Sekardiu sebagai Maskot Lombok
Selama ini, Lombok identik dengan icon lumbung, yang kerap menjadi desain-desain suvenir dan oleh-oleh khas. “Secara tidak resmi, lumbung akhirnya dikenal sebagai ciri khas Lombok, namun bukan maskot,†kata Drs. R. Joko Pyaitno, mantan Kepala Museum Negeri NTB, salah seorang penggagas mascot Lombok.
Tetapi, sebagai arsitektur bangunan khas, lumbung sudah terasa pas. Namun, dari segi estetikanya, lumbung Lombok banyak kemiripan dengan lumbung di daerah lain sehingga sulit ditemukan ciri khas Lombok pada lumbung.
Tahun 1990, ungkap Joko, di tingkat nasional pernah dicanangkan mascot NTB berupa Rusa Timor dan Kayu Kelicung. Dua icon ini diambil karena Kayu Kelicung berasal dari Lombok, namun kayu ini juga ditemukan di hutan-hutan di Jawa.
Sedangkan Rusa Timor pun ada di daerah lainnya. tidak benar-benar hanya dimiliki NTB. Meski Rusa Timor dan Kayu Klicung pernah dicanangkan sebagai mascot NTB, ujarnya, mascot tersebut tidak pernah terwujud secara fisik baik dalam dua atau tiga dimensi.
Hal inilah yang membuatnya tergerak untuk memikirkan dan melahirkan maskot Lombok yang benar-benar memiliki ciri khas dan karakter Lombok yang tidak ditemukan di daerah lain.
Selama lebih kurang 10 tahun, ia mencoba mereka-reka dan mencari apa yang tepat dijadikan maskot Lombok. Pematung senior NTB ini, akhirnya menemukan Sekardiu – kendaraan Jayengrana - yang telah dimodifikasikan yang diajukannya sebagai maskot Lombok dalam seminar bertajuk “Sekardiu sebagai Maskot Lombokâ€.
Dalam pencariannya, Joko yang juga ketua panitia seminar tersebut, berdiskusi dengan berbagai elemen masyarakat Lombok termasuk dengan beberapa tokoh masyarakat, tokoh budaya dan tokoh agama Lombok. Salah seorang di antaranya, Abbas Surya, ahli ukir dan pakem wayang, sehingga ia menyebut bentuk maskot Lombok yang diseminarkan beberapa waktu lalu tersebut sebagai penemuan bersama.
Tiap komunitas dalam perjalanan masa mencatat semua jejak sejarahnya yang digambarkan melalui simbol-simbol yang sarat makna, sebagai bukti eksistensi diri yang kemudian menjadi icon untuk mendiskripsikan jati diti dalam segala aspek yang holistik.
Masyarakat Sasak Lombok, sebagai komunitas budaya yang solid juga memiliki asas-asas pandangan sebagai pakem dalam menerjemahkan persoalan hidup. Salah satunya adalah Serat Menak, sebuah pesan pengajaran kehidupan yang terwujud dalam karya sastra lontar atau serat.
Dalam salah satu lakon Serat Menak yang menggunakan tokoh sentral bernama Jayangrana memiliki kendaraan sakti bernama Sekardiu yang digambarkan dalam bentuk makhluk yang aneh yang tampak seperti kuda, singa dan naga.
Jayangrana dan kendaraannya Sekardiu merupakan simbol yang tidak terpisahkan sebagai wujud menyatunya alam idea dan realitas, konsep dan aplikasi, tujuan dan strategi dalam kehidupan. Karya besar masa lalu ini, ujar Joko, mestinya dapat menjadi referensi bagi masyarakat masa kini, baik sebagai inspirasi maupun motivasi.
Kajian yang mendalam mengenai Sekardiu dari kaca mata fililogi, sosiologi dan kultural serta religi sangat diperlukan untuk membedah tuntas makna yang terkandung di dalam simbol ini.
“Hasil kajian ini akan menumbuhkan kesadaran dan kecintaan bagi masyarakat Sasak khususnya dan dunia umumnya tentang betapa hebatnya nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya,†kata Joko.
Berangkat dari keinginan memiliki mascot, tidak kurang dari 100 orang budayawan, akademisi, birokrat, legislator, seniman, dan perupa serta eksponen masyarakat lainnya hadir dalam seminar yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Provinsi NTB bersama Forum Penyelaras Kebijakan Pemerintah NTB ini.
Joko berharap, melalui seminar yang mempertemukan berbagai kalangan ini, akan lahir sebuah kesepakatan bahwa Sekardiu benar-benar tepat menjadi maskot Gumi Sasak (Lombok), karena ini merupakan bentuk revitalisasi kearifan lokal yang dimiliki suku Sasak sebagai salah satu komunitas penyangga budaya Nusantara, sehingga mampu memberi inspirasi dan motivasi untuk bergerak menuju kesetaraan dengan bangsa lain di dunia.
Seminar ini menghadirkan lima narasumber, yakni, Prof. Dr. Siti Chamammah Soeroto, guru besar Sastra Indonesia Universitas Gajah Mada, yang berbicara tentang Serat Menak versi Sasak dalam Kajian Filologi. Ia mengatakan, Serat Menak Jayengrana merupakan nama lain dari Amir Hamzah, yang menyebarkan Islam di Lombok.
Siklus Amir Hamzah dalam era global kini, dapat ikut membangun budaya, utamanya dalam kondisi Lombok yang perkembangannya menunjukkan suatu potensi bidang budaya dan sosial. Kajian filologi ketika mencermati masa lampau suatu bangsa, akan mampu mengangkat budaya lokal dalam daerah atau wilayah bangsa ke dalam wilayah global, baik Asia Tenggara, Asia Pasifik, maupun dunia.
“Sosok Sekardiu cukup mewakili karakter masyarakat Sasak yang dikenal santun, ramah, toleran, dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai religi,†kata Buya Subki Sasaki salah seorang pembicara dengan tema “Sekardiu sebagai Icon Masyarakat Sasak dalam pandangan Islamâ€.
Sekardiu bukan satu-satunya, tetapi masih banyak lainnya. Hanya saja, secara kebetulan diusungnya Sekardiu untuk menjadi maskot Lombok karena diceritakan dalam Serat Menak dan banyak diketahui masyarakat suku Sasak, sehingga ada harapan akan membumi, mengingat Islam masuk ke Lombok itu antara lain lewat mediasi pewayangan, ujarnya.
Tiga pembicara lain, yakni, Drs. Soeprapto Soedjono. MFA. Ph.D, Rektor Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, yang berbicara tentang manfaat mascot dalam kajian sosiologi. Drs. R. Joko Prayitno, Model Desain Maskot Sekardiu, dan Salman Al Farisi, S.Sn., Realitas Budaya Tradisi Masyarakat Sasak hubungannya dengan symbol Sekardiu.
Seminar yang berlangsung di Gedung Sangkareang, Kompleks Kantor Gubernur NTB tersebut, mendapat sambutan hangat peserta dan undangan tidak terkecuali Gubernur NTB Drs. H.L. Serinata, yang sebelumnya juga resmi merekomendasikan Sekardiu sebagai mascot Lombok.
Dalam sambutannya, Gubernur melihat seminar tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap peradaban budaya Sasak.
Sebuah maskot, haruslah bisa menginterpretasikan pemerintahan. Dari melihat maskotnya, masyarakat dari mana saja akan mengetahui apa dan bagaimana suatu daerah tersebut. Maskot bukan sekadar simbol, namun harus bias menjadi spirit kolektif dalam kehidupan masyarakatnya.- nik (http://www.cybertokoh.com/)
Lombok Sasak dan Mesobe maeh!
Lombok Sasak dan Mesobe maeh!
Lombok itu pedas, orang pingsan juga tahu, tapi lombok sebesar hampir 5 ribu km2 adalah nama pulau yang dihuni orang Sasak yang bikin sesak. Saking banyaknya orang yang tidak berani bilin kaleng (meninggalkan tempat).
Lombok bukan bermaksud sebagai cabe, karena bahasa Sasak untuk cabe adalah sebiya. Orang Sasak tidak pernah menyebut negerinya Pulau Sebiya.
Lombok kalau diucapkan (l?umb?u’), disini o dilafalkan seperti pada kata lio ( li?u), yang artinya menengok, mengandung makna lurus, lempang.
Orang Sasak yang hidupnya selalu berdesak-desakan adalah orang yang lurus hatinya dan suka jalan yang lempang.
Ciri-ciri mereka yang lempang masih tercermin dalam pola tingkah sehari-hari terutama masyarakat yang masih tinggal di daerah yang jauh dari kota. Namun ada juga orang-orang yang memelihara budi pekerti meskipun tinggal di kota..
Orang Sasak dalam bahasa Inggris disebut Sasaks, bahasa Prancis Sassaqois (saya yang bikin sesuai kaidah bahasa Prancis dibaca Sasakwa) dan bahasa Spanyolnya Sasanida.
Yang beda penyebutan adalah oleh bangsa Spanyol, mereka bersama orang Portugis adalah bangsa yang mula-mula sekali datang ke Nusantara. Apakah mereka dahulu menemukan sesuatu yang berkaitan dengan bangsa Sasanid yang ada di Asia Barat (Persia) atau mereka salah sebut saja. Masih perlu dikaji.
Meskipun demikian ada sedikit kaitan dengan nama ala Spanyol itu dengan Persia. Orang Persia dan India adalah penyebar Islam yang peling awal di tanah air kita.
Karakteristik orang Sasak yang utama adalah suka melakukan hal-hal kecil. Semua serba kecil mulai dari rumah, jalan, lapangan dll.
Mereka suka hidup di dasan-dasan kecil yang menyebar di perbukitan. Kota besar seperti Selong adalah kota yang dirancang secara modern. Penataannya rapi. Panjangnya hanya 1 km dan lebarnya mungkin separuh panjangnya.
Jalannya lurus-lurus dengan jalan Raya yang membelah kota. Dahulu jalan utama disebut jalan raya saja, tanpa embel-embel nama.
Selaparang adalah nama kerajaan yang berkuasas di Lombok Timur. Banyak yang mencari asal usul kata yang menjadi nama kerajaan itu tetapi belum juga pas.
Selo dalam bahasa Jawa berarti batu, parang berarti, besar, luas. Dalam bahasa Rusia, bahasa yang kosa katanya masih menunjukkan akar kata sansekerta, Selo berarti desa.
Apakah yang dimaksud Selaparang adalah batu besar (batu buele’) ata desa besar ( desa beule’)
Orang Sasak mempunyai karakter yang keras, tapi dibalik kerasnya tersimpan hati yang lembut. Mereka mudah patah arang (nyeule’). Kalau sudah benci setengah mati keadaan tidak dapat diperbaiki lagi, begitupun kalau sudah senang tak juga dapat dihalangi.
Kalau hanya dilihat mentah-mentah watak seperti itu sangat merugikan diri sendiri.
Namun kalau soal loyalitas, persahabatan dan kepatuhan berdisplin tidak ada duanya jika mampu menerapkan.
Saya menunjukkan sifat-sifat itu kalau sedang membina kerjasama baik dengan orang Sasak atau dengan orang lain. Saya selalu mulai dengan nawaitu yang benar dan mengatakan kepada partner saya bahwa sekali saya percaya kepadanya,bahkan dibunuhpun saya tidak berhenti percaya. Tapi sekali saya tidak percaya, dibunuhpun saya tidak akan percaya.
Penipu kelas kakappun akan berpikir dua kali untuk berhianat kalau sudah MESOBE (berikrar) seperti itu. Dan demikianlah saya berkali- kali hengkang karena dihianati. Tetapi Mesobe seperti itu jalan terus.
Janganlah berhenti berjuang dan tunjukkan kesanggupan menjaga kebeningan hati dan berpikir jernih di segala waktu dan kondisi.
Orang Sasak adalah orang yang senang begawe. Dalam satu pendapat (sosiologi) orang-oarang miskin dikatakan senang berkumpul dan begawai karena tak sanggup memciptakan kesenangan sendiri. Ada benarnya juga tetapi apa yang dilakukan orang Sasak saat begawai adalah wujud solidaritas dan silaturrahmi yang kuat antar keluarga besar mereka.
Salah satu wataknya juga adalah sangat royal saat berjaya dan sangat pelit saat krisis.Sifat seperti inilah yang menimbulkan lemahnya kepribadian secara umum. Bagi yang lemah imannya mereka cendrung jadi penipu, pencoleng dan sebagainya.
Sebaliknya ada juga yang menghilangkan nilai-nilai yang bersifat sangat pribadi. Mereka akan dengan mudah meminjam barang orang lain dan dipakai sesukanya. Mulai alat dapur sampai pakaian dan kenderaan main pinjam saja.
Sebaiknya anak-anak sejak dini diajar mesobe(berikrar) dengan menumbuhkembangkan sifat-sifat baik. Mengawasi pergaulan mereka dan menuntun agar meraka mencintai ilmu lebih dari apapun.
Mari Mesobe untuk memakmurkan diri kita keluarga kita tetangga kita yang dekat dan yang jauh dan bangsa kita.
10 Feb 2008 , Yang Mesobe, Hazairin R. JUNEP di Jogjakarta
Sasak dan Lombok
Sekilas
Lombok (penduduk pada tahun 1990: 2.403.025) adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya dengan semacam “ekor†di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Pulau ini luasnya adalah 4.725 km² (sedikit lebih kecil daripada Bali). Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram
Bahasa Sasak dipakai oleh masyarakat Pulau Lombok, propinsi Nusa Tenggara Barat. Bahasa ini mempunyai gradasi sebagaimana Bahasa Bali dan Bahasa Jawa. Bahasa Sasak mirip dan serumpun dengan Bahasa Bali.
Bahasa Sasak mempunyai dialek-dialek yang berbeda menurut wilayah, bahkan dialek di kawasan Lombok Timur kerap sukar dipahami oleh para penutur Sasak lainnya.
Sejarah
Orang Belanda pertama singgah di Lombok pada tahun 1674 dan menduduki bagian timur pulau ini dan meninggalkan bagian barat yang kemudian diduduki orang Bali. Orang Sasak merasa dianaktirikan oleh orang Bali dan akhirnya Belanda ‘berintervensi’. Mereka menggempur Cakranegara, tempat puri Bali berada pada tahun 1894 dan memasukkan pulau ini dalam pemerintahan Hindia-Belanda
Pembagian administratif
Lombok termasuk provinsi Nusa Tenggara Barat dan pulau ini sendiri dibagi menjadi empat Daerah Tingkat II:
-
Kota Mataram
-
Kabupaten Lombok Barat
-
Kabupaten Lombok Tengah
-
Kabupaten Lombok Timur
Geografi, topografi dan demografi
Selat Lombok adalah batas flora dan fauna Asia. Mulai dari Lombok ke arah timur, flora dan fauna menunjukkan ciri-ciri khas Australia. Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace, seorang Inggris di abad ke-19. Untuk menghormatinya maka batas ini disebut Garis Wallace.
Topografi pulau ini didominasi oleh gunung berapi Rinjani yang ketinggiannya adalah 3.726 meter di atas permukaan laut dan membuatnya yang ketiga tertinggi di Indonesia. Daerah selatan pulau ini adalah sebuah ladang terbuka bebas yang subur dan ditanami dengan jagung, padi, kopi, tembakau dan kapas.
Sekitar 80% penduduk pulau ini adalah suku Sasak, sebuah suku bangsa yang masih dekat dengan suku bangsa Bali, tetapi sebagian besar memeluk agama Islam. Sisa penduduk adalah orang Bali, Jawa, Tionghoa dan Arab.
Pariwisata
Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krismon dan krisis-krisis lainnya, potensi pariwisata agak terlantarkan. Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali.
Tempat-tempat pariwisata:
-
Pantai Senggigi
-
Cakranegara
-
Gili Air
-
Gili Meno
-
Gili Trawangan
-
Gunung Rinjani
-
Pantai Kuta, Lombok
-
Sentanu
-
Tetebatu
Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 m dpl, mendomonasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan feri dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Bali.
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25? LS dan 116º28? BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Secara administratif gunung ini berada dibawah tiga kabupaten yaitu: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m x 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat danau Segara Anakan seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anakâ€. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut, dan disebelah timurnya terdapat gunung Baru yang oleh bahasa setempat disebut dengan Gunung Baru Jari. yang memiliki kawah seluas 170 x 200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Pada tahun 1994 gunung Baru Jari ini meletus dan memuntahkan isi perutnya di sekitar danau Segara Anakan.
Pendakian
Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari Penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga summit attack bisa dilakukan kapan saja.
Selain puncak, tempat yg sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau kawah di ketinggian 2.000 mdpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 500 mdpl dan 1.200 mdpl). Kebanyakan pendaki menyukai start entry dari arah Sembalun, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas krn melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). Sunblok krem sangat dianjurkan.
Sedangkan dari arah Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut krn melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 9 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2,700 mdpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun kearah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2,000 mdpl) yg bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.
Untuk mencapai puncak (dari arah Danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir utk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari utk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; krn meniti di bibir kawah dgn margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dgn susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yg indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan “passionâ€.
Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau kalau mau lihat dua objek lain: gua Susu dan gunung Baru Jaro (kawah baru ditengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan. tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat. Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yg diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yg menjamur di desa Senaru






