Cerita dari Negeri Kincir Angin: Mahasiswa, Memasak dan Makanan

December 22, 2007 · Filed Under sasak-rantau · 4 Comments 

Begitu menginjakkan kaki di Schipol Airport beberapa bulan yang lalu, saya terkagum-kagum akan penataan kota, sarana dan prasarana yang ada di Belanda. Saya tak henti-hentinya melihat kiri dan kanan, layaknya orang desa yang baru melihat kota, maklum ini pertama kalinya saya keluar negeri. Dari Schipol di Amsterdam, saya masih harus menempuh perjalanan dengan Kereta Api dan dilanjutkan dengan bis ke kota tujuan saya yaitu Wageningen dimana letak Wageningen University tempat saya akan menuntut ilmu. Masih sama dengan saat saya berada di Schipol, selama perjalanan Kereta Api dan Bus, maka tak henti-hentinya saya terkagum-kagum.

Begitu sampai di Wageningen, kami (kebetulan saya bersama lima rekan Indonesia lainnya) menuju administrasi Universitas untuk menyelesaikan segala urusan yang terkait dengan pemondokan, daftar ulang dan lain-lain. Yang pertama saya lakukan begitu sampai ke pemondokan (student house) adalah membuka bekal yang dibawa dari Indonesia yaitu mie instant, hal ini membuat saya tersenyum teringat pada tahun 1990-an saat saya kuliah di Malang saya mengemari produk yang sama yaitu mie instant.

Satu minggu pertama, saya dan teman-teman mencoba untuk terbiasa makan roti yang notabene makanan orang ‘bule’. Tentunya beberapa rekan bisa cepat beradaptasi tapi bagi saya yang orang kampung, dari Masbagik, masih susah bagi perut saya untuk membiasakan diri menerima makanan ‘asing’ yang disebut R-O-T-I. Tentunya, saya dan beberapa teman yang ’senasib’ tidak tinggal diam, dengan berbekal informasi dari para senior kami menjelajahi Kota untu mencari makanan yang sesuai dengan selera. Apa yang kami temui ternyata membuat saya cukup suprised, ternyata di desa kecil yang bernama Wageningen ada toko yang menjual bumbu-bumbu asia lengkap bahkan ada indomie, kacang garuda, tahu, tempe dll. Dimana semua barang-barang tersebut tidak pernah ada dalam bayangan saya akan ada di sebuah Negeri yang bernama Belanda.

Sejak menemukan hal-hal yang berbau Indonesia in term of food, semua Mahasiswa Indonesia disini khususnya yang baru datang seperti saya ini mencoba untuk belajar memasak, hal yang sepertinya jarang dilakukan di Indonesia. Maka kontak-kontak dengan keluarga di rumah semakin intens apalagi ada tambahan misi yaitu menanyakan resep. Bahkan rekan-rekan Mahasiswa ini kerap bertukaran resep. Beberapa rekan, termasuk saya, beranggapan bahwa memasak adalah salah satu jalan keluar terhadap banyaknya tugas (assigments) yang harus diselesaikan maupun handbook yang harus dibaca. Jadi dengan kata lain bahwa memasak adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Mahasiswa di sini. Hal ini dilakukan, selain untuk menghemat dana beasiswa juga untuk hiburan dan melepaskan diri dari tekanan tugas kuliah. Tapi satu hal yang jangan pernah dilakukan terkait dengan makanan disini adalah membandingkan dengan harga di Indonesia (he,,he,,akan pusing jadinya), coba bayangkan saja beras dengan berat 4,5 Kg harganya mencapai 7,9 Euro atau setara dengan 102.700 Rupiah (lebih dari seratus ribu rupiah!!).

Mahasiswa, memasak dan makanan, adalah tiga hal yang tidak bisa dipisah dari kehidupan Mahasiswa yang lagi menuntut ilmu diluar negeri khususnya jika mengacu di tempat saya menuntut ilmu, Wageningen, Belanda. Bahkan ada guyonan antara kami jika setelah menyelesaikan studi disini kita semua bisa buka warung makan. Paling tidak, kerinduan saya ataupun rekan Mahasiswa Indonesia lainnya terhadap masakan kampung halaman terobati. Satu lagi yang menganjal dibenak saya adalah kebanyakan bumbu, bahan-bahan tersebut di import dari negara tetangga kita thailand, bahkan untuk pisang ataupun mangga di import dari Amerika Latin. Kenapa bukan produk Indonesia ya?—– 

Halal bi Halal Sasak-Surabaya

October 24, 2007 · Filed Under sasak-rantau · Comment 
Assalamu’alikum wr wb

Semeton Senamiyan, Kabar dari Surabaya (temen2 di ITS)
akan diadakan temu bareng (Halal Bihalal) dengan Bpk Gubernur NTB H. L. Serinate
yang akan dilaksanakan pada :

Hari  & Tanggal         :  Ahad, 11 November 2007
Waktu                          : 08.00 - Selesai
Tempat                       : Gedung APSAIR Surabaya

Untuk Lebih Jelasnya bisa menghubungi :
Kadrin : 085231455295 (Koord : Bima - Dompu)
Fathur : 085648019964 (Koord : SUmbawa - Lombok)

Besar Harapan Kami kepada pelungguh untuk menghadiri acara tersebut.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Buka Puasa Sasak-Jakarta

October 1, 2007 · Filed Under sasak-rantau · 8 Comments 

ass.wr.wb.

Dengan rendah hati, kami   mengundang para warga sasak yang ada di jakarta untuk kita bertemu dan berbuka puasa bersama di taman ismail marzuki ( TIM). Kalo bisa pada awal oktober ini, sebelum kita balik ke mataram. kalo dah sampai di tim, tanya saja pada GEGER PRAHARA, seniman cerpenis yang biasa mangkal di tim / pusat dokumentasi sastra hb jassin.
gimana - gimana kontak ya.

wassalam

Lalu Pharmanegara
hp. 0818367712 / 085213141367
sekjend Pengurus Nasional
Himpunan Pengetahuan Tradisional
d.a ditjen sejarah purbakala, depbudpar.
kompleks depdiknas gedung e, lt.4 jl. sudirman
jakarta selatan

« Previous PageNext Page »