lombok. Bahkan saat ini, untuk mengairi areal persawahan saja, para petani harus mengangkut air secara konvensional dari lokasi yang cukup jauh. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, cukup dengan menunggu air mengalir.
Berkurangnya cadangan Sumber Daya Air ini dikarenakan oleh kerusakan Kawasan Hutan Rinjani dan Exploitasi air secara besar besaran oleh Perusahaan Air Minum dalam Kemasan serta oleh Perusahaan Air Minum PDAM. parahnya ekploitasi ini tidak diimbangi dengan upaya menjaga kelesatrian hutan.
Pasca MASUKNYA Emaar
Saya terperanjat, ketika mendengar kebijakan Air Bersih di Lombok. Bayangkan saja, dengan melihat kondisi Sebelum masuknya Emaar saja, masyarakat Lombok sebenarnya kekurangan Air bersih. Yang memprihatinkan, KWE dan Infrastruktur pendukungnya temasuk BIL, ternyata mengambil Air dari Sumber Air Masyarakat. Untuk BIL saja, tak kurang 200 liter air per detik harus dialirkan dari Bendungan Batu Jae untuk BIL, ini berarti jatah masyarakat akan semakin berkurang.
Sebagai Perusahaan Raksasa dari Timur Tengah, Emaar telah terbiasa menggunakan Air Bersih, hasil dari penyulingan Air Laut. Mestinya, Pemerintah kita memaksakan Emaar untuk tidak memenuhi kebutuhan airnya dari Air Tanah Masyarakat, tapi dari Air Laut. Malah, masyarakat akan sangat gembira jika Air Sulingan Emaar bisa disalurkan secara cuma cuma untuk masyarakat sebagai bentuk rasa terimakasih dan persahabatan.
Perencanaan Tata Ruang Wilayah
Dengan Munculnya Kawasan Baru KWE dan BIL, Pemerintah Poropinsi NTB harusnya segera menyusun Rencana Tata Ruang yang integral. Kemunculan KWE dan BIL ini dipastikan akan memicu pertumbuhan daerah sekitarnya, pertumbuhan ini harus diatur melalui RTRW dan aturan sejenisnya. Karena pertumbuhan yang tidak diatur akan cenderung liar dan susah diurus dikemudian hari. Ujung ujungnya adalah kerusakan dan kehancuran lingkungan.
Sumber Daya Manusia Lokal
Pulau Lombok, termasuk salah satu pulau kecil terpadat di Indonesia, jumlah penduduk yang sedemikian banyak, cukup tidak merepotkan pemerintah karena masih banyak masyarakat Lombok yang dengan rela keluar Pulau Lombok, baik secara permanen melalui perogram transmigrasi maupun secara temporal dengan menjadi TKI atau bermukim di luar daerah dengan motif ekonomi.
KWE, yang diprediksi akan menyedot satu juta tenaga kerja, harusnya menjadi perhatian kita bersama, jangan sampai satu juta orang tersebut adalah orang baru (yang datang dari Luar Pulau). Kalau hal itu yang terjadi, hampir pasti hanya akan menambah sesak Pulau Lombok dan di saat yang sama SDM Lokal justru banyak yang menjadi pengangguran
Keruntuhan Pranata Sosial
Saya belum bisa membayangkan, apa jadinya generasi sasak dengan munculnya Kawasan Wisata ini. Sudah bukan rahasia umum, jika setiap Kawasan Wisata sebenarnya adalah kawasan Bebas nilai, dan setiap pengunjungnya bebas melakukan apa saja yang ingin mereka lakukan. Adalah menjadi tugas kita bersama untuk tetap menjaga pranata sosial masyarakat agar tetap langgeng, Kehadiran KWE tidak boleh meruntuhkan pranata sosial tadi. Atau dengan kata lain, jangan sampai identitas Pulau lombok Sebagai Pulau Seribu Masjid dengan masyarakatnya yang agamis justru punah atau secara bersama sama muncul dengan sebuah identitas baru: Pulau Seribu Kutang!.
lalu muhamad jaelani
lmjaelani@sasak.org
Memayakan yang nyata, menyatakan yang maya
Catatan perjalanan 19 Bulan Komunitas Sasak
Komunitas Sasak Diaspora
Bangse Sasak yang mendiami Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat merupakan Suku terbesar di Propinsi yang berada di antara Bali dan Nusa Tenggara Timur ini. Menurut catatan sensus yang diadakan tahun 1989, populasi suku sasak mencapai 2,1 juta jiwa. Pada Sensus berikutnya, tepatnya tahun 2000 populasinya bertambah menjadi 2,6 juta jiwa. Tahun ini diperkirakan populasi Suku Sasak yang tinggal di Lombok sekitar 3 juta jiwa, jumlah itu belum termasuk “sasak diaspora” alias sasak rantau yang menetap di Pulau Sumbawa bagian Barat, di Kalimantan Timur (akibat proyek transmigrasi), di Malaysia (TKI) dan di beberapa Kota besar di Indonesia (yang umumnya karena faktor pekerjaan dan status sebagai Mahasiswa). Di Samping itu dalam jumlah kecil, Suku Sasak tersebar di beberapa Negara di dunia ini. Jumlah Sasak Disapora ini diperkirakan menembus angka 10000 jiwa.
Mengambil Pelajaran
Kaum diasporan merupakan sebuah komunitas yang sangat berperan dalam memajukan daerah atau negara asalnya. Di dunia ini, secara jumlah Kaum Diasporan Tiongkok merupakan yang terbesar di dunia, dengan jumlah lebih dari 50 juta orang; sementara Kaum Diasporan Israel merupakan Diaspora yang tertua didunia yang telah berproses lebih dari 2000 tahun; Kaum Diasporan India yang tinggal di Amerika sangat diperhitungkan oleh pemerintah, diperkirakan 75 % SDM IT Amerika dipasok oleh Diasporan India; Begitu juga dengan Kaum Diasporan Tamil yang tinggal di India, jumlahnya diperkirakan sepertiga dari Bangsa Tamil yang tinggal di Srilangka, punya peran besar dalam sosialisasi nilai dan asistensi finansial perjuangan saudaranya di Srilangka. Karena besarnya peran diasporanya, diaspora Tamil telah menjadi pusat perhatian kajian-kajian hubungan komunitas. Kalau melihat beberapa fakta pengaruh diasporan
Melihat Fakta di atas, nampaknya Kaum Sasak Diaspora harus mengambil pelajaran agar bisa memberikan kontribusi real dan mendukung serta mempercepat proses pembangunan Pulau Lombok. Karena keberadaan Kaum Sasak Diaspora ini bisa bermanfaat dan juga bisa sebaliknya maka perlu upaya terorganisir untuk menyatukan mereka dalam sebuah wadah permanen.
Memayakan yang nyata, sebuah langkah awal mengumpulkan yang terserak
Awal sebuah kelahiran,
Komunitas Sasak terlahir atas inisiatif beberapa kawan, diawali dengan pertemuan di dunia maya saya dan bunda salwa. Tanpa sengaja sebuah tulisan catatan mudik lebaran di penghujung tahun 2006 mengundang bunda salwa mengajak diskusi melalui blog pribadi saya di http://lalumuhamadjaelani.wordpress.com yang dulu bernama http://lalu.or.id. Diskusi yang ringan yang ternyata membuahkan inspirasi mengumpulkan Komunitas Sasak yang terserak diberbagai daerah bahkan beberapa negara. Tanpa sengaja selanjutnya saya dipertemukan dengan Bajang Zul, dan akhirnya diskusi lebih lanjut kami lakukan bertiga melalui fasilitas Yahoo Messanger.
Tepat 30 Oktober, saya memulai langkah untuk mempercepat pembentukan Komunitas Sasak ini, dengan mebuat sebuah group di yahoo groups, awalnya beralamat di sasaknese@yahoogroups.com. Alamat in selanjutnya berubah menjadi komunitas-sasak@yahgoogroups.com karena ternyata pemilihan nama sasaknese dinilai tidak tepat dan keliru.
Di awal kelahirannya, mailinglist ini tidak begitu rame, baik dari segi member maupun lalu lalang message. Hampir satu tahun pertama, perjalanan Komunitas Sasak terbilang konstan bahkan terancam bubar. Akhirnya, dicarilah cara bagaimana caranya supaya milis ini bisa dikenal oleh orang sasak. Untuk itu, dibuatlah sebuah website yang awalnya dirancang sebagai feeder calon anggota milis Komunitas Sasak, walau akhirnya berkembang sebagai Portal Berita yang menyajikan berita aktual seputar Lombok, lahirlah, SASAK.ORG pada Juli 2007.
Kehadiran SASAK.ORG membuat Milis Komunitas Sasak menjadi Rame, saat ini tercatat 149 orang yang menjadi member. Disamping pertambahan anggota yang mencuat secara signifikan, kwalitas diskusipun mulai terlihat dari banyaknya diskusi yang dilakukan, ditambah bergabungnya mahasiswa, para pakar dan professional muda yang memiliki keahlian spesifik dibidang mereka masing masing
Komunitas yang mulai beranak pinak
Setelah kelahiran SASAK.ORG yang didukung penuh Komunitas Sasak, mulailah lahir satu persatu turunan dari SASAK.ORG . Turunan pertama SASAK.ORG adalah Webmail Komunitas Sasak, yang disediakan bagi Bangse sasak yang ingin memiliki akun email di SASAK.ORG. Fasilitas ini dapat diakses melalui webmail.SASAK.ORG dan Untuk mendapatkan akun namaanda@SASAK.ORG, bisa di-request ke adminmail@SASAK.ORG, dengan terlebih dahulu bergabung dalam milis Komunitas Sasak. Setelah itu Turunan yang paling banyak menyita energy Komunitas ini adalah pembangunan Portal Kamus Sasak, Kamus Base Sasak, Kamus Online Bahasa Sasak, didedikasikan untuk menjaga dan mewarisi Base Sasak, peninggalan bersejarah papuk Baloq kita. Mulai 28 Januari 2008, telah bisa diakses melalui kamus.SASAK.ORG . Selanjutnya tak mau ketinggalan tiga situs baru juga lahir, Situs ini adalah SasakTV, berisi Audio-video kebudayaan sasak, dapat diakses melalui http://tv.SASAK.ORG , Gumi Sasak, sebuah aggregator blogger sasak, bisa dikunjungi di http://gumi.SASAK.ORG dan Forum Sasak, http://forum.SASAK.ORG , lahir tanggal 2 Juni 2008 yang dipersipakan sebagai ujung tombak “pemasaran lombok” kedunia luar.
Menyatakan yang Maya
Kelahiran Komunitas Sasak, dan keberhasilannya untuk tetap eksis dan berkiprah di dunia maya tak dapat dipungkiri siapapun. Akan tetapi kehadiran Komunitas ini tidak sekedar untuk mencari pengakuan terhadap eksistensinya di dunia maya. Komunitas Sasak ini sengaja dilahirkan agar bisa menjadi trigger atau bahkan pelaksana untuk mempercepat proses pembangunan Bangsa Sasak dan Pulau Lombok. Untuk itu, Segenap anggota Komunitas ini harus segera kembali menyisingkan lengan baju untuk turun ke dunia nyata, melakukan aksi nyata untuk mempercepat pembangunan Lombok.
Sampai saat ini, ada beberapa program yang nantinya akan menjadi ujung tombak kontribusi Komunitas Sasak diantaranya pengumpulan donasi melalui Program Donasi Semeton Sasak, diperuntukkan untuk murid murid Sekolah Dasar di Lombok dalam bentuk Beasiswa Pendidikan. Program Bimbingan Teknis Pembuatan Radio Online , yang akan menjajagi kerjasama dengan beberapa Radio Swasta, dengan target program radio tersebut dapat diakses melalui jaringan internet, dan beberapa program lain yang bisa menjawab beberapa tantangan dan permasalahan masyarakat sasak. Tentunya Komunitas Sasak hanya akan bisa berperan lebih jika ada kerjasama dengan berbagai pihak terutama yang berada di Lombok.
Apa yang bisa kita LAKUKAN?
lalu muhamad jaelani
lmjaelani@sasak.org






