Ditulis oleh lmjaelani Jumat, 24 April 2009 17:40
Dari mana ? dari NTB ya? saya kira kamu dari Lombok...
Lombok itu di mananya mataram ya?
kamu orang NTB, kok tidak item, keriting?
[Sasak.Org] Sampai saat ini, masih saja kita temukan kekacauan dan tertukarnya penamaan NTB dengan NTT atau munculnya NTB (hanya) sebagai ekor dari BALI. Malah saya sering sekali mendengar orang memplesetkan NTB menjadi Nasib Tergantung Bali. Mohon maaf sebelumnya, tulisan ini tidak bermaksud apa apa, hanya sekedar ingin menempatkan Posisi NTB apa adanya, sesuai dengan yang memang seharusnya.
Kekacauan ini, kalau boleh saya menyebutnya demikian, tak lepas dari perjalanan tiga propinsi di NUSA kecil ini. Sebelum terbentuknya Propinsi Bali, NTB dan NTT, memang dahulu ketiga propinsi ini adalah satu, yakni Propinsi Nusa Tenggara. Namun setelah keluarnya UU 64 TAHUN 1958 (64/1958) tetang PEMBENTUKAN DAERAH-DAERAH TINGKAT I BALI, NUSA TENGGARA BARAT DAN NUSA TENGGARA TIMUR, maka Propinsi Nusa Tenggara sudah tidak ada, dan Nusa Tenggara Barat atau yang disingkat NTB atau di inggriskan menjadi West Nusa Tenggara adalah salah satu dari 3 propinsi baru itu, yang berbeda dari BALI maupun NTT.
Mari kita lihat salah satu bentuk kesalahan yang masih sering terjadi. Sebuah Media Nasional, bahkan merupakan salah satu media terbesar di tanah air ini masih saja melakukan kecerobohan dengan menuliskan NTB sebagai Nusa Tenggara Timur. Kesalahan seperti ini, bisa kita temukan di berbagai media nasional, tidak hanya di MEDIA INDONESIA yang dijadikan contoh berikut.

Seharusnya, sejak tanggal 14 Agustus 1958, sejak dikeluarkannya UU 64/1958 yang ditanda tangani oleh Presiden SOEKARNO, Menteri Kehakiman G.A. MAENGKOM dan Menteri Dalam Negeri SANUSI HARDJADINATA, kekeliruan ini semacam ini tidak perlu terjadi. Karena ini menyangkut identitas sebuah wilayah, identitas rakyat Bumi Gora. Atau jangan jangan semua ini adalah kesalahan kita, yang lemah dan selalu "merasa wajar" terpinggirkan dalam percaturan kehidupan bernegara. Lantas siapakah yang harus meluruskan? PEMDA atau kita?.
Ah .. apalah arti sebuah nama, jika yang punya saja tidak peduli.

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
Semethon-semethon leq Lentek, daweg, rau'n bae gawah-gawah lauq siku adin sere sempurne gering. Upay...
By Arya
Sabotase Listrik saat Warga Ta...
umat Islam yang lain kok gak ada respon, orang macam ini nih yang seharusnya diganyang.
By Nietha
Maulid Adat di Desa Sesait, Ke...
Maaf mas dan mba yang berasal dari desa sesait, minta pertolongan yg ikhlas dari anda semua. saya se...
By arie mahendra
BUDIDAYA TEMBAKAU VIRGINIA DI ...
replied for #MRB Saya sedang menjalani project mengenai tembakau d kota Lombok, kalau boleh saya min...
By Ryan AP
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
sukuri yg sudah diberi, tidak mustahil pulau lombok akan kering bila tidak kita jaga
By hari
Pemkab Lotim Ajukan Harga Dasa...
Kami mohon kepada Pemerintah jangan siksa kami (petani tembakau) kami capek begini terus. Minyak ind...
By Ahmad Afandi
PEMBELI ADALAH RAJA, PENJUAL A...
Semeton, pade inget-inget cerite dengan toak laek,
By Aji Turmudzi
PEMBELI ADALAH RAJA, PENJUAL A...
Bgitu banyak kita bicara Semeton tentang kesasakan kita, tapi kita tidak pernah banyak berbuat, bahk...
By Aji Turmudzi
Teknologi Distilator Surya Unt...
perfect hbis penjelasan nya tapi klw bisa gambarnya di perjelas..... biar aq bisa belajar lebih bany...
By alan songge
Kiat Menghindari Penurunan Pro...
knp yah... itik sy g mau btelur ??? dari 125 itik telurnya kadang cuman 2 butir / hari. apa ada paka...
By one


Comments
J: dari mana? ...
L: lombok,
J: oh.. mbali lombok
L: bukan, NTB
J: oh.. NTT
kayaknya kebiasaan ini akan hilang kalo sudah jadi Propinsi Lombok.
berembe meton ?
Kalau saya berfikir positif saja, bukan salah orang Lombok yang tidak bisa mempopulerkan keberadaan diri mereka, tapi hasil pelajaran geografi merekalah yang mesti dipertanyakan...
Tapi diluar itu semua, yang ditekankan di tulisan ini bukan identitas pribadi, apalgi fisik. Melainkan Indentitas Propinsi kita, pantas saja NTB selalu menjadi nomor 2 atau 3 dari belakang, bukan karena memang prestasi kita yang segitu, tapi karena orang gak mengenal kita.
Kalau saya perhatikan, design websitenya sangat berambisi nyontek websitenya Barrack Obama, tapi ternyata kemampuan designer perusahaan sekelas Media Indonesia cuman segitu doang, huehuehiuheiuhe iuhiehe.
" dari mana bu...?"
" dari Lombok"
" lombok itu sebelah mananya bali...?"
malah pernah ada yang tanya gini:
"lombok itu kalimantan mana.....?" (ya ampun.......)
" o.... Lombok. koq ndak hitam ya........"
selalu begitu...lalu saya selalu menjawab:
"ya orang lombok contohnya saya ini...."
nyebelin banget klo pas ketemu ma orang yang spt itu. Ya klo yang bilang org awam, tapi nih orang dari kalangan ilmiah bo. Nyebelin banget kan?
padahal jak bedeng tiang..
ibu tiang te paran dengan chine.. manado padahal jak dengan kembang kuning tanjung teros let.
Mudah2an seleke luek dengan lombok sak maju dit sukse sehingge bau jari Lombnok te kenal lek duah..
Cuman agak miris memang, kalo di luar propinsi ato luar negri kita masih harus nerangin pulau kita sbg "the island next to Bali". Tapi saya rasa kita ga perlu terlalu berkecil hati. Blm terlalu populernya pariwisata kita justru menjaga reputasi Lombok sbg virgin island, pulau yg tak tersentuh, natural, dsb. Ini yang membuat lombok punya kelompok penggemar fanatik sendiri di kalangan traveller. Kalau menurut saya, pariwisata di Bali & Lombok itu memang ga bisa dibandingkan, keduanya menawarkan karakteristik yg berbeda dengan target yg punya preferensi berbeda juga. Di tempat kerja saya sendiri, banyak sekali teman2 expart yang setelah ke lombok justru lupa sm Bali, tapi banyak juga yg lebih suka Bali karna happeningnya.
For me, I like Lombok as it is...
Yang lucu lagi, justru klo bertemu dengan orang belanda, terutama yang agak sepuh mereka tahu kalau NTB itu terdiri dari dua pulau besar Lombok dan Sumbawa. Ketika saya tanya, kok bisa tahu sih sementara orang indonesia sendiri malah gak tahu. Dia bilang, tahu dari pelajaran geografi pas SD dulu.
Well.... sebenarnya klo terlalu sarkasme untuk dibilang memalukan... harusnya ini menyedihkan. Sebagai sebuah provinsi, semestinya NTB dikenal secara baik oleh masyarakat indonesia.
Pertanyaannya, mengapa kok sering terjadi kesalahan?
Jawabannya sederhana, pelajaran geografi-nya kurang bagus (dari sisi orangnya), atau NTBnya emang gak layak dikenal (dari sisi NTB-nya sendiri).
Selanjutnya apa?-->
(1) Maksain orang belajar geografi, atau
(2) memperkenalkan NTB.
Opsi pertama tentu saja kita tidak bisa lakukan, yang bisa kita perjuangkan adalah opsi kedua. Lalu bagaimana memperkenalkan NTB.
(1) Bikin keonaran, atau
(2) bikin prestasi.
Seperti pepatah arab, kalau ente mau terkenal kencingi aja sumur zam-zam, cuman mesti siap di tabokin. Becanda, Gak mungkin lah, ini malah harus dihindari. Kita justru harus membangun pencitraan yang positif.
Well.... jika kita ingin mempopulerkan NTB tentu saja dengan cara yang baik dan benar, alias berprestasi. Ada korelasi proporsional antara berprestasi dan dikenal.
Saya kasih contoh real, gorontalo yang notabene provinsi baru, cukup dikenal oleh masyarakat, itu karena segudang prestasi yang dicapainya dalam waktu singkat.
Jadi jangan heran kalau orang tidak kenal NTB, wong prestasinya apa?????? Oh iya ada, lombok banyak dikenal dimalaysia karena banyak sekali TKI asal lombok. Dan malay-malay itu tahu betul kalau lombok itu ada di NTB.
Adalah tugas pemprov dan instansi-instansi terkait, dan masyarakat yang harus mempopulerkanny a. Saya pribadi beranggapan tugas ini adalah keniscayaan bagi pelaku bisnis pariwisata.
Jangan hanya jadi oportunis bung.....
RSS feed for comments to this post.