Setitik Tuba Sasak
November 9, 2008
Gratis gratis
November 13, 2008

Gasir

Assalamualaikum WR WB.

Anak anak dasan kami adalah petualang petualang kecil yang setiap ada kesempatan pergi ke sungai atau kebun kebun yang masih banyak hewan liar sejenis musang, biawak, ular, rase, tenggiling, teboneng, dan  binatang kecill lainnya.

Salah satu kebiasaan mereka adalah mengadu jangkrik. Mereka menangkap jangkrik di malam hari.Dengan obor mereka begulah di sawah swah kering diantara bingkalan tanah. Kadang mereka menemukan ular melingkar dibawah bingkalan atau batu yang diangkat.

Jangkrik di masukkan dalam potongan bambu yang diberi ventilasi dua atau tiga baris dan dibolongi kiri kanannya lalu ditutup dengan bulatan dari sabut kelapa yang dibentuk seperti roda. Anak anak dasanku lahir dengan bakat alam dibidang handycraft. Mereka membuat gasing, layang layang, pelecon, tongkat kecil, pisau kecil, anyaman bambu, tikar dan kelabang ataupun kekisa dari daun kelapa. Mereka bekerja rajin membantu orang dewasa diberbagai pekerjaan. Sayang sekali setelah bersekolah agak SMP keatas serta merta mereka kehilangan ketrampilan itu.

Selain jangkrik yang diadu dengan mengusap usap kepala serangga itu menggunkan rumput halus ada satu lagi yang lebih besar namanya gasir. Serangga satu ini hidup di sekitar rumah dan kebun. Badannya bisa dua  kali jangkrik dan kalau ketemu jangkrik bisa bisa dimakannya. Kalau hendak diadu, dua jago gasir itu bukan dielus rumput kepalanya tapi ditanggil pakai lidi kalau sudah pusing mereka akan berkelahi. Anak  anak ribut setengah mati. Kelakuan seperti mengadu serangga itu dilarang dan kata orang dewasa diancam masuk neraka, tapi terus saja ada yang mengadu, apalagi kalau dapat kedongol.

Dunia kecil serangga dan hewan kecil yang diisengi anak dasan pada saat mereka melewatkan waktu senggang adalah sekolahan yang pertama bagi mereka. Tapi jarang sekali ada orang tua yang ikut nimbrung untuk menerangkan hal ikhwal serangga dan artinya bagi manusia dan linkungan. Banyak pula orang dewasa yang ikut bermain dan menjadi kanak kanak dalam berperilaku.

Tabung bambu adalah pembelajaran yang sangat baik untuk memperlihatkan bagaimana kondisi kejiwaan manusia yang terkurung, sumpek dan tak berdaya. Ide banyak tapi perlengkapan tubuh tak dapat merobohkan diding yang melingkupi diri. Bagimana kalau ada orang lain yang sama tertekannya masuk ke ruang yang sama kemudian di rekayasa agar saling menyerang. Dibalik kesenangan anak bermain ada cermin besar yang mennunjukkan masa depan anak anak dasan kami. Apaka mereka akan menjadi dua jangkrik itu dan menganggap gumi Sasak sebagai tembok sempit yang menghalangi mereka atau mereka sadar untuk tidak terjebak permainan apalagi rekayasa orang lain

Gasir jauh lebih besar dan lebih kuat dan cerdas dibanding dengan jangkrik apalagi jangkrik krigut. Serangga yang penampilannya lebih gagah dan warna kulitnya terang seperti orang bule, kadang menggigit  anak yang menagkapnya. Gasir dapat membuat lobang cukup dalam untuk ukuran tubuhnya. Anak anak dasan tahu betul kalau ditumpukan tanah yang masih agak basah ada gasirnya didalam. Mula mula mereka meraba dengan telunjuk, lalu dengan lidi atau tangkai rumput yang agak keras dan kalau ternyata tangkai itu habis maka digalinya lubang itu untuk menemukan si gasir. Tapi ada cara yang lebih cepat lagi yaitu dengan menuang air satu ember ke dalam lubang kecilnya. Kadang tanah langsung menyerap satu dua ember air, maka di perlukan ember lainnya. Dan ketika air menggelembung itu tandanya akan penuh dan sebentar lagi gasir keluar terengah engah. Ketika seranga itu menatap dengan bersungut sungut seorang anak akan menngkapnya dan memasukkannya ke tabung bambu.

Permainan menangkap gasir tidak sekedar membalik bungkilan tanah tapi dengan strategi menaklukkan hewan kecil. Kalau anak kecil dapat belajar menaklukkan gasir dengan air, orang jahat mengambil ilmu gasir  untuk aksi kejahatan. Ada ilmu yang disebut ilmu gasir, tentu saja mereka tidak dapat ilmu itu lansung ditirunkan oleh sang gasir. Penjahat terutama maling menamakan ilmunya demikian karena meniru
tehnik membongkar tanah. Tehnik membongkar tanah itu pernah dipraktikkan oleh maling yang membuat lobang besar dirumah kami. Rumah semi permanent dengan pondasi batu dan semen dapat dibongkar dengan cepat. Dan rumah kami digerayangi sampai habis. Berapa jam dibutuhkan untuk membuat lobang yang dapat meloloskan seorang manusia dewasa?. Pasti mereka bekrjasama dengan cekatan. Kalau gasir bekerja sendiri dan cepat, maling bekerjasama dua atau tiga orang.

Berapakah dari kita telah mengambil pelajaran dari serangga dan hewan kecil dalam hidup kita? Banyak sekali, sebagian dari kita melekuk seperti tenggiling, sangat pemalu. Adalagi yang culas seperti anjing liar yang menyambar apa saja dan lari. Jenis orang seperti itu bertebaran dikantor pemerintah dan bank serta perusahaan. Ada pula yang pandai mengadu domba, ada yang mendekam di bui setelah bertahun tahun jadi objek rekayasa dan ada banyak yang menonton, ribut berjingkrak jingkrak kegirangan dengan sifat kekanakan yang dibawa sampai tua.

Yang menyedihkan sekali adalah gerombolan anak dasan yang tak berdaya oleh iming dunia materi yang akhirnya memasukkan mereka ke dalam tabung bambu. Sel dan bui adalah tabung bambu tempat para penonton adu jangkrik mendekam karena mereka di sapu sapu wajahnya dengan uang ratusan ribu atau ditanggil otaknya dengan makanan, minuman serta perempuan yang memabukkan. Setelah itu beringas menyerang seseorang yang dianggap jangkrik besar dan rakus.

Jangkrik dan gasir adalah serangga yang berjasa dalam system daur ulang alam ini, siapa yang suka mengadu mereka akan dihukum oleh Allah di neraka dan sebelum itu mereka akan dapat masuk sel atau bui karena meniru niru kelakuan serangga mabuk yang direkayasa.

Hidup adalah pendidikan, sesiapa yang mampu mengambil pelajaran dari serangga, dan isi alam lainnya niscaya akan terang jalan hidupnya. Semoga kita sgera sadar dan sigap bertindak senyampang kita punya  kesempatan. Jangan sampai gumi Lombok menjadi tabung bambu bagi jiwa kita yang mengerdil. Marilah kita bangkit, beriuk tinjnag dan maju jaya. Amiiin.

Wallahualam bissawab
Demikian dan maaf
Yang ikhlas

Hazairin R. JUNEP

Glosarium:
Teboneng : jenis lebah kuning atau hitam
Begulah : mengeryangi
Bingkalan : bongkahan
Kelabang : tikar, alas duduk dari anyaman saun kelapa
Kekisa : kantong dari anyaman daun kelapa
Ditangglil ; dihantam
Kedongol ;tidak bunyi,jagonya jangkrik
Krigut : kriting, jenis jangkrik di rumah yang warnanya putih atau kelabu
Bungkilan : bongkahan
Melekuk : melingkar, lesu, letoi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *