Thaharah lagi, Thaharah lagi
December 27, 2012
Intip Kekayaan Islam Dengan Huruf BA Yk!!!
December 30, 2012

Hati Hati Hadits ASPAL

[Sasak.Org] Istilah yang tidak hanya identik dengan barang-barang tertentu. Tapi juga sering dikaitkan dengan hadis-hadis Nabi SAW. Mengedar dan “mengkonsumsi” hadis-hadis ASPAL tanpa menjelaskan status ASPAL-nya adalah suatu kriminal di sisi agama. Sabda Nabi : “Tidak sama orang yang berdusta ke atasku dengan orang yang berdusta ke atas orang lain. Barangsiapa yang berdusta ke atasku dengan sengaja, maka bersiaplah ia masuk neraka.” (Nauzubillah..!)

Dalam dunia Information and Technology (cieee bahasa bule….J) penyebaran hadis-hadis ASPAL kerapkali terjadi baik itu melalui SMS, email, facebook, twitter atau apa saja. Untuk itu pada coretan kali ini saya ingin membagi sedikit tips mengenai cara-cara mengidentifikasi hadis-hadis ASPAL. Tapi sebelumnya saya ingin nyatakan bahwa apa yang tertulis di bawah ini sama sekali bukan pandangan pribadi saya. Sebagian besarnya adalah nukilan-nukilan yang saya petik dari artikel dan buku yang ditulis oleh tokoh-tokoh hadis yang saya anggap ahli dalam bidang ini. Saya hanya mengatur bahasanya dan memberi komentar pada bagian-bagian tertentu.

Secara umum, hadis-hadis ASPAL bisa diidentifikasi melalui dua cara. Pertama, mengenali sanad yaitu mengenali orang-orang yang meriwayatkan hadis tersebut apakah memang memenuhi syarat atau tidak. Kedua, mengenali matan yaitu dengan melakukan kritik terhadap teks hadis. Dalam ilmu hadis ini dinamakan textual criticism.

Nah, bagaimana cara menilai sanad hadis ASLI atau PALSU? Wah, yang ini agak susah bahkan sangat susah. Karena hal ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mahir dalam bidang hadis. Kalaupun dibahas uraiannya cukup panjang. Jadi kita skip saja dulu. Dan kita serahkan kepada ahli-ahli hadis untuk melakukannya.

Mari kita lihat cara yang kedua yaitu melakukan kritik terhadap teks hadis atau dalam istilah Arab-nya naqdul matan. Mengkritik teks hadis ini artinya mengambil sikap antara percaya atau tidak terhadap teks hadis yang aneh dan terasa tidak rasional. Kalau dalam bahasa pengamat politik, MENGAMBIL SIKAP ABU-ABU terhadap hadis yang masih diragukan keasliannya.

Khusus untuk teman-teman yang hobinya baca-baca hadis di internet, textual criticism ini sangat penting. Kalau anda menemukan sebuah hadis yang tidak ada label ASLI atau PALSU dan teks hadis itu menurut logika anda tidak rasional, maka anda harus berada pada garis abu-abu. Jangan menerima tapi juga jangan menolak sampai anda menemukan status yang jelas tentang hadis itu. Untuk lebih jelas dan lebih mudah kita memahami bagaimana ciri-ciri hadis ASPAL. Saya akan menukilkan hasil kajian Ibn Qayyim al-Jauziyah seorang tokoh hadis ternama.

Suatu hari Ibn Qayyim pernah ditanya. Apa bisa hadis palsu itu dikenali tanpa harus mengenali sanadnya? Untuk menjawab pertanyaan ini, beliau menulis sebuah buku judulnya al-Manarul munif fis sahih wad da’if. Mari kita intip isi buku ini!! (Buku yang saya refer ini adalah cetakan al-Mathbaah al-Islamiyyah : Syiria. Tanpa tahun)

Ibn Qayyim dalam buku ini menguraikan beberapa ciri hadis ASPAL.

Pertama : Mengandung unsur mujazafah atau terlalu berlebih-lebihan dalam hal dosa dan pahala. Hadis-hadis yang begini biasanya sering diungkapkan oleh orang-orang yang suka ngitung-ngitung pahala tapi jarang ngitung dosa. Contohnya : “Barangsiapa yang mengucapkan lailaha illa Allah; maka Allah akan menciptakan kalimat itu menjadi seekor burung yang mempunyai 70,000 lidah, dan setiap lidah mengandung 70,000 bahasa yang senantiasa beristighfar kepadanya” (Hadis ASPAL)

Kedua : Bertolakbelakang dengan fakta. Artinya kandungan dari hadis itu tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya. Contohnya : “Terung itu obat segala penyakit” (Hadis ASPAL). “Hendak kamu memakan kacang dal (kacang jenis ini banyak di Arab dan India) kerana ia mengandung keberkatan dan melunakkan jantung, memperbanyak air mata dan ia disucikan oleh 70 nabi.” (Hadis ASPAL)

Ketiga : Teks hadis itu terlihat seperti “main-main”. Biasanya hadis-hadis seperti ini sering dijadikan bahan guyonan karena memang teksnya terlihat tidak serius. Contohnya : “Jika warang itu lelaki (mertua anak) maka dia seorang yang penyantun” (Hadis ASPAL). “Hendaklah kamu memakan garam kerana ia adalah obat 70 penyakit” (Hadis ASPAL) “Tidak ada buah delima melainkan bijinya berasal dari syurga” (Hadis ASPAL). “Barangsiapa yang menganyam ayam jantan putih, maka dia tidak akan disentuh oleh setan dan sihir” (Hadis ASPAL)

Khususnya untuk hadis-hadis tentang ayam jantan ini Ibn Qayyim bilang : “Semua hadis tentang ayam jantan adalah dusta kecuali satu yaitu: Barangsiapa yang mendengar ayam jantan berkokok, maka hendaklah ia memohon karunia Allah kerana ayam jantan itu sedang melihat Malaikat.” (HR BUKHARI MUSLIM).

Ngomong-ngomong tentang ayam jantan putih. Dulu waktu saya masih suka cari kelapa di wilayah somewhere di KLU, saya sering mendengar orang-orang membicarakan kehebatan ayam jantan putih. Bahkan ayam jantan putih ini sering dijadikan syarat untuk amalan-amalan tertentu, apalagi dulu waktu masih ada forkas dan SDSB ayam jantan putih ini laris manis. Saya juga pernah cari ayam jenis begini tapi tidak pernah ketemu.

Keempat : Bertentangan dengan hadis shahih dan teks hadis itu terdengar aneh. Contohnya : “Pelangi di langit adalah tengkuk ular yang ada di bawah Arasy” (Hadis ASPAL). “Jangan mandi dengan air yang terkena panas matahari karena bisa mengakibatkan penyakit sopak atau kusta” (Hadis ASPAL).

Kelima : Teks hadis yang memberitakan tentang penetapan waktu tertentu untuk peristiwa tertentu. Contohnya hadis yang mengatakan akan berlaku gerhana pada bulan Muharram adalah hadis ASPAL. Apalagi sampai mempercayai ramalan suku Maya tentang 21-12-2012 J ini bukan lagi ASPAL tapi ALPAL (ALAMAT PALSU J ).

Keenam : Teks hadis yang seolah-olah nasehat dokter atau tabib. Contohnya : “Makan ikan bisa melemahkan tubuh. (Hadis ASPAL) “Seseorang yang tidak bisa memperoleh anak datang mengadu kepada Nabi. Lalu Nabi menyuruhnya makan telur dan bawang” (Hadis ASPAL) “Berikan isteri-isterimu makan kurma ketika nifas” (Hadis ASPAL) Dan menurut Ibn Qayyim semua hadis yang menceritakan tentang Nabi Khidr masih hidup adalah ASPAL.

Nah, inilah beberapa ciri hadis ASPAL yang diuraikan oleh Ibn Qayyim. Masih banyak contoh-contoh lain hadis ASPAL yang beredar di kalangan umat Islam dan masih sering digunakan baik untuk berargumen atau beramal. Kita boleh kritis dengan hadis-hadis tanpa label ASLI atau PALSU yang menurut kita teksnya tidak jelas dan tidak logis. Tujuannya untuk agar kita tidak terjebak dengan hadi-hadis palsu. Semoga bermanfaat untuk panduan.

Zaki Abdillah –KLU-

1 Comment

  1. armada says:

    Anda membahasakan indonesia catatan dari DR MAZA dengan sangat baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *