Jumat, September 03, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Musim Ompol, Semua Menjadi Politisi!

Kolom Komunitas - BangJae

Lalu Muhamad Jaelani[Sasak.Org] Tukang becak tiba tiba doyan berbicara politik, pedagang sayur dipasar pasar rakyat, siswa siswa sekolah juga begitu, apalagi mahasiswa, eksekutif muda dan para pekerja mapan.

Politik benar benar telah merasuki segenap jiwa bangsa ini, bahkan mereka yang tidak ada hubungan langsung dengan tema pembicaraan politisi di pusat kekuasaan sana ikut ikutan sok sibuk, ribut menggadang calonnya, ribut mencari cara untuk menjatuhkan jagoan kawan kawannya.

Tetangga yang semua akur dan saling tegur sapa, tiba tiba menjadi seolah tidak kenal. Kawan kawan akrab yang rajin berakrab ria, saling tunjuk muka. Aura permusuhan dan perpecahan mencuat bersamaan dengan musil OMPOL ini, semua orang ng-omong politik, banyak orang tak sengaja mencari musuh dan berlomba lomba membuktikan kesaktian diri, ya kesaktian diri dalam berdebat dan mengajukan data data paling sahih, tentu menurutnya.
Sementara pihak lain yang merasa terpojok bukannya berdiam diri, jurus jurus mautpun tiba tiba hadir dan tercipta, untuk apa lagi selain melumpuhkan kesaktian lawannya, musuhnya yang tak lain adalah temannya sendiri.

Di musim ompol ini, dengan sangat mudah kita temukan orang orang yang dulunya diam, kalem dan periang tiba tiba menjadi reaktif, kata kata seperti Lanjutkan akan dibalas dengan Lebih cepat lebih baik, teriakan merdeka akan disambut dengan sorakan lanjutkan, begitulah seterusnya.  Entahlah..

Ada juga sebuah fenomena unik, tak kan mudah menemukannya di meja kelas, apalagi saat ujian nasional. Pemilihan jagoan ternyata diputuskan terlebih dahulu daripada mengumpulkan daftar alasan mengapa kita harus memilih. Alasan alasan memilihpun sering muncul hanya sebagai upaya berkelit dari serangan pihak lain. Bahkan yang lebih menyedihkan, upaya mencari alasan alasan itu kerap kali terlupa hanya gara gara kita sibuk mencari kelemahan dan kekurangan jagoan lawan.

Betapa mudahnya kita terlarut dalam permainan dan tabuhan gendang orang yang tidak mengenal kita, bahkan hanya memikirkan nasib masyarakat marjinal disaat saat butuh coretan pulpen di atas kertas suara.

Janganlah karena kebencian kita kepada sebuah golongan, orang lain dan kelompok lain, membuat kita berlaku tidak adil terhadapnya. Tetaplah proporsional, tak perlu mencari musuh baru dan menampakkan kesaktian diri.
awal dinihari, senin 22 juni 2009
Jhongli City, Lalu Muhamad Jaelani

Comments  

 
0 # mansur 2009-06-22 17:29
Sebenarnya tidak ada politisi yang mengerti betul nasip bangsa ini, apalagi mengerti bagaimana mengatasinya. Yang mereka lakukan adalah sekedar membagi Kue Demokrasi, sehingga kalau nanti tidak berhasil mereka bilang "salah kita bersama", tetapi kalau ada sedikit keberhasilan mereka bilang "itu program saya"

Untunglah sasak.org bukan simpatisan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # M. Roil Bilad 2009-06-22 17:40
lamun tiang jak masalah politik itu masih dijadikan ajang bejorak----
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # abdullah al muzammi 2009-06-22 18:54
wah... cocok dah nike yang side gambarkan kanda . .
leq bale nike lamun wah musih pemilihan keliang . .
ini'an pade perang lawan gubuk,, endah iniq saling ampes kadu batu, botol, panah. jika ada yang memojokan jargonnya... sekedik-2 saling gebuk...
apa ini tandanya masyarakat tersebut msih
primitfi..?
lamun menu jaq iyeh wah ini orang-2 yang cocok disebut Lombok Primitive
ampurayang . . .

regards
zammi
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Nazar 2009-06-23 04:17
berarti ndek te man dewase aran lamun gare2 bede pendapat ampok te yak mesiat bareng semeton gubuk gempeng.
fenomena marak niki uah lumrah lek ranah plitik, jari mun pendapet tiang jak, semeton2 sak tao2 niki jari penyaring ne..adekn sak sengke kerukut semeton jarin te selapuk..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Muslifa Aseani 2009-08-12 01:31
Milu ngupi tok...Ato nggawe kupi?..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # chose 2009-09-09 06:06
bener kata2 km sebenrnya indonsia nggk butuh orang pinter,tp indonesia butuh orang yg pandai berkicau,sebb indonesia mau kicauan yg merdu dari rakyat kcil kayak kita
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # chose 2009-09-09 06:11
kita suarakn reformasi,berte riak kayak orang jualan pindang,sedangk n kita nggk nyadar bahwa kita adalh korban dari reformasi tu,cb fikir papuk icok rugi tendak teri gare2 reformasi alasan nya karna papuk icok ikut2tan lalo bedemo smpai2 terine habis uletan.begitulah patriotieme nya papuk icok smpai2 dia nggk nyadar kerugian nya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # ella putriyana 2009-09-23 00:48
politik is war, who can be winner? everythink is nothink
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 70 Tamu online

Login Form

Kosakata Hari Ini

Sasak Lebung

Sasak Lebung adalah ungkapan yang diberikan kepada individu sasak yang fanatik dan rapuh disaat yang sama, sehingga mudah dieksploitasi untuk kepentingan tertentu. Lihat juga : sasak lebung pada kolom hjunep
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

ShoutMix chat widget

Komentar Terbaru