Rekapitulasi KPUD Kota Bima dan KSB, Pasangan BARU Menang Telak
Pasangan Tuan Guru Bajang KH. Zainul Majdi, MA - – Ir.H. Badrul Munir, MM (BARU) ditetapkan sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubenur NTB dengan perolehan suara terbanyak di Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bahkan pasangan yang diusung PKS-PBB ini menang telak di lima Kecamatan di Kota Bima dan menang di tujuh kecamatan dari delapan kecamatan di KSB. Hal itu diketahui setelah melalui rekapitulasi suara oleh KPUD Kota Bima dan KSB, Kamis (10/7) kemarin. Proses penghitungan di Kota Bima, mulai sekitar pukul 09.30 ita dipimpin Ketua KPUD Kota Bima, Ilyas Sarbini, SH didampingi seluruh anggota masing-masing divisi, serta Muspida Kota Bima.
Perhitungan diawali dengan membuka lima kotak suara, masing-masing dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Asakota, RasanaE Barat, Raba, Mpunda dan RasanaE Timur. Empat saksi dari tim sukses (timses) pasangan calon juga hadir menyaksikan. Setelah dianggap lengkap, rapat pleno penghitungan suara kemudian dibuka Ilyas Sarbini.
Sama dengan prosesi penghitungan pada Pilkada Kota Bima Mei lalu, secara bertahap diambil surat suara dari masing-masing kotak untuk dibacakan surat suara yang sah dan tidak sah. Selama penghitungan, nama pasangan BARU yang paling menonjol disebutkan.
Berdasarkan hasil rekapan, di Kecamatan Raba NAJAR memperoleh 5.277 suara, BARU, 8.369 suara, SERIUS 2.153 dan ZANUR, 2.685. di Kecamatan Mpunda, NAJAR meraup 3.620 suara, BARU 5.375 suara, SERIUS 1.554 dan ZANUR 20.133. Sementara di Kecamatan RasanaE Barat, NaJAR memperoleh 3.678, BARU 6.597, SERIUS 1.592 dan ZANUR 2.163.
Di Kecamatan RasanaE Timur, NAJAR memperoleh 1.840 suara, BARU 3.084, SERIUS 1.542 dan ZANUR 2.363. Terakhir di Kecamatan Asakota, NAJAR 2.368, BARU, 5.675, SERIUS 1.559, ZANUR 2.935. Berdasarkan rekapan tersebut, terhitung suara tidak sah 750 dengan jumlah total pemilih mencapai 92.647. Sedangkan jumlah suara sah 66.676 Jumlah yang tidak memilih mencapai 25.564 dari jumlah TPS 215. Jika dilihat dari persentase, perolehan suara pasangan BARU jauh meninggalkan rival-rivalnya.
Sebelum berita acara ditandatangani antara pihak penyelenggara dengan tim sukses, sempat muncul protes dari pihak SERIUS. Tiswan, SH yang mewakili Cagub nomor 3 tersebut sempat menyebut hasil yang didapat pihaknya berbeda dengan rekapan KPUD. Meski perbedaan tidak terlalu signifikan dan mempengaruhi hasil perhitungan KPUD tersebut, Tiswan mengklaim, perbedaan itu sangat merugikan pihaknya. ‘’Kami minta pihak KPU untuk melakukan klarifikasi secepat mungkin,’’ cetus Tiswan yang juga pernah melontarkan protes yang sama saat kekalahan pasangan Calon Wali Kota yang diusung partai yang sama, Subhan – Karim (Suka) Mei lalu.
Atas protes tersebut, Ilyas menjawab tenang. Menurutnya, jumlah suara yang dihitung saat itu sudah melalui proses yang sama di tingkat PPK dan dipastikan valid. Sebab, saat perhitungan suara dilakukan di tingkat PPK, didampingi langsung masing-masing saksi pasangan calon.’’Sehingga dengan proses itu, kami yakin hasilnya akurat,’’ cetus Ilyas.
Dipastikan, KPUD Kota Bima akan menyerahkan hasil rekapitulasi suara tersebut Jumat (11/7) hari ini ke KPUD NTB.
Di bagian lain, pihak KPUD Kabupaten Bima hingga berita ini ditulis belum melakukan pleno penghitungan suara. Sebab masih ada beberapa PPK yang belum menyerahkan kotak suara karena terhambat topografi wilayah. Dipastikan Jumat hari ini, pleno akan dilangsungkan di Gedung Paruga Na’e Kota Bima.
Tetapkan Paket BARU
Sementara KPUD KSB juga menetapkan pasangan BARU sebagai pemenang Pilkada NTB di daerah tersebut. Penetapan kemenangan paket ini, dilaksanakan dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara yang digelar KPUD KSB di Taliwang, Kamis (10/7) kemarin.
Paket BARU mendominasi perolehan suara terbanyak hampir di seluruh kecamatan dari 8 kecamatan di KSB. Paket ini hanya kalah tipis dari SERIUS di Kecamatan Poto Tano. SERIUS unggul di Poto Tano dengan perolehan suara sebanyak 1.437, sedangkan BARU sebanyak 1.221 suara.
Di tujuh kecamatan lain, paket BARU praktis mendominasi. Di Taliwang paket ini unggul mutlak dari paket lain dengan perolehan 7.385 suara. SERIUS menempati posisi ke dua dengan perolehan 3.634 suara. Demikian pula di Kecamatan Jereweh perolehan suara BARU 1.747. Di kecamatan yang menjadi basis Golkar ini, SERIUS bahkan kalah jauh dari paket NAJAR yang memperoleh 1.280 suara. Sementara SERIUS harus puas di posisi ketiga dengan perolehan suara sebanyak 885.
Persaingan ketat paket BARU dan SERIUS terjadi di Kecamatan Brang Rea. Di wilayah yang juga menjadi basis Golkar ini, BARU mengumpulkan 2.566 suara, sementara SERIUS 2.288 suara. Di Brang Ene, BARU mampu diimbangi oleh NAJAR, itupun dengan selisih perolehan suara cukup besar. BARU mendapat 1.032 suara sedangkan NAJAR hanya 686 suara.
BARU melengkapi dominasinya di Sekongkang dengan perolehan suara sebanyak 1.628 disusul SERIUS dengan 890 suara. Dominasi ini membawa BARU sebagai pemenang di KSB dengan total perolehan 20. 367 suara, disusul SERIUS 15.067 suara, NAJAR 10.737 suara. Sementara pasangan ZANUR menempati posisi paling bontot dengan perolehan 4.720 suara.
Demo KPUD
Sementara di Mataram, massa pendukung tiga pasangan Cagub/Cawagub NTB yang untuk sementara dinyatakan kalah dalam Pilkada NTB 2008 Kamis (10/7) kemarin mendatangi KPUD NTB. Mereka meminta agar KPUD NTB menghitung ulang perolehan suara di setiap kotak suara.
Korlap aksi, Puspawan Akbar, SH yang memimpin demonstrasi saat itu membeberkan sejumlah dugaan kecurangan yang muncul dalam Pilkada NTB 2008. Ia menilai, pelaksanaan Pilkada NTB 2008 telah dinodai dengan berbagai kasus mulai dari money politic hingga terjadinya black campaign yang merugikan pasangan calon tertentu.
Dalam orasinya ia juga memprotes hasil survai dari Lingkaran Survai Indonesia (LSI) yang ditayangkan jauh sebelum proses penghitungan suara manual dilakukan. Hal ini, menurutnya adalah sebuah kebohongan publik. Demonstran lainnya mengungkapkan dugaan terjadinya penggelembungan suara di sejumlah TPS.
Setelah berorasi beberapa waktu lamanya, beberapa orang perwakilan dari ratusan demonstran tersebut akhirnya diterima masuk untuk berdialog dengan pihak KPUD NTB. Namun, di dalam kantor KPUD NTB tak satupun anggota KPUD NTB yang berada di tempat. Perwakilan demonstran kemudian diterima oleh Sekretaris KPUD NTB, H. Chairul Machsul, SH, MH dan sejumlah pejabat di Sekretariat KPUD NTB.
Kepada Chairul Machsul, SH, MH, perwakilan massa menyampaikan tuntutan mereka terkait dengan pelaksanaan pemungutan suara Pilkada NTB yang dianggap bermasalah. Puspawan menyampaikan, KPUD NTB harusnya bersikap tegas dan berani menginstruksikan KPUD kabupaten/kota untuk melakukan penghitungan ulang di tiap kotak suara demi mengetahui kebenaran siapa pemenang Pilkada NTB.






