Ditulis oleh Administrator Jumat, 30 November 2007 01:00
Sisi Suram Investasi Emaar
Oleh : Lalu Muhamad Jaelani
Oleh : Lalu Muhamad Jaelani
Emaar, Sebuah perusahaan properti raksasa dari Timur Tengah. Pemilik Burj Dubai, gedung pencakar langit tertinggi di dunia dengan ketinggian lebih dari 700 meter, secara serius mulai mengembangkan sayap bisnisnya di Kawasan Asia Tenggara, dengan menanamkan investasi di Pulau Lombok, salah satu pulau terindah di dunia. Emaar memulai bisnisnya dengan membuka Kawasan Wisata terintegrasi di wilayah Lombok bagian selatan. Untuk Memudahkan, kita sebut saja kawasan ini sabagai Kawasan Wisata Emaar (KWE). Tak tanggung tanggung, Emaar menggelontor 2 Trilyun Rupiah untuk KWE. Menyambut keseriusan Emaar, Pemerintah NTB dengan dukungan Pemerintah Pusat telah mulai membangun Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Bandara dengan panjang Runway 2 kali panjang ranway Bandara Internasional Ngurah Rai ini dipersiapkan untuk menjadi pintu gerbang lalu lintas wisatawan yang akan menghabiskan waktunya untuk menikmati keindahan salah satu Kwasan Wisata Pantai terbesar di Indonesia.Gemuruh pembangunan KWE dan BIL ini, tak ayal menyita perhatian berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat lokal maupun Komunitas Sasak diaspora. Akankah pembangunan BIL dan KWE yang di klaim akan menyerap satu juta tenaga kerja ini berdampak positif bagi masyarakat Lombok, sebagai stakeholder terdekat dan paling berkepentinagan dengan proyek ini. Dengan segala keterbatasan, tulisan saya ini mencoba meneropong sisi suram dari investasi Emaar di Pulau Lombok.
Sumber Daya Air dan Kelestarian Lingkungan
Secara pribadi, saya menaruh perhatian lebih dalam masalah yang satu ini, tak lain karena air yang menjadi hajat hidup setiap insan, termasuk masyarakat lombok, tahun demi tahun sudah semakin susah diperoleh. Dewasa ini, Masayrakat Lombok sebagian besar menggantungkan diri pada pasokan air tanah, baik dari instalasi Air Bersih milik PDAM dan Insatalasi Air Bersih Swadaya maupun melalui Sumur sumur konvensional. Sebelum masuknya Emaar, pasokan air bersih, baik untuk keperluan sehari hari maupun untuk kebutuhan pertanian, sebenarnya semakin berkurang. Bisa dilihat dari kasus kekeringan dan kekuarangan air bersih yang terjadi bertahun tahun di daerah selatan lombok. Bahkan saat ini, untuk mengairi areal persawahan saja, para petani harus mengangkut air secara konvensional dari lokasi yang cukup jauh. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, cukup dengan menunggu air mengalir. Berkurangnya cadangan Sumber Daya Air ini dikarenakan oleh kerusakan Kawasan Hutan Rinjani dan Exploitasi air secara besar besaran oleh Perusahaan Air Minum dalam Kemasan serta oleh Perusahaan Air Minum PDAM. parahnya ekploitasi ini tidak diimbangi dengan upaya menjaga kelesatrian hutan.
Pasca MASUKNYA Emaar
Saya terperanjat, ketika mendengar kebijakan Air Bersih di Lombok. Bayangkan saja, dengan melihat kondisi Sebelum masuknya Emaar saja, masyarakat Lombok sebenarnya kekurangan Air bersih. Yang memprihatinkan, KWE dan Infrastruktur pendukungnya temasuk BIL, ternyata mengambil Air dari Sumber Air Masyarakat. Untuk BIL saja, tak kurang 200 liter air per detik harus dialirkan dari Bendungan Batu Jae untuk BIL, ini berarti jatah masyarakat akan semakin berkurang. Sebagai Perusahaan Raksasa dari Timur Tengah, Emaar telah terbiasa menggunakan Air Bersih, hasil dari penyulingan Air Laut. Mestinya, Pemerintah kita memaksakan Emaar untuk tidak memenuhi kebutuhan airnya dari Air Tanah Masyarakat, tapi dari Air Laut. Malah, masyarakat akan sangat gembira jika Air Sulingan Emaar bisa disalurkan secara cuma cuma untuk masyarakat sebagai bentuk rasa terimakasih dan persahabatan.
Perencanaan Tata Ruang Wilayah
Dengan Munculnya Kawasan Baru KWE dan BIL, Pemerintah Poropinsi NTB harusnya segera menyusun Rencana Tata Ruang yang integral. Kemunculan KWE dan BIL ini dipastikan akan memicu pertumbuhan daerah sekitarnya, pertumbuhan ini harus diatur melalui RTRW dan aturan sejenisnya. Karena pertumbuhan yang tidak diatur akan cenderung liar dan susah diurus dikemudian hari. Ujung ujungnya adalah kerusakan dan kehancuran lingkungan.
Sumber Daya Manusia Lokal
Pulau Lombok, termasuk salah satu pulau kecil terpadat di Indonesia, jumlah penduduk yang sedemikian banyak, cukup tidak merepotkan pemerintah karena masih banyak masyarakat Lombok yang dengan rela keluar Pulau Lombok, baik secara permanen melalui perogram transmigrasi maupun secara temporal dengan menjadi TKI atau bermukim di luar daerah dengan motif ekonomi.
KWE, yang diprediksi akan menyedot satu juta tenaga kerja, harusnya menjadi perhatian kita bersama, jangan sampai satu juta orang tersebut adalah orang baru (yang datang dari Luar Pulau). Kalau hal itu yang terjadi, hampir pasti hanya akan menambah sesak Pulau Lombok dan di saat yang sama SDM Lokal justru banyak yang menjadi pengangguran
Keruntuhan Pranata Sosial
Saya belum bisa membayangkan, apa jadinya generasi sasak dengan munculnya Kawasan Wisata ini. Sudah bukan rahasia umum, jika setiap Kawasan Wisata sebenarnya adalah kawasan Bebas nilai, dan setiap pengunjungnya bebas melakukan apa saja yang ingin mereka lakukan. Adalah menjadi tugas kita bersama untuk tetap menjaga pranata sosial masyarakat agar tetap langgeng, Kehadiran KWE tidak boleh meruntuhkan pranata sosial tadi. Atau dengan kata lain, jangan sampai identitas Pulau lombok Sebagai Pulau Seribu Masjid dengan masyarakatnya yang agamis justru punah atau secara bersama sama muncul dengan sebuah identitas baru: Pulau Seribu Kutang!.
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 523
Trackback(0)
Comments (11)

duuuh segitu bangganya dengan sebutan pulau seribu mesjid....kok ga mau disebut pulau seribu kutang??? padahal sekarang saja di Lombok udah ada 2 juta kutang lho...bahkan lebih hehehehehe.......memangnya org2 yg tggal di Lombok tidak berkutang???? arak-arak bae miq jelani.....napi sih tepikirin sampe meno bayangan pelinggih??? hayoooo mau gak mau kita ini melangkahnya ke depan.....harus segera dicari solusi yg menjadi kekhawatiran kita itu......semoga miq jaelani cepet2 pulang ke Lombok dan segera membenahi kekhawatiran2 tersebut...amiiiin.....saya sih dukung BIL dan Emaar......mongggo.......saatnya pepadu2 sasak tampil buktikan diri bersaing....."ngoook" lol
1
report abuse
vote down
vote up
December 20, 2008
Votes: +0
Votes: +0
Ya miq, apalagi yang bisa kita banggakan
Yang jelas investasi Emaar akan memberi efek kejut yang luar biasa bagi masyarakat. Tinggal kita tunggu, apakah efek kejut itu positif ataukah sebaliknya.
Kuat sekali dugaan tiang, jika isu seperti ini dibiarkan saja menggelinding tanpa ada rekayasa kuat dari Bapak Bapak kita di pemda untuk mengarahkannya kearah yang baik, Maka Lombok dan sasak hanya sekedar menjadi sapi perah Emaar.
Yang jelas investasi Emaar akan memberi efek kejut yang luar biasa bagi masyarakat. Tinggal kita tunggu, apakah efek kejut itu positif ataukah sebaliknya.
Kuat sekali dugaan tiang, jika isu seperti ini dibiarkan saja menggelinding tanpa ada rekayasa kuat dari Bapak Bapak kita di pemda untuk mengarahkannya kearah yang baik, Maka Lombok dan sasak hanya sekedar menjadi sapi perah Emaar.
2
report abuse
vote down
vote up
December 20, 2008
Votes: +0
Votes: +0
Miq Jaelani.
Mohon untuk tidak tersinggung.
pertama, Anda terlalu ketakutan kepada masalah stock air nantinya. Saya pernah ikut membantu pemerintahan Jepang dalam masalah penyediaan air di dusun terpencil di Lombok tengah kok, itu dari pihak eksternal ya.
Dari pihak internal alias pemprov juga sudah saya dengar akan ada langkah untuk mengantisipasi masalah ini kok. Anda tidak perlu khawatir.
kedua, masalah pelestarian wilayah tentu secara otomatis akan menjadi perhatian utama kawan.. lho kok?? iya dong, kita akan bergerak pada sektor pariwisata yang tentunya mengandalkan kekayaan alam sebagai aset. Gak usah jauh2, Bali bisa bertahan karena apa program pemberdayaannya yang kuat untuk melestarikan asetnya. sekarang yg menjadi perhatian dan fokus kita itu ya pemberdayaan masyarakatnya, bukan airnya. Fokusnya itu aja.
ketiga,gak mau muna.. kita butuh investasi dari luar. Kenapa?? karena kita gak mau dan belum mau memberdayakan apa yang ada di depan mata kita. Seperti misalnya pertanian,perikanan. Kalo kata Sri Edi Swasono kita udah masuk ke dalam Myth of Lazy. Orang Indonesia udah malas2, dan punya pikiran dan apatisme yang tinggi.
ok bos?? sekedar ngobrol2, jangan tersinggung
Mohon untuk tidak tersinggung.
pertama, Anda terlalu ketakutan kepada masalah stock air nantinya. Saya pernah ikut membantu pemerintahan Jepang dalam masalah penyediaan air di dusun terpencil di Lombok tengah kok, itu dari pihak eksternal ya.
Dari pihak internal alias pemprov juga sudah saya dengar akan ada langkah untuk mengantisipasi masalah ini kok. Anda tidak perlu khawatir.
kedua, masalah pelestarian wilayah tentu secara otomatis akan menjadi perhatian utama kawan.. lho kok?? iya dong, kita akan bergerak pada sektor pariwisata yang tentunya mengandalkan kekayaan alam sebagai aset. Gak usah jauh2, Bali bisa bertahan karena apa program pemberdayaannya yang kuat untuk melestarikan asetnya. sekarang yg menjadi perhatian dan fokus kita itu ya pemberdayaan masyarakatnya, bukan airnya. Fokusnya itu aja.
ketiga,gak mau muna.. kita butuh investasi dari luar. Kenapa?? karena kita gak mau dan belum mau memberdayakan apa yang ada di depan mata kita. Seperti misalnya pertanian,perikanan. Kalo kata Sri Edi Swasono kita udah masuk ke dalam Myth of Lazy. Orang Indonesia udah malas2, dan punya pikiran dan apatisme yang tinggi.
ok bos?? sekedar ngobrol2, jangan tersinggung
3
report abuse
vote down
vote up
December 21, 2008
Votes: +0
Votes: +0
La, ini juga. saya malah bingung, mencari alasan untuk tersinggung. Komentar seperti itu saja kok bikin tersinggung, Bagian mana yang akan bikin tersinggung.
Perlu tiang garis bawahi, bahwa tidak ada sedikitpun keinginan untuk menolak kehadiran mereka (emaar, ataupun yang lain). Yang menjadi masalah adalah seberapa jauh "campur tangan" kita, jangan sampai, ada investasi, semua kita serahkan kepada investor.
Masalah Air, Listrik, TataWilayah dan Pelestarian Lingkungan, belum tersentuh sama sekali. BIL sebentar lagi selesai, KWE juga akan menyusul, jangan sampai kita baru berfikir itu semua ketika semua pranata yang mereka buat sudah rampung.
Lombok dan Sasak adalah tuan rumah, harus tetap menjadi raja di tanah sendiri. Investor adalah raja, tapi Tuan Rumah adalah maharajanya
Terakhir, ini penting bagi kita semua. Sasak.Org adalah media diskusi, kami mengundang komentar komentar pedas yang dilandasi fakta. Tak kan ada yang tersinggung, Tak kan ada yang marah.
Santai saja,
Matur Tampi Asih Miq dene' mahmoud kareem , ampurayan
Perlu tiang garis bawahi, bahwa tidak ada sedikitpun keinginan untuk menolak kehadiran mereka (emaar, ataupun yang lain). Yang menjadi masalah adalah seberapa jauh "campur tangan" kita, jangan sampai, ada investasi, semua kita serahkan kepada investor.
Masalah Air, Listrik, TataWilayah dan Pelestarian Lingkungan, belum tersentuh sama sekali. BIL sebentar lagi selesai, KWE juga akan menyusul, jangan sampai kita baru berfikir itu semua ketika semua pranata yang mereka buat sudah rampung.
Lombok dan Sasak adalah tuan rumah, harus tetap menjadi raja di tanah sendiri. Investor adalah raja, tapi Tuan Rumah adalah maharajanya
Terakhir, ini penting bagi kita semua. Sasak.Org adalah media diskusi, kami mengundang komentar komentar pedas yang dilandasi fakta. Tak kan ada yang tersinggung, Tak kan ada yang marah.
Santai saja,
Matur Tampi Asih Miq dene' mahmoud kareem , ampurayan
4
report abuse
vote down
vote up
December 21, 2008
Votes: +0
Votes: +0
merupakan suatu yang wajar kalau menurut tiang apabila timbul berbagai kekhawatiran. Tiang juga sejujurnya mersa kurang optimis tapi bukan berarti tiang orang yg pesimistis terhadap BIL dan EMAAR ini.
Tiang sangat mendukung masuknya para investor, tapi dengan melihat kinerja pemerintah kita apalagi Pemda LOteng yang amburadul sehingga menimbulkan berbagai masalah yang sampai detik ini belum selesai.
Baru akan mulai saja permaslahan datang silih berganti sehingga sempat membuat Emaar mengancam akan hengkang.
sendainya semua pihak yang berkompenten bekerja dengan ikhlas tanpa memikirkan perut sendiri tiang yakin semuanya akan berjalan dengan lancar dan tidak akan timbul masalah yg tidak berujung.....
Seandainya para pejabat terutama Pejabat di LOteng mau berpikir jauh kedepan tidak akan ada lagi masyarakat yg berdemonstrasi menuntut hak mereka .....
seandainya tiang jadi bupati ?!)&(^&^&^%*& ha ha ha ha aha ....
Tiang sangat mendukung masuknya para investor, tapi dengan melihat kinerja pemerintah kita apalagi Pemda LOteng yang amburadul sehingga menimbulkan berbagai masalah yang sampai detik ini belum selesai.
Baru akan mulai saja permaslahan datang silih berganti sehingga sempat membuat Emaar mengancam akan hengkang.
sendainya semua pihak yang berkompenten bekerja dengan ikhlas tanpa memikirkan perut sendiri tiang yakin semuanya akan berjalan dengan lancar dan tidak akan timbul masalah yg tidak berujung.....
Seandainya para pejabat terutama Pejabat di LOteng mau berpikir jauh kedepan tidak akan ada lagi masyarakat yg berdemonstrasi menuntut hak mereka .....
seandainya tiang jadi bupati ?!)&(^&^&^%*& ha ha ha ha aha ....

5
report abuse
vote down
vote up
December 21, 2008
Votes: +0
Votes: +0
meno2 teributang...te optimis saj untuk perkembangan lombok dan NTB yg lbih maju...efek kejut EMAAR skarang udah kliatan ko,kayak BIL yg dipercepat,trus adanya sambungan air PDAM yg mulai menjangkau daerah terpencil...klo ga da EMAAR mana ada BIL..paling skarangtanahnya masih jadi savana...Kering kerontang...
skarang untuk menanggulangi krisis air harusnya digalakkan penghijauan...gampang ko,tinggal tanam pohon trus dirawat ampe besar...
menurut ane,IMB(izin mendirikan bangunan)harus disertai surat pernyataan siap menanam pohon minimal 1 di pekarangan ato perumahan tiap rumah...biar sejuk dan asri...
trus sepanjang pinggir jalan ditanam pohon perindang,jangan tanam Baliho gede-gede ampe pas badai ambruk tau rasa deh...
tanaman juga mahluk hidup...GO GREEN...Remember Climate Change...
skarang untuk menanggulangi krisis air harusnya digalakkan penghijauan...gampang ko,tinggal tanam pohon trus dirawat ampe besar...
menurut ane,IMB(izin mendirikan bangunan)harus disertai surat pernyataan siap menanam pohon minimal 1 di pekarangan ato perumahan tiap rumah...biar sejuk dan asri...
trus sepanjang pinggir jalan ditanam pohon perindang,jangan tanam Baliho gede-gede ampe pas badai ambruk tau rasa deh...
tanaman juga mahluk hidup...GO GREEN...Remember Climate Change...
6
report abuse
vote down
vote up
December 21, 2008
Votes: +0
Votes: +0
Intinya yang ngaco si bupati kita yang agak2 dongo..
masa' waktu orang2 EMAAR dateng, terus minta data2, data2nya gak tersedia?? bupati macam apaan kayak gitu..
terus pas pimpinan Emaar ini dateng, masa' bupatinya gak nongol?? cuma utusannya doang. Saya dapet informasi ini dari kawan saya yang terlibat di dalamnya
tapi dia gak dateng ktemu pimpinan Emaar mungkin krn lagi ngurusin kudanya kali... hehehehehehe
maklum d, Bupati kita SDM-nya terbatas banget, semoga beliau tanggap d sama hal-hal seperti yang anda kemukakan.
Goodluck buat semua
masa' waktu orang2 EMAAR dateng, terus minta data2, data2nya gak tersedia?? bupati macam apaan kayak gitu..
terus pas pimpinan Emaar ini dateng, masa' bupatinya gak nongol?? cuma utusannya doang. Saya dapet informasi ini dari kawan saya yang terlibat di dalamnya
tapi dia gak dateng ktemu pimpinan Emaar mungkin krn lagi ngurusin kudanya kali... hehehehehehe
maklum d, Bupati kita SDM-nya terbatas banget, semoga beliau tanggap d sama hal-hal seperti yang anda kemukakan.
Goodluck buat semua
7
report abuse
vote down
vote up
December 21, 2008
Votes: +0
Votes: +0
Boléh juga nih diskusinya...........
8
report abuse
vote down
vote up
December 21, 2008
Votes: +0
Votes: +0
Bagus Meton,
Nampaknya sudah ketemu benang merahnya.
Sebagai Stakeholder terdekat, Pemda Loteng, wajar dan bahkan wajib berperan aktif Terkait Proyek Emaar, BIL dan KWE ini. Jangan diam saja...
Silahkan dilanjutkan diskusinya.
Nampaknya sudah ketemu benang merahnya.
Sebagai Stakeholder terdekat, Pemda Loteng, wajar dan bahkan wajib berperan aktif Terkait Proyek Emaar, BIL dan KWE ini. Jangan diam saja...
Silahkan dilanjutkan diskusinya.
9
report abuse
vote down
vote up
December 21, 2008
Votes: +0
Votes: +0
Assalamualaikum mamiq2 senanian,
Sudah menjadi rahasia umum akibat dari suatu modernisasi ada sisi positif dan negatifnya.Sama seperti munculnya BIL n Emaar.Saya sih setuju sekali.Sekarang masalahnya terletak pada kita2 ini, SDM, yg harus sejak dini sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi efek kejutnya, seperti kata miq jaelali.Tidak hanya cukup melalui diskusi2 aja seperti yg kita lakukan sekarang,tapi acting nya yg lebih utama.Saya lebih menggaris bawahi Sumber Daya Air dan Kelestarian Lingkungan,karena ini yg lebih menghajati rakyat banyak.Gimana kalo setiap KK di Lombok khususnya Loteng diwajibkan untuk menyumbang satu pohon.Pohon2 ini unt menggantikan perusakan hutan di Loteng.Ayo KS pelopori,tiang sanggup100 pohon kalo harganya 5000 hé hé
Sudah menjadi rahasia umum akibat dari suatu modernisasi ada sisi positif dan negatifnya.Sama seperti munculnya BIL n Emaar.Saya sih setuju sekali.Sekarang masalahnya terletak pada kita2 ini, SDM, yg harus sejak dini sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi efek kejutnya, seperti kata miq jaelali.Tidak hanya cukup melalui diskusi2 aja seperti yg kita lakukan sekarang,tapi acting nya yg lebih utama.Saya lebih menggaris bawahi Sumber Daya Air dan Kelestarian Lingkungan,karena ini yg lebih menghajati rakyat banyak.Gimana kalo setiap KK di Lombok khususnya Loteng diwajibkan untuk menyumbang satu pohon.Pohon2 ini unt menggantikan perusakan hutan di Loteng.Ayo KS pelopori,tiang sanggup100 pohon kalo harganya 5000 hé hé
10
report abuse
vote down
vote up
December 22, 2008
Votes: +0
Votes: +0
yapz kayaknya forum pemerhati pembangun lombok lebih di giatkan lagi.
well lombok harus maju. kita no 2 SDM dari bawah di Indonesia.
mari bersama- sama kita dukung pembangunan ntb namun juga memperhatikan dampak - dampak yang terjadi.
...
wassalam
well lombok harus maju. kita no 2 SDM dari bawah di Indonesia.
mari bersama- sama kita dukung pembangunan ntb namun juga memperhatikan dampak - dampak yang terjadi.
...
wassalam
11
report abuse
vote down
vote up
April 16, 2009
Votes: +0
Votes: +0
Write comment

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Kami memiliki 78 Tamu dan 1 Anggota online
- muzammi

