puluhan batur batur asal lombok sak boyak ringgit teolekan
Jelo niki kembali puluhan batur batur asal lombok sak boyak ringgit teolekan alias tedeportasi .
Loek cerite miris langan batur batur niki, langan sak mulai tesiksa sik majikan, tecambuk sik polisi malaysia sampai arak sak paling ironis ibu indah sari lekan pujut harus rela olek dalam keadaan barun selesai operasi sesar lek rumah sakit malaysia sak ndek bau tahen tangis sengak munadek dan tepaksakn adek anakn sak baruk berumur 20 jelo lek malaysia sengak nden bau bayah biaye operasin.
Ibu indah sari niki sebelumnya janda sampun due tahun lek malaysia.. ie pelai langan majikan warga cine sak nden uwah bayah keringetn daet jarang tebeng mangan.
Selama pelarian ie merarik malek kance batur jambi sak arak lek malaysia…mangkin ibu indah sari niki cuman tao nagis tedok inget anakn sak arak lek malaysia sak kabar terakhir sampun teangkat sik dengan malaysia jari anak. laguk tetap sak aran ibuk pastin pikiran anak walaupun nden bedoe tenage dait upaye.
Penulakan batur batur lombok sak merantau lek malaysia mulen jari PR terbesar pemimpin sak baru.mudahan konon sik aran sak beleq sin miliki pemimpinte sak baru niki memprioritasan kepentingan batur batur sak tiang percaye sengak terpakse boyak rejeki lek gobok gempeng dengan lain.
Salam lekan lombok
agus sasak
(mangkin bekuli lek indosiar tv)
Kisah pedih tenaga kerja asal LOMBOK
Metrotvnews.com, Lombok: Kisah pedih tenaga kerja asal Indonesia di luar negeri seolah tak pernah berakhir. Satu di antara sekian korban yang kembali membawa luka akibat penganiayaan majikannya adalah Hayani, tenaga kerja wanita asal Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang bekerja di Arab Saudi. Ia pulang dengan kondisi tubuh sangat menyedihkan. Kedua telinga Hayani mengeluarkan darah dan nanah akibat kekerasan istri majikan.
Hampir setiap hari keluarga dan tetangga Hayani (25 tahun) di Dusun Tumbu, Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, berkunjung menyampaikan simpatik. Selama setahun delapan bulan bekerja di rumah keluarga Muhammad Sayid Alghani di Damam, Arab Saudi, hanya tiga bulan pertama Hayani menerima perlakuan manusiawi. Selebihnya tiada hari tanpa penyiksaan. Bahkan penyiksaan masih diterima hingga Hayani dipulangkan tanpa gaji.
Lebih Seribu TKI NTB Dideportasi
“Sejak Januari - Mei 2008 jumlah TKI NTB yang dideportasi mencapai 1.666 orang, terbesar adalah pada Mei sebanyak 401 orang,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja NTB, Drs. Imbang Sahruddin di Mataram, Rabu.
Terakhir Malaysia mendeportasi sebanyak 141 NTB pada Jumat (16/5) dan para TKI tersebut tiba di Mataram sekitar pukul 04.00 Wita sehingga membuat petugas kelabakan. Dikatakan, setiap TKI yang dideportasi belum pernah ada PJTKI yang mendampingi mereka datang ke Kantor Dinas Tenaga Kerja, padahal diantara TKI tersebut ada yang berangkat melalui jalur resmi.
Menurut dia, terkadang setibanya di Malaysia TKI yang berangkat melalui jalur resmi dibujuk oleh TKI yang sudah lama berada di Malaysia. Mereka diajak bekerja ditempat lain dengan iming-iming gaji lebih tinggi, jika TKI tersebut lari dari majikan maka dia dianggap TKI ilegal.
Para TKI yang dideportasi tersebut yakni asal Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Tengah, biasanya setibanya di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, langsung menuju Kantor Dinas Tenaga Kerja NTB di Jalan Udayana Mataram. Sebelum dikembalikan ke Indonesia mereka sempat dipenjara sekitar lima hingga tujuh bulan, setelah itu baru dikembalikan.
Para TKI yang baru tiba dari Malaysia didata oleh Dinas Tenaga Kerja NTB, setelah itu dikembalikan kekampung halaman mereka, bagi TKI yang berasal dari Lombok mendapat bantuan uang transportasi Rp 25.0000 per
orang sedangkan yang dari Pulau Sumbawa Rp 100.000.
Menyinggung minat masyarakat NTB untuk bekerja ke luar negeri khususnya Malaysia, dikatakan masih cukup besar. Namun terkadang dalam pemberangkatan tidak dilengkapi surat resmi dan biasanya yang tidak lengkap dokumennya adalah mereka yang berangkat melalui calo.
Hingga kini masih banyak calon TKI yang berangkat melalui calo, walaupun hampir setiap saat pihaknya terus memberikan penyuluhan agar berangkat melalui jalur resmi.
Setiap tahun jumlah calon TKI yang berangkat ke luar negeri rata-rata lebih dari 30.000 orang dan sebagian besar tujuan Malaysia.
“Para TKI yang bekerja di luar negeri sebagian besar berhasil, hal itu terbukti dari jumlah uang yang dikirim kepada keluarga di NTB melalui berbagai bank lebih dari Rp 400 miliar pertahun,” katanya. antara/mim






