Flying Fox Bakal Hadir di Mataram Water Park

Pembangunan Infrastruktur Wisata Lombok Didukung Kemenpupera
June 18, 2015
Replika Masjid dari Roti Dipamerkan di Mataram
June 19, 2015

Flying Fox Bakal Hadir di Mataram Water Park

Mataram, HanTer – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, merencanakan lokasi “Mataram Water Park” (MWP) di Taman Udayana akan dimodifikasi menjadi tempat “flying fox” sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Pemanfaatan MWP menjadi tempat `flying fox` ini masih dalam tahap rencana, sambil menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Prinsipnya MWP harus menjadi salah satu pusat rekreasi,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Selasa (16/6).
Dikatakannya, rencana pembuatan lokasi “flying fox” ini untuk mengakomodasi masukan dari masyarakat, serta memanfaatkan kolam renang yang sudah ada namun tidak sesuai dengan standar nasional.
Proses pembangunan dan penataan MWP yang sudah pasti adalah pembangunan kolam anak-anak dengan alokasi anggaran sebesar Rp200 juta termasuk untuk penataan taman dan fasilitas lainnya pada wilayah MWP.
Pembangunan kolam anak-anak saat ini dalam tahap pembuatan “detail engineering design” (DED), proses pembangunan fisiknya ditargetkan dimulai pada bulan Juli 2015 dengan kontrak pembangunan selama tiga bulan.
“Kita menargetkan MWP bisa menjadi salah satu tujuan rekreasi warga kota pada tahun ini juga,” katanya.
Mahmuddin mengatakan, selain akan membangun kolam anak-anak, anggaran Rp200 juta tersebut juga akan dipergunakan untuk melakukan penataan berbagai sudut MWP termasuk pengecatan tribun dan penataan taman.
“Kalau dana mencukupi, kami berencana akan membelikan atap untuk tribun. Tetapi jika tidak kemungkinan kami hanya akan melakukan pengecatan,” katanya.
Diketahui, MWP itu awalnya dibangun pemerintah kota pada tahun 2008-2009 dengan perencnaan awal sebagai kolam renang untuk olah raga karena sudah sesuai dengan standar nasional.
Pembangunan kolam renang olah raga itu dihajatkan untuk mencetak bibit-bibit renang handal Kota Mataram, untuk meraih prestasi medali emas pada setiap kejuaraan.
“Apalagi, di NTB belum ada kolam renang khusus untuk olah raga yang memadai,” ujarnya.
Akan tetapi, setelah kolam renang itu rampung, keluar aturan baru yang menyebutkan lebar kolam renang standar nasional 10 meter, sementara kolam MWP sudah dibuat dengan standar nasional sebelumnya hanya sepanjang delapan meter.
Hal inilah yang membuat pengelolaan MWP setelah rampung dibangun, mangkrak hingga saat ini.
 (ruli)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *