Jumat, September 03, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Kita Kekurangan Energi

Kolom Komunitas - BangJae

Lalu Muhamad Jaelani[Sasak.Org] Apa jadinya jika salah satu kebutuhan dasar untuk hidup ini tidak terpenuhi? apa jadinya jika energi untuk menjalani hidup ini tersedia dalam jumlah dan waktu yang terbatas? Itulah yang kini kami hadapi di era abad baru yang sudah amat modern ini. Kami tidak punya listrik. Anak anak sekolah tidak bisa tenang belajar gara gara listrik yang padam teramat sering. Para investor ragu untuk masuk kampung kami, juga gara graa listrik. Investor yang sudah kadung masukpun kini teriak. Tak cukupkah teriakan kami didengar oleh para petinggi kampung ini. Novotel Lombok yang berduitpun sudah 11 tahun menunggu janji, hanya untuk mendapatkan pasokan energi. Apalagi anak kampung di pelosok yang tak pernah mengerti mengapa lampu sedemikian sulit untuk menerangi waktu waktu belajar mereka.

Ah, rupaya itu masalahnya. Rupanya petinggi kampung ini kekurangan daya, PLN kampung kami ternyata defisit 20 MW ! pantas saja listrik kami tak ubahnya lampu kelap kelip yang bersahutan antara terang dan gelapnya malam. Pantas saja,  barang-barang elektronik seperti AC, kulkas, TV dan lain sebagainya  demikian gampang rusak!! hanya kerangkeng jangkrik kami saja yang bisa bertahan lama.! Lalu kemana para petinggi kampung ini yang telah kami pilih dengan biaya milyaran itu? Dimanakah janjimu tatkala pemilihan dulu, yang akan mendorong  (d) Percepatan pembangunan kelistrikan didaerah kami?

Maafkan daku wahai penggawa, aku lupa bahwa engkau telah berbuat, engkau telah menggelontorkan 6 Milyar untuk menangani masalah ini. Apakah ini juga masih janji?  ingatkah kau Selasa, 16 Desember 2008 waktu itu, kau janjikan untuk menangani masalah ini? Ah, itu baru 5 bulan!, aku dan rakyat jelata kampung ini masih bisa menunggu hasilnya, mungkin saja listrik itu masih tersangkut di ibu desa sana, butuh waktu lama untuk sampai di kampung kami.

Sementara PLN, PERUSAHAAN besar itu ternyata hanya pandai berkelit saja. Selain mengaku kekurangan 20 MW, mereka juga mengaku mengalami kerugian sebesar 1,3 triliun setahunnya, sementara  jumlah pemasukannya hanya Rp. 400 miliar saja. Halah, ini alasan lagi. Alasan terus.

Tak mau pusing, bukankah itu semua urusan kalian? kami sudah membayar kalian, memilih kalian untuk mengurusi masalah masalah di luar kepala bodoh kami.  Sudahlah, kini yang aku ingin adalah LISTRIK bisa terpenuhi, menyala terus menerus dengan harga standar seperti kampung sebelah. Kalau tidak, sekalian saja kami semua tidak menggunakan listrik. Kembalikan saja kami ke jaman batu, kami sudah siap!

Comments  

 
0 # M. Roil Bilad 2009-04-22 15:01
Milih mana ya.... masang listrik PLN atau pelihara sapi saja, nanti biogasnya dijadikan listrik. Tp opsi kedua ini repot.... Kapan yah menulis itung-itungan tentang Opsi ke-dua ini?? Yg jelas ini salah satu alternatif.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # M. Roil Bilad 2009-04-22 15:02
Rupanya ada kolumnis baru.... alhamdulillah jadi tambah ramai....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # lmajelani 2009-04-22 21:28
Itu ada sapinya dibawah UFO
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # lmjaelani 2009-04-22 21:31
Harus ada kebijakan besar besaran untuk mengatasi masalah ini, kalau PEMDA hanya mengucurkan 6 Milyar untuk PLN, itu tidak ada artinya bagi PLN. Mereka itu sudah rugi 1,3 trilyun pertahun.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # andalose putra 2009-04-23 00:58
info yang menarik,terbukt i di areal pujut saja pasokan untuk mendapatkan cahaya lampu neon masih minim sekali
sudah dari zaman dahulu kami yang di pelosok mengharapkan adanya
nyala lstrik pi sampai sekarang pun belum tersampaikan
dari pada mikir listrik masuk kampung mungkin alternatip ke dua
bisa di kontribusikan cara penggunaan nya
dan mari berlomba memilahara ternak sebanyak-banyaknya daripada
memikirkan lampu neon yang tidak kunjung tiba
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # muhammad hafiz 2009-04-23 01:39
Di kampungku,daera h pujut sana sih dah masuk listrik,cuma ya kasusnya gak beda2 amat,hidup segan matipun tak mau,jadi sampai sekarang bundaku belum masang juga,maunya sih ikut gabung gitu tapi kalu ngadat2 mulu ngapain?rugi mton,mending pakai lampu tempel lagi.berembe miq?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # eM$Ho 2009-04-23 14:55
Berbicara Listrik, kt tdk tau salahnya siapa, katanya daftar tunggu PLN mencapai 150.000 orang lebih sedangkan data di Pemda sejumlah 70.000 orang. Tapi herannya kalau ada pihak2 tertentu yang membangun rumah.ruko dllnya kok listriknya cepat sekali nyala.... Katanya PLN rugi terus 1,3 trilyun setahun, tapi kok gaji dan penghasilan pegawai PLN aduhai besaaaaaaarnya..... Sekarang pihak PLN Wilayahy NTB. melalui Manager Niaga, ungkap janji lagi. Tahun 2009 akan nambah daya lagi sebanyak 5 MW. Sedangkan program th, 2008 telah menambah 35 MW, dg rincian 10 MW utk Mataram, 15 MW utk Sistem Lombok serta Sumbawa dan Bima masing-masing 10 MW. Program th 2008 itu belum dilaksanakan karena katanya... terkendala proses lelang.. Selain itu upaya lain PLN adalah dg membangun mesin pembangkit PLTU di Kebun Ayu, Jeranjang Lobar saat ini sudah mulai di keruk.
Namkun demikian, penduduk NTB baru akan terpenuhi semua kebutuhannya pada tahun 2010 mendatang...Betul ndak....Gimana yaaaa.... kalau listrik mati ( di Mataram tiap 3-4 hari listik mati) tidak ada sangsi bagi PLN tapi kalau pelanggan telat bayar sehari saja, sudah di putus... Adil ndak PLN................................
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 58 Tamu online

Login Form

Kosakata Hari Ini

Sasak Lebung

Sasak Lebung adalah ungkapan yang diberikan kepada individu sasak yang fanatik dan rapuh disaat yang sama, sehingga mudah dieksploitasi untuk kepentingan tertentu. Lihat juga : sasak lebung pada kolom hjunep
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

ShoutMix chat widget

Komentar Terbaru