Berita - Instansi & Pemerintahan
Lombok Tengah [Sasak.Org] Meski proyek pembangunan Wisma Lombok Tengah (Loteng) sudah diaudit dan evaluasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), nampaknya belum membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng, puas. Wakil rakyat inipun meminta agar proyek tersebut diaudit ulang oleh tim audit indepeden. Demikian salah satu poin rekomendasi DPRD Loteng, terhadap LKPJ Kepala Daerah Loteng tahun anggaran 2009.
Dalam rekomendasi yang dibacakan Sekretaris Dewan (Sekwan) Loteng, H. Awaluddin, pada sidang paripurna DPRD Loteng, Sabtu (26/6), terungkap, DPRD Loteng sangat berharap agar proyek senilai Rp 16 miliar tersebut, diaudit ulang. Namun audit tidak dilakukan oleh badan milik pemerintah. Tapi dilakukan oleh tim independen. “Dan hasil audit itu nantinya harus ditindak lanjuti oleh Pemkab Loteng,” ungkapnya.
Jika audit belum juga dilakukan, lanjutnya, maka anggaran pembangunan lanjutan wisma Loteng tidak akan disetujui. “Terkait dengan pembangunan lanjutan untuk wisma tersebut, supaya tidak dianggarkan sebelum ada hasil audit,” tandas Sekwan. Sementara untuk kelanjutan pembangunan wisma, Dewan meminta agar agar segala sesuatu yang menyangkut wisma mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan ataupun pemeliharaan, dilakukan dengan transfaran.
Sedangkan untuk pengelolaannya nanti juga harus diserahkan kepada pihak yang betul-betul profesional dan tidak dikelola langsung oleh pemerintah daerah. “Pelibatan tim independen untuk melakukan audit, penting artinya. Agar hasil audit itu nanti benar-benar transparan tanpa ada kepentingan apapun,” tambah anggota DPRD Loteng, L. Arif Rahman, yang ditemui terpisah.
Sebelumnya, dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Denpasar, berkesimpulan kalau proyek wisman Loteng, memang bermasalah. Salah satunya, terkait teknis proyek. Seperti dalam hal penunjukkan konsultasn perencana dan pengawas proyek yang dinilai kurang cermat. Sehingga mengakibatkan proyek mengalami gagal konstruksi di awal-awal pembangunannya.
Selain itu, dari hasil pengerjaan fisik proyek secara keseluruhan, juga ditemukan beberapa persoalan. Di antaranya, adanya kelebihan perhitungan harga satuan bahan proyek serta adanya kekurangan pengerjaan fisik. Yang nilainya ditaksir mencapai Rp 349 juta lebih. Sehingga Pemkab Loteng oleh BPKP perwakilan Denpasar disarankan untuk menagih kembali atas kurang optimalnya hasil pekerjaan para rekanan yang terkait.
Berita - Instansi & Pemerintahan
Lombok Tengah [Sasak.Org] Sekertaris Daerah (Sekda) Drs H Lalu Supardan, MM belum lama ini atas nama Bupati dan Masyarakat Lombok Tengah, menerima Anugerah Adipura untuk yang kedua kalinya. Dimana dalam penyerahan Anugerah tersebut langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara belum lama ini.
Usai menerima Anugerah Adipura, H Lalu Supardan saat ditemui diruang kerjanya menjelaskan, Anugerah Adipura yang diterima oleh Lombok Tengah tersebut, merupakan hasil kerja bersama antara Pemerintah Daerah dengan masyarakatnya. Sehingga kedepan, pihaknya berharap Adipura yang sudah diraih itu dapat tersebut dipertahankan, bahkan bila perlu terus ditingkatkan. Peningkattan yang pihaknya maksud, dimana situasi aman, nyaman dan teduh dikota Praya khususnya agar terus ditingkatkan, terkait juga dengan penataan kotanya, kebersihannya dan lain sebagainya. “Saya berharap, dengan Anugerah Adipura yang kita raih ini, kota Praya semakin dijaga kebersihannya, kemudian ditata lingkungannya, termasuk kesadaran masyarakat akan pentingnya situasi yang nyaman dan aman bisa terus diperhatikan sesuai dengan pesan dari Presiden,” ujarnya.
Ditegaskan juga oleh H Lalu Supardan, dengan diraihnya kembali Anugerah Adipura oleh Lombok Tengah, diharapkannya bias dijadikan motifasi bagi pemerintah dan masyarakat dalam rangka memelihara kondisi lingkungan mulai dari yang kecil, seperti rumah tangga hingga lingkungan yang ada di sekitarnya. “Saat ini kita dapat Adipura, maka untuk tahun depan harus sudah dirancang mulai saat ini agar bagimana bias tetap mempertahankan dan kembali meraih Adipura itu. Dan jangan pada saat kita dinilai saja kemudian mulai mempersiapkan diri,” tegasnya.
Saat menerima Anugerah Adipura, H Lalu Supardan menyampaikan juga pesan dari Presiden SBY, dimana agar wilayah Indonesia termasuk di Lombok Tengah terus dihijaukan dengan melakukan penanaman pohon. Bahkan bila perlu, setiap jengkal tanah yang ditempati agar ditanami pepohonan. Dalam kesempatannya Sekda menilai, Lombok Tengah kembali mendapatkan Anugerah Adipura tersebut, dilihat dari partisifasi masyarakat dan kerjasama yang dilakukan oleh Pemerintah bersama masyarakatnya sangat tinggi dalam rangka menjaga dan menata lingkungannya. Oleh sebab itu, saat ini bagai mana partisipasi masyarakat tersebut ditingatkan. Kemudian, partisipasi pemerintah dalam rangka menyiapkan sarana dan prasarana juga harus ditingkatkan perlu, khususnya menyangkut armada yang akan digunakan.
Selain itu, pihaknya juga akan mengusulkan ke lembaga legislatif untuk peningkatkan status kelembagaan dari Kantor menjadi Dinas, seperti Dinas Kebersihan dan Tata Kota, termasuk untuk Kantor Lingkungan Hidup menjadi Badan. “Kalau kelembagaannya sudah ada, maka hal ini menjadi salah satu pertimbangan dari pusat dalam rangka memberikan perhatiannya kepada Lombok Tengah,” kata H Lalu Supardan.

Mataram [Sasak.Org] Setelah gagal melakukan eksekusi pada Selasa (22/6) lalu, Senin (28/6), Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB kembali tak berhasil memanggil mantan Gubernur NTB, Drs.H.L.Serinata untuk hadir ke Gedung Kejati setempat. Panggilan pertama gagal, aparat Kejaksaan kembali berencana akan melayangkan panggilan ke dua terhadap terpidana korupsi APBD NTB tahun 2003.
Mataram [Sasak.Org] Nusa Tenggara Barat punya tiga program unggulan yang ditargetkan tuntas tahun 2013. Pertama, menekan angka kematian ibu menjadi nol atau Akino. Kedua, menekan angka buta aksara menjadi nol atau Absano. Ketiga, menekan angka drop out atau putus sekolah hingga titik nol atau Adono.
