Jurus BERDIKARI: Melawan Tanpa Perang.

Cerita Aqsa dari Lombok UseeTV
July 18, 2013
Maksiat, Dicuekin, Akhirnya Dianggap Biasa
September 2, 2013

Jurus BERDIKARI: Melawan Tanpa Perang.

Hazairin R. Junep

Hazairin R. Junep

NATO atas nama PBB sebentar lagi menyerang Suriah. Rusia siap menembakkan senjata jarak jauhnya ke titik titik penting Arab Saudi ketika serangan itu mulai. Suriah menyediakan 8.000 pilot kamikaze dan misil darat -udara S -75 Dvina plus S- 75M Volga, 148 sistem S-125 Nevá plus S-125M Pechora, 48 sistem S-200 Angará, 48 instalasi S-300, 200 buah 2T12 Kub, 60 buah 9K33 Osa, 20 buah 9K31 Strela-1, limapuluhan Buk modifikasi dan 50 sisten Pantsir- S1.

Apa urusannya dengan kita toh jarak terbang ke Suriah lebih dari 8.616 km dari Jakarta?. Dalam setiap peperangan pasti terjadi krisis disegala bidang di seluruh dunia yang menggelobal. Kita masih tergantung import karena memang sengaja demikian saking pandirnya. Kita terjerat hubungan jahat dengan Amerika dan tunduk pada PBB yang merupakan zionis internasional. Mau tidak mau anak bangsa kita ikut terkena imbas.

Mau jadi atau tidak perang tersebut kita ini sesungguhnya sudah lama diperangi dengan bombardir senjata biologis lewat virus, senjata budaya lewat film, musik dan gaya hidup dan yang paling efektif dan terus berkembang adalah senjata makanan.

Senjata makanan dapat melumpuhkan manusia secara akal dan fisik, rokok yang dihisap merusak daya tahan tubuh dan makanan yang dicuci khusus dengan cairan kimia agar awet, secara perlahan dan pasti merongrong kesehatan kita. Minuman ringan sampai beralkohol berperan dalam membuat kita tergantung dan akhirnya terjerumus ke NARKOBA yang sudah disiapkan pemasoknya dimana mana. “Semua penyakit berasal dari perut”. Kita lalai mengontrol perut sendiri. Kita lalai mengontrol pangan, Kita lupakan sawah ladang yang darinya kita makan ribuan tahun dan bergegas menjemput mall dan warung gigoh (fast food), kita serahkan bayi kita kepada ibu susuan yang MELENGUH.

BERDIKARI adalah lawan yang tiada tanding. Senjata sekelas apapun tak bisa menembusnya. Tekun bekerja, tekun belajar dan tekun beribadah adalah jalan paling optimis dalam menghadapi tantangan luar dalam. Mari kita periksa dapur, apakah beras itu adalah dari sawah sendiri yang organik atau beras yang dicuci khusus agar tahan sepuluh tahun?. Mari kita periksa rumah kita, apakah penuh dengan hasil karya anak bangsa atau koleksi import?. Mari kita periksa kandang, apakah ayam itu adalah ayam industri?. Mari kita periksa pasar, apakah daging itu adalah daging dari gumi sejuta sampi atau hasil laboratorium paman buke?. Kepada kalian yang pegang amanah penderitaan rakyat, tunggulah azab jika kalian tetap bungkam. Langit akan bergoyang dan kalian akan disesatkan.
Salam BERDIKARI!.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *