Sasak Berhentilah Gila!
November 12, 2009
Gipsy Bukan Sasak
November 18, 2009

Kleptomania itu adalah Sasak!

Hazairin R. Junep[Sasak.Org] Sarapan pagi baru saja selesai ketika telepon rekan saya berdering dan dia bicara serius sekali sampai terlihat wajahnya berubah ubah seolah tak ada tanda kalau dia baru saja makan pagi dengan nikmat. Teh dan garyachi buterbrod atau roti bakar keju yang saya makan tadi serasa bergerak gerak mengikuti wajah kawan saya yang berubah bagai warna warni dedaunan di akhir musim autum. Saya pergi ke kamar dan meneruskan kajian saya pada tarian tradisional Rusia yang memukau. Saya mengulang memutar bagian bagian yang menampilkan tarian Chechotka yang mengandalkan ketrampilan kaki mengetok lantai seperti derap kaki kuda menarik cidomo. Penari lelaki melonjak lonjak menekuk lutut dan melompat lompat dengan menjulurkan kaki bergantian dan yang lain melontarkan badannya kesamping berputar dan berputar sekeliling panggung. Hentakan hentakannya serempak dengan presisi waktu dan musik yang menyatu.

Saya membuka yahoogroup KS dan saya tercengang membaca thread yang saya kenal tapi bukan saya yang menulis Sasak Sang Penipu!. Secepatnya saya buka sumber beritanya dan aduh ternyata maling Sasak telah merambah dunia. Selama ini dasan kita terkenal sebagai pengirim nenek sihir terbang dengan sapu dan lap ke seberang lautan dan pendatang haram yang dikutuk mencebur lautan. Sekarang nama beken pepadu Sasak yang mendiaspora bertambah masyhur karena perbendaharaan rahasia dasan terbaca di mana mana. Saya tidak pernah sampai hati menulis judul seperti itu meskipun isi tulisan tulisan saya selama ini mengerikan, menyebalkan dan memuakkan tapi berita ini benar benar merusak perasaan saya dan banyak sasak diaspora lainnya.

Rekan saya mengetuk pintu kamar dan saya bertanya apa yang terjadi . Dia menerangkan bahwa salah satu stafnya yang bekerja sebagai sopir taksi kehilangan mobil seharga 500 ribu rubel. Itu harga yang tinggi untuk mobil di Irkutsk. Mobilnya diparkir didepan supermarket dan lenyap begitu saja. Setelah beberapa hari dia mendapat pesan dari seseorang bahwa mobilnya bisa kembali kalau mau menebus dengan 50 ribu rubel. Uang sebanyak itu tak ia miliki maka itulah dia menelpon rekan saya untuk mendapat bantuan. Setelah menebus mobilnya ia akan bekerja diperusahaan rekan ini sambil mengangsur hutangnya itu. Suatu jalan yang baik, menolong teman dari kesulitan dan memberinya jalan untuk menyelesaikan masalahnya secara simultan. Mafia Rusia ini meraja lela dimana mana. Mereka berkomplot mencuri barang berharga dan berbisnin narkoba.

Saya member saran pada kawan agar para Bandar narkoba di sekitar apartemen di berantas. Mereka bilang sangat berbahaya karena polisi saja yang berwenang dapat dibeli. Saya mengusulkan supaya menggunakan kekuatan rakyat yaitu kita berkumpul dan bereaksi bersama sama dengan demo serempak. Meraka tetap sangat takut, kelemahan bersama inilah yang menyebabkan tumbuh suburnya kriminal dilingkungan mereka. Kalau begitu buat laporan ke polisi tentang keberadaan para ahli narkoba itu, desak saya. Setelah seminggu meraka mengirims eseorang ke polisi dan si aparat dengan enteng mengatakan, “aduh kita tidak bisa apa apa tanpa bukti”. Sontoloyo, kata saya, ditiap tangga masuk dan pinggir gedung berserakan bungkus jarum suntik, kotoran dan kencing para manusia teler itu. Tidak ada jalan keluar, meskipun sudah banyak yang mengeluhkan dengan ketakutan bahwa anak anak mereka rentan terimbas narkoba.

Beberapa hari yang lalu salah seorang staf dikantor, menghubungi Presiden Medvedev lewat email dan melaporkan hal itu. Tadi pagi langsung dapat balasan yang mengatakan bahwa wali kota akan turun tangan dengan mengirim tim investigasi ke apartemen. Saya cerita pada kawan saya tentang penggerebekan, pelacur, narkoba, gepeng dsb. di dasan. Banyak bocor dan polisi pulang lenggang kangkung. Bukan kecewa tapi senang kerana mereka berhasil melindungi target agar tetap ada. Mungkin untuk mendapat setoran atau mungkin kalau sudah habis target akan habis pula proyek garapan, jadi dipelihara saja. Di negeri saya orang miskin juga dipelihara, pengangguran dikembangkan. Mereka tidak percaya bahwa itu bisa terjadi. Tentu saja tidak bisa mendapatkan bukti bukti tentang pembiaran atau pemeliharaan itu tapi kalau kita lihat perkembangannya, angka statistik menunjukkan penurunan namun fakta lapangan mereka yang miskin membagi rata raskin yang diterima kepada sesama orang miskin tapi tak terdaftar . Itu seperti para TG yang melarang jamaah syirik tapi menjualbelikan gambar dan ajimat sembari membodohi mereka, agar terus datang mengaji dan tidak boleh khatam.

Selama saya tinggal didasan sering orang bicara bahwa pencuri di Lombok punya komunitas dan terorganisir rapi. Seseorang yang telah kehilangan sapi dapat mencari tahu keberadaan sapinya lewat mata mata dan kelak bisa menebusnya kembali. Kadang ada juga oknum aparat yang jadi tukang gertak agar sapi cepat ketemu. Berdasarkan catatan kecil dari investigasi tingkat dasan, saya punya pembagian atas kelompok pencuri yang berserakan digumi paer. Jumlahnya konon melebihi jumlah TG palsu dan TG beneran.

Pencuri ini ada yang tergolong maniak karena menderita kleptomania akut. Golongan ini sanggup mencari ilmu kebal atau sirep agar bisa melawan atau membuat orang tertidur lelap meskipun sudah minum kopi paling keras se gumi paer konon sirep lebih kuat dari pada kafeinnya. Mereka beraksi dengan senjata lengkap bak samurai dan menggunkan kekerasan bila perlu.

Golongan kedua adalah Korban stigma dan pergaulan keliru. Orang yang lahir dan besar di wilayah tertentu terkena stigma sebagai maling semua karena banyaknya penderita kleptomania akut didesanya. Kalau setiap hari bertemu orang dan kawan kawan yang selalu ditanyakan adalah soal maling dan maling didesanya. Pagi, siang, sore malam tanpa assalamualaikum, langsung tanya bagaimana maling di sana, apa benar ada yang sakti dan bisa menggotong sapi sendiri. Lama lama si badu merasa dirinyalah yang sedang dutuding tuding dan setelah beberapa saat diapun memutuskan untuk meperaktikkan cerita cerita orang itu dengan menjadikan mereka sendiri sebagai target maling bersama senior seniornya. Apa yang selalu kita ucapkan akan membuat kita tertimpa tuduhan kita sendiri.

Ada seorang teman bercerita kepada saya, bahwa dahulu ketika dia masih muda dan susah hidupnya, dia pernah berbelanja dan menerima kembalian yang melebihi dari uang belanjanya. Dia sangat senang mendapat durian runtuh itu. Mengapa dia dapat bercerita tentang hal itu setelah lewat 30 tahun berlalu? Sebab durian runtuh itu yang sempat dinikmati dulu itu, sekarang menjadi ampas durian yang sering menimpa kepalanya. Saat itu dia belum mengerti apa artinya kesejahteraan. Seandainya dia sudah tahu, maka ketika dia muda dan susah itu, mustahil dia akan mengambil barang yang bukan haknya. Pencurian terjadi bukan karena seseorang adalah pencuri, tetapi kejadian itu berlangsung karena ada kesempatan dan ada niat yang keliru didasarkan pada cara berfikir yag keliru pula. Maling sangat banyak beraksi karena kesempatan sesaat itu. Ada yang didorong oleh keadaan mendesak, kebutuhan yang penting atau murni karena iseng. Golongan ketiga ini dapat menimpa siapa saja yang sedang lalai, tidak pandang ras, umur, agama, jabatan atau title. Perbuatan ini dilandasi oleh karena kita bisa berbohong kepada diri sendiri. Yang mengerikan adalah kelalaian sesaat itu, dapat mengundang godaan syaiton yang terkutuk sehingga manusia jatuh dalam pelukannya. Berapa sudah korban kelalaian ini yang dijebloskan ke penjara atau dimutasi atau dipecat karena korupsi.

Sasak Sang Penipu yang beraksi di Makkah itu adalah salah satu TG karena dia adalah tuan sebagai tanda pernah berhaji mungkin berkali kali pula sehingga perlu T3G artinya tiga kali berhaji dan menjadi guru bagi jemaah haji baru. Dia kemungkinan besar tergolong kelompok dua atau tiga saja tetapi koordinatornya sudah pasti dari gologan elit yaitu kleptomania akut sehingga se
ruan Allahummalabaik… dari jutaan manuisa yang berderai airmata, tidak menyentuh hatinya untuk bertaubat. Tokoh penting itu harus dipotong seluruh jemari tangan dan lengannya sampai siku satu persatu. Masalahnya siapakah yang akan mengeksekusinya kalau dia sudah di dasan? Sedangkan di dasan penuh dengan orang gila berseragam dan penderita kleptomania yang beraksi siang dan malam.

Wallahualambissawab

Demikian dan Maaf
Yang ikhlas

Hazairin R. JUNEP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *