RIBUAN SISWA SMP DI NTB TAK LULUS

June 23, 2008 · Filed Under Pendidikan · Comment 

Metrotvnews.com, Mataram: Ribuan siswa sekolah menengah pertama di Nusatenggara Barat, tidak lulus ujian nasional. Jumlah pasti mereka yang tidak lulus mencapai 8.692 siswa. Demikian informasi yang dirangkum Metro TV di NTB, Sabtu (21/6).

Tak jelas mereka yang tidak lulus jatuh pada mata pelajaran apa, matematika, Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggris. Yang terang nilai rata-rata mereka tidak mencapai 5,00. Namun mereka masih diberi kesempatan mengikuti ujian persamaan kejar paket B, mulai 1 hingga 3 Juli 2008.

Secara garis besar tingkat kelulusan siswa SMP di Nusatenggara Barat, naik tipis ketimbang tahun kemarin. Tahun ini, 88,26 persen atau 65.355 dari 74.047 siswa dinyatakan lulus.(***)

Abaikan Siswa Miskin, Dewan Datangi Dinas Pendidikan Kota Mataram

June 10, 2008 · Filed Under Pendidikan · 2 Comments 
Mataram (Suara NTB)
Anggota Fraksi PDI-P DPRD Kota Mataram, Ir. Made Slamet, MM., dan juga Nyayu Ernawati, S.Sos., Senin (9/6) siang kemarin, mendatangi Dinas Pedidikan Kota Mataram. Kedatangan unsur Pimpinan DPRD Kota Mataram dan anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, guna meminta penjelasan terkait nasib pendidikan anak-anak pesisir yang terkesan makin terpinggirkan karena masih adanya pungutan kepada siswa miskin.

Kedatangan anggota Dewan itu diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. HL. Syafi’i, MM., didampingi Kasubdin Dikdas, Kepala SMK 3 Mataram, Kepala SMP 3 Mataram serta Kepala SDN 1 Ampenan. Menurut Made, pendidikan gratis memang tidak memungkinkan. ‘’Tapi kita terapkan subsidi silang dan itu harus digalakan,’’ cetusnya sambil menambahkan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan peristiwa yang menimpa siswa anak nelayan yang sebagian besar bersekolah di SMP 3 Mataram.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. HL. Syafi’i, MM., sangat menyesalkan kejadian itu. Katanya, sekecil apapun kejadian yang menimpa siswa, adalah tanggung jawab bersama. Ia tak menampik bahwa pungutan kepada siswa miskin merupakan suatu tamparan bagi dunia pendidikan di Mataram yang memang menerapkan kebijakan membebaskan segala bentuk pungutan bagi siswa miskin. ‘’Menjelang ujian semester, ada saja ekses-ekses yang timbul,’’ ujarnya.

Untuk kejadian yang menimpa puluhan anak pesisir yang bersekolah di SMP 3 Mataram, ditegaskan Syafi,i, tidak pernah ada perintah dari dirinya selau kepala dinas untuk menarik iuran kepada siswa miskin. Apalagi iuran itu menjadi syarat untuk mengikuti ulangan maupun ujian. ‘’Kalau ada yang demikian, berarti itu suatu bentuk pelanggaran. Kurang mendidik kalau itu dijadikan syarat dan itu jelas-jelas tidak ditembuskan kepada kepala dinas,’’ ujarnya. Yang pasti, demikian syafi’i, dalam bentuk apapun, siswa miskin tidak boleh dibebankan.

Pemkot Mataram juga telah menerapkan kebijakan, untuk sekolah yang siswanya miskin di atas 50 persen, diberi subsidi khusus agar mampu mengimbangi sekolah lainnya yang berada di tengah kota. ‘’Bagaimana mau kejar mutu, kalau sarananya saja tidak sama,’’ katanya.

Ditempat yang sama, Kepala SMP 3 Mataram, Paat, S.Pd., mengaku khilaf atas dicantumkannya kalimat bahwa daftar tunggakan siswa harus dilunasi karena merupakan persyarakat untuk mendapatkan nomor peserta. Dijelaskan Paat, dari total jumlah siswa di SMP 3 Mataram, 800 orang, 565 siswa diantaranya adalah siswa miskin. Kebijakan dengan alas an yang dikemukakan Paat, nampaknya berseberangan. Menurut dia, anak harus tetap bahagia dan masalah pembayaran, adalah tanggung jawab orang tua.

Nyayu Ernawati meminta agar siswa yang memiliki kartu miskin dibebaskan dari segala macam iuran. Termasuk yang taguhannya telah dikirimkan pihak sekolah kepada orang tua siswa melalui siswa bersangkutan. Itu disetujui kepala dinas dan memerintahkan Kepala SMP 3 Mataram segera mengundang orang tua siswa dan mensosialisasikan keputusan tersebut. (fit)

SMKN 2 Kuripan Masuk Nominasi Sekolah Bertaraf Internasional

May 21, 2008 · Filed Under Pendidikan · 3 Comments 
Giri Menang (LOBAR OL) Bupati Lombok Barat, Drs H Isklandar menyatakan, pentingnya pendidikan yang bermutu bagi bangsa ini, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Mengingat pendidikan merupakan salah satu pranata kehidupan sosial yang kuat dan berwibawa, serta memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan peradaban suatu bangsa.

Pernyataan Bupati tersebut diungkapkan Senin belum lama ini di SMKN 2 Kediri saat pembukaan ekspose Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang juga dihadiri anggota Muspida Lobar dan sejumlah Kepala Dinas/Instansi terkait.

Bupati lebih lanjut menjelaskan, dalam rangka percepatan penuntasan wajib belajar 9 tahun di kabupaten Lombok Barat, Pemda telah melaksanakan berbagai strategi untuk terus menggerakkan peran serta masyarakat, secara bersama-sama melalui semua lini, baik formal, informal dan non formal. Hal ini sebagai salah satu indikator yang brkaitan langsung dengan Indek Pembangunan Manusia (IPM).

Ekspose SMK SBI di SMKN 2 Kuripan ini adalah dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat tentang keberadaan SMK yang dipersiapkan ke depan untuk menjadi sekolah yag benar-benar bertaraf internasional dalam waktu 4-5 tahun ke depan.

Bupati menambahkan, memasuki pasar kerja tanpa memiliki kompetensi yang memadai merupakan salah satu indikator kualitas pendidikan menengah khususnya pendidikan menengah kejuruan yang pada dasarnya diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan tenaga terampil tingkat menengah untuk mendukung pembangunan di berbagi sektor. Khusus untuk pendidikan SMK nertaraf internasional sebagaimana yang diselengarakan di SMKN 2 Kuripan ini diharapkan dapat mempersiapkan tamatan yang siap pakai untuk dipekerjakan diluar negeri serta dapat bersaing secara positif sesuai kemampuan yang dimiliki.

Ekspose ini diharapkan memberi wawasan dan kesadaran kepada masyarakat dengan dukungan dari berbagi pihak yang terkait dengan dunia pendidikan termasuk dari pemerintah prop. NTB maupun pemerintah pusat serta kalangan dunia usaha dan industri.

Ketua panitia penyelenggara Rujuk Rahmat menjelaskan, selain kegiatan ekspose SBI juga dilaksanakan seminar sehari pengembangan sistem manajment muti ISO bagi Kepala SMA/SMK/SMP se kabupaten Lombok Barat. Juga dilakukan peresmian bangunan UGB SMKN 2 Kuripan di lahan baru bantuan Pemda kabupaten Lombok Barat, peresmian Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 1 Gunungsari yang berlokasi di Desa , peresmian web site SMKN 2 Kuripan dalam 2 bahasa Indonesia dan Inggris serta penyerahan sertifikat Sistem Manajment Mutu Internasional ISO dari Lembaga Sertifikasi Internasional SAI Globalkepada SMKN 2 Kuripan

Next Page »