NYALE : Pemenang Sayembare Base dait Kebudayan Sasak 2
March 15, 2010
Kemisikinan dan Keadilan Gembar Gembor Pemekaran Daerah
March 17, 2010

Cerita Aran kanak Sasak

Cerita Aran kanak Sasak

Oleh : Lalu Kholid Karyadi

Saya lahir dan dibesarkan disebuah desa yang cukup indah, kampung saya disebut kampung pedaleman karena penghuninya terdiri dari para bangsawan (datu-datu jaman laeq, ada title Lalu dan Baiq) di desa itu. dikampung saya pemberian nama kepada anak yang baru lahir biasanya dikonsultasikan kepada tokoh agama/tuan guru atau tokoh adat sehingga nama yang diberikan kepada anak mempunyai arti yang baik atau paling tidak memiliki sejarah masa lalu yang hebat.

Alkisah, Seorang paman saya yang sudah meliki 1 orang anak (putra) kembali dikaruniai 1 orang putri (putri ke 2), dan dalam hati paman saya ini bahwa putri ke 2 ini adalah anak terakhirnya karena istrinya akan mulai ber KB (terkesan dengan program keluarga berencana yang gencar saat itu). akhirnya diberilah nama anak perempuan ini dengan nama BAIQ BIJE MURI (BAIQ = gelar bangaswan untuk anak perempuan, BIJE= anak, MURI= terakhir; jadi artinya Baiq Putri Terakhir).

Seiring perjalan waktu setelah paman saya mengikuti program keluarga berencana dia tidak dikarunia putra/putri lagi, karena dia dan istrinya konsisten dengan program KB. tetapi setelah beberapa tahun kemudian entah apa penyebabnya istri paman saya ini hamil lagi (mungkin lupa minum pil KB), paman saya kebingungan harus member nama apa pada anaknya sebab dia sudah memeberi nama BAIQ BIJE MURI pada putri keduanya.

Akhirnya, sampailah pada hari istinya melahirkan dan yang lahir adalah seorang anak laki-laki, dan semenjak hari kelahiran anak laki-laki ketiganya paman saya termenung, selalu menyendiri untuk memikirkan nama yang akan diberikan kepada anaknya yang baru lahir. Setaip hari sebelum acara aqiqah (biasa pada hari itu diumumkan nama anak yang baru lahir) paman saya selalu ditanya siapa nama anak laki-lakinya? Dia selalu menjawab nanti pada hari aqiqah.

Dan sampailah pada hari aqiqah (sekitar 7 hari setelah hari kelahiran), sebelum acara dimulai sebagai tuan rumah paman saya memberi sambutan dan mengumumkan nama anaknya. Nama anak saya yang ketiga ini adalah “LALU NIKI MALIK” (LALU=gelar bangsawan untuk laki-laki, NIKI= ini, MALIK=lagi: jadi artinya LALU INI LAGI), semua tamu undangan gerrrr karena nama yang diberikan kepada anaknya.

6 Comments

  1. lal says:

    hahahahaha,….araq2 doank,…hihihi,..(ketawa sendiri dalem kost)..:-D

  2. lal says:

    hahahahaha,….araq2 doank,…hihihi,..(ketawa sendiri dalem kost)..:-D

  3. Kalau arti dari MALIK@PADE DAIT MELIK/PANTANG JAOOOOOOOX TIPAXNE MLESET HEHEHEHE

  4. Gupran Muhsan says:

    Kalau arti dari MALIK@PADE DAIT MELIK/PANTANG JAOOOOOOOX TIPAXNE MLESET HEHEHEHE

  5. SASAK says:

    mau tanya semeton, udah lama gak berkunjung ke gumi sasaq tiang.
    sejak kapan lalu/baiq itu menjadi bangsawan?
    sejak papuk balok mereka menjadi penjilat belanda dulu?
    dan sepengetahuan yang sedikit tentang sejarah sasak, keturunan dari kerajaan Selaparang bahkan tak pernah memakai gelar lalu/baiq.
    dan lagi pula dulu gelar “amak” itu milik bangsawan namun ketika akhir dari kerjaan selaparang, sang raja membebaskan semua orang menggunakan gelar amak.
    saya sendiri semasa kecil dirumah (pernah di LOTIM) masih punya banyak peninggalan kerajaan selaparang, yang sebagiannya kecil sudah di taruh di museum. (entah sekarang masih ada atau sudah lenyap)
    maaf saya hanya membaca/mendengar dari bbrp litelatur.
    mungkin ada yang mau berbagi refrensi lain?

  6. ya jadi baiq/lalu dulu papuk balok nya itu tukang denden jaran orang londo,londo kabur maka ngkulah c tukang denden jadi jero dengan alasan ada piagam,entah saih jaga ia teken laeq dia punya piagam,tanya jero skrng mbe nelo pada ktaon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *