Minggu, Maret 14, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Kita Kekurangan Energi

Kolom Komunitas - BangJae

Lalu Muhamad Jaelani[Sasak.Org] Apa jadinya jika salah satu kebutuhan dasar untuk hidup ini tidak terpenuhi? apa jadinya jika energi untuk menjalani hidup ini tersedia dalam jumlah dan waktu yang terbatas? Itulah yang kini kami hadapi di era abad baru yang sudah amat modern ini. Kami tidak punya listrik. Anak anak sekolah tidak bisa tenang belajar gara gara listrik yang padam teramat sering. Para investor ragu untuk masuk kampung kami, juga gara graa listrik. Investor yang sudah kadung masukpun kini teriak. Tak cukupkah teriakan kami didengar oleh para petinggi kampung ini. Novotel Lombok yang berduitpun sudah 11 tahun menunggu janji, hanya untuk mendapatkan pasokan energi. Apalagi anak kampung di pelosok yang tak pernah mengerti mengapa lampu sedemikian sulit untuk menerangi waktu waktu belajar mereka.

Ah, rupaya itu masalahnya. Rupanya petinggi kampung ini kekurangan daya, PLN kampung kami ternyata defisit 20 MW ! pantas saja listrik kami tak ubahnya lampu kelap kelip yang bersahutan antara terang dan gelapnya malam. Pantas saja,  barang-barang elektronik seperti AC, kulkas, TV dan lain sebagainya  demikian gampang rusak!! hanya kerangkeng jangkrik kami saja yang bisa bertahan lama.! Lalu kemana para petinggi kampung ini yang telah kami pilih dengan biaya milyaran itu? Dimanakah janjimu tatkala pemilihan dulu, yang akan mendorong  (d) Percepatan pembangunan kelistrikan didaerah kami?

Maafkan daku wahai penggawa, aku lupa bahwa engkau telah berbuat, engkau telah menggelontorkan 6 Milyar untuk menangani masalah ini. Apakah ini juga masih janji?  ingatkah kau Selasa, 16 Desember 2008 waktu itu, kau janjikan untuk menangani masalah ini? Ah, itu baru 5 bulan!, aku dan rakyat jelata kampung ini masih bisa menunggu hasilnya, mungkin saja listrik itu masih tersangkut di ibu desa sana, butuh waktu lama untuk sampai di kampung kami.

Sementara PLN, PERUSAHAAN besar itu ternyata hanya pandai berkelit saja. Selain mengaku kekurangan 20 MW, mereka juga mengaku mengalami kerugian sebesar 1,3 triliun setahunnya, sementara  jumlah pemasukannya hanya Rp. 400 miliar saja. Halah, ini alasan lagi. Alasan terus.

Tak mau pusing, bukankah itu semua urusan kalian? kami sudah membayar kalian, memilih kalian untuk mengurusi masalah masalah di luar kepala bodoh kami.  Sudahlah, kini yang aku ingin adalah LISTRIK bisa terpenuhi, menyala terus menerus dengan harga standar seperti kampung sebelah. Kalau tidak, sekalian saja kami semua tidak menggunakan listrik. Kembalikan saja kami ke jaman batu, kami sudah siap!

Trackback(0)
Comments (7)add comment
M. Roil Bilad: ...
Milih mana ya.... masang listrik PLN atau pelihara sapi saja, nanti biogasnya dijadikan listrik. Tp opsi kedua ini repot.... Kapan yah menulis itung-itungan tentang Opsi ke-dua ini?? Yg jelas ini salah satu alternatif.
1

report abuse
vote down
vote up
April 22, 2009
Votes: +0
M. Roil Bilad: Uppsss
Rupanya ada kolumnis baru.... alhamdulillah jadi tambah ramai....
2

report abuse
vote down
vote up
April 22, 2009
Votes: +0
Itu ada sapinya dibawah UFO smilies/grin.gif
3

report abuse
vote down
vote up
April 22, 2009
Votes: +0
Harus ada kebijakan besar besaran untuk mengatasi masalah ini, kalau PEMDA hanya mengucurkan 6 Milyar untuk PLN, itu tidak ada artinya bagi PLN. Mereka itu sudah rugi 1,3 trilyun pertahun.
4

report abuse
vote down
vote up
April 22, 2009
Votes: +0
andalose putra: ... http://yahoo.com
info yang menarik,terbukti di areal pujut saja pasokan untuk mendapatkan cahaya lampu neon masih minim sekali
sudah dari zaman dahulu kami yang di pelosok mengharapkan adanya
nyala lstrik pi sampai sekarang pun belum tersampaikan
dari pada mikir listrik masuk kampung mungkin alternatip ke dua
bisa di kontribusikan cara penggunaan nya
dan mari berlomba memilahara ternak sebanyak-banyaknya daripada
memikirkan lampu neon yang tidak kunjung tiba
5

report abuse
vote down
vote up
April 22, 2009
Votes: +0
ibnbadrie: ...
Di kampungku,daerah pujut sana sih dah masuk listrik,cuma ya kasusnya gak beda2 amat,hidup segan matipun tak mau,jadi sampai sekarang bundaku belum masang juga,maunya sih ikut gabung gitu tapi kalu ngadat2 mulu ngapain?rugi mton,mending pakai lampu tempel lagi.berembe miq?
6

report abuse
vote down
vote up
April 22, 2009
Votes: +0
Berbicara Listrik, kt tdk tau salahnya siapa, katanya daftar tunggu PLN mencapai 150.000 orang lebih sedangkan data di Pemda sejumlah 70.000 orang. Tapi herannya kalau ada pihak2 tertentu yang membangun rumah.ruko dllnya kok listriknya cepat sekali nyala.... Katanya PLN rugi terus 1,3 trilyun setahun, tapi kok gaji dan penghasilan pegawai PLN aduhai besaaaaaaarnya..... Sekarang pihak PLN Wilayahy NTB. melalui Manager Niaga, ungkap janji lagi. Tahun 2009 akan nambah daya lagi sebanyak 5 MW. Sedangkan program th, 2008 telah menambah 35 MW, dg rincian 10 MW utk Mataram, 15 MW utk Sistem Lombok serta Sumbawa dan Bima masing-masing 10 MW. Program th 2008 itu belum dilaksanakan karena katanya... terkendala proses lelang.. Selain itu upaya lain PLN adalah dg membangun mesin pembangkit PLTU di Kebun Ayu, Jeranjang Lobar saat ini sudah mulai di keruk.
Namkun demikian, penduduk NTB baru akan terpenuhi semua kebutuhannya pada tahun 2010 mendatang...Betul ndak....Gimana yaaaa.... kalau listrik mati ( di Mataram tiap 3-4 hari listik mati) tidak ada sangsi bagi PLN tapi kalau pelanggan telat bayar sehari saja, sudah di putus... Adil ndak PLN................................
7

report abuse
vote down
vote up
April 23, 2009
Votes: +0

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

security image
Write the displayed characters


busy


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 38 Tamu online

Revolver Map

Login Form

Kosakata Hari Ini

Pemban Selaparang

Pemban Selaparang adalah orang yang dipilih untuk menuntun dan mengusahakan kesejahteraan bersama. Rahayu Pemban Selaparang berarti Selamat Sejahtera Pengemban Amanat Rakyat.
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

AISC-Taiwan

Annual Indonesian Scholar Conference in Taiwan