Sasak main bal
June 28, 2008
PEPADU SASAK LEBUNG
July 11, 2008

DEBAT POLOS CAGUB

Assalamualaikum WR WB

Saya sedang berbincang tentang betapa merosotnya kwalitas pepadu Sasak yang datang ke Jogja. Mereka rata2 datang untuk pindah bekedek dan memuaskan kegawahannya untuk meramaikan mall2 yang besar. Mereka tak berminat belajar. Urus diri kurang becus sampai mendaftar kuliah saja hanya bengong. Benar2 minim pengetahuan dan minat membacanya. Tapi ada satu hal yang sangat menonjol yaitu kecendrungan hedonis dan anehnya orangtua mereka ngasi duit besar untuk itu.

Sedang asyik ngobrol, SMS dari temanku MOSOT bilang ada debat Cagub di TV One dan meski telat 30 menit masih sempat melihat orang2 yang selama ini di peribasax di sasak.org. Baru sekerang saya melihat dengan agak jelas tokoh TG dan Serinata CS.

Debatnya seperti acara kelompencapir atau cerdas cermat yang gagal. Maklum baru pertama mungkin. Tapi sebenarnya tak dapat disebut sebagi perdebatan. Yang berdebat siapa?. Hanya sekedar tanya jawab saja kok.

Sebagai Sasak diaspora saya tidak punya hak pilih dan tak dapat mempengaruhi apapun jadi apa saja yang akan saya katakan adalah kembali kepada diri sendiri dan mungkin ada yang dapat kita bagi2 demi  kemajuan kita bersama.

Serinata, memang dia ini posisinya seperti Pak Harto dulu, ketika Lombok sedang dibangun pak Harto dirobohkan bersama semua yang dingunnya dan lamaaa sekali baru ada gebrakan. Nah gebrakan itu  dilakukan Serinata. Tapi kasus korupsi yang menyeretnya ke Kejagung akan jadi hambatan besar bila memang terbukti salah.

TG seperti tokoh yang sering saya sebut dalam tulisan2 yang lalu, hanya Kanak Bajang biasa saja tapi kekayaannya yang paling besar membuat saya tersentak. Darimana duitnya? Bisnis, hebat betul? Jangan2 duitnya termasuk duit2 yang dilempar orang miskin2 dari pelosok2 desa yang berjalan kaki   menembus jalan setapak dibawah terik mentari itu ya. Memalukan sekali ada TG kaya tapi di depan mata balita2 mati busung lapar. Persis kayak Serinata yang duduk enak2 di gubernuran dan balita2 mati busung di kampong yang ada di depan kantornya. Sebelumnya ada TG kecil yang jadi asistennya bilang bahwa  cagub kita itu paling miskin, tiba2 keluar pengumuman kekayaan secara resmi…waduh TG yang paling kaya…..
Saya menangkap TG ini sudah termakan neolib juga, yang ditonjolkan kesetaraan gender dan pendidikan kaum wanita dikaitkan dg kesempatan kerja dan konsesi untuk berpolitik. Wanita seperti apa yang mau  dibangun di NTB yang muslim? Wanita sholehah adalah wanita yang cerdas, pintar dan pandai dengan akidah kuat utk mempersiapkan generasi yang lebih berkualitas dari generasinya. Bukan wanita yang meninggalkan Rumah dan menyiakan anak yang diurus pembantu dengan pendidikan mentok itu.

Nanang, ini orang tipe birokrat yang seperti kerbau, hebat dalam melaksanakan tugasnya, yah robotlah…kering dan kaku, entah bagaimana dia akn memimpin 4 juta manusia yang ribet.

Zanur, ini orang hanya mau ikut2an saja, saya kurang yakin dengan dia. Demokrasi ingin dijadikan landasan membangun manusia NTB…ah dia itu DR. tapi Demokjangkih dianggap sama dengan Jangkih!

Panelisnya yang bagus saya lihat Hirsan Noorsyi, dia pernah sangat dominant di TV nasional membahas maslah politik ekonomi kita dan saya geli waktu dia meminta salah satu cagub untuk memberikan  gambaran dalam angka mengenai janjinya mensejahterakan rakyat kalau gak salah  Zanur ya. Jawabannya muter muter muter dan habis waktu…

Yang tua minta dipilih yang muda minta dipilih, hanya ada pilhan yang sangat jelek dan sangat buruk…

Untung saya gak punya hak pilih…karena betapa saya akan jadi bingung untuk Ngelecok!

Apapun yang terjadi RAHAYU …. RAHAYU BANGSA SASAK!

Wallahualam bissawab
Demikian dan maaf

Yang ikhlas
Hazairin R. JUNEP

2 Comments

  1. h.s.wiradjaja says:

    *… pade kita pak Hazairin R. Junep,… nggak punya hak pilih, krn domisili diluar daerah… kalau toch seandainya ada,… belum ada satupun pilihan saya yg menarik hati (nurani),… biarlah Teman-Teman di NTB memilih (tapi mudah2an pilihan mereka dg Hati Nurani).

  2. ibnu khaldun says:

    anda terlalu berburuk sangka dan menyepelekan kemampuan orang… tidak boleh begitu! dari semua yg anda sebut tidak terlalu buruk dan sudah terbukti menang dan memuaskan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *