Ditulis oleh lmjaelani Jumat, 29 Mei 2009 10:28
[Sasak.Org] Sore itu, seperti biasanya anak anak kecil di desa kami, berkumpul di lapangan tengah kampung, yang tak lain adalah tanah kosong milik Pak Kadus. Sebelumnya, tanah kosong ini adalah rumah tua yang tidak ada penghuninya. Saat itu, diriku hanya bisa menyaksikan puing puing bekas reruntuhan yang tersisa. Masyarakat disini kemudian meratakannya dan menjadikannya sebagai tempat bermain anak anak desa ini.
Sebagai anak desa, rutinitas permainan seperti ini menjadi demikian menarik. Inilah saat saat terindah bagiku untuk bisa merasakan kebebasan bersenang senang. Tak ada rasa jenuh, apalagi stress. Dari sekian banyak permainan seru khas anak desa, bermain layangan menjadi daya tarik tersendiri bagiku. Bisa meraut bambu, menimbangnya dengan benang, menempelkan plastik tipis bekas kresek krupuk atau bungkus tembakau adalah salah satu kegiatan pendahuluan sebelum akhirnya mencoba menerbangkannya. Ya, layanganku terbang mengaduk aduk awan tipis, bergerak lincah kesana kemari. Ini adalah kebanggaan terbesar anak desa ini, bisa menerbangkan layangan hasil kreasi sendiri!
Menginjak tahun tahun terakhir di sekolah dasar, ingin sekali diri ini bisa membuat sesuatu yang lebih dari sekedar layang layang. Entahlah, inspirasi dari bangku SD terasa sangat tak mencukupi. Satu satunya buku paling ilmiah yang ada adalah buku pelajaran IPA, tertutama buku pelengkapnya: LKS. Selalu ada saja yang bisa dipraktekkan di rumah, dari membuat magnet dari kumparan yang dialiri listrik, membuat listrik dari magnet yang digerak gerakkan, membuat penggaris bermedan magnet dengan menggosok gosokkannya dikepala sampai membakar kertas dengan kaca pembesar! khusus kaca pembesar ini, aku beli dengan harga Rp.100 dari seorang kakak kelas. ia merupakan senjata andalanku yang tak pernah mau kulepas walau ditukar dengan satu ikat tebu manis. Ia menjadi demikian berharga, karena aku bisa membakar kertas, sampah daun dan untung rokok tanpa perlu korek dan mata api. Tentu saja, tetap dengan bantuan sang mentari.
Tapi itu tidak cukup, semangat membara untuk mencoba coba menjadi penemu kecil kecilan rasanya tidak tertahankan. Sampai akhirnya diri ini menemukan hal baru: termenung memandangi bulan purnama di atas langit hitam sana.Suatu saat nanti, ketika penduduk desa ini telah sesak oleh manusia, harus ada diantara kami yang transmigrasi ke bulan itu. Malam malam pertengahan dipertengahan bulan, ketika bulan muncul dengan sempurnanya, menjadi malam yang sangat mengasyikkan. Setiap memandangnya, senyum kecilku selalu tak bisa disembunyikan. Jika tidak ada anak desa ini yang mau tinggal di bulan itu, Aku akan mendaftarkan diri ke kantor desa, menjadi rombongan pertama para transmigran ke bulan.Betapa dadaku ini selalu berdebar setiap memandangnya, kuingin segera menemukan pengumuman transmigrasi itu secepatnya, di kantor desa!
Taiwan, 21 Nopember 2008

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Kosakata Hari Ini
Empit
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
Semethon-semethon leq Lentek, daweg, rau'n bae gawah-gawah lauq siku adin sere sempurne gering. Upay...
By Arya
Sabotase Listrik saat Warga Ta...
umat Islam yang lain kok gak ada respon, orang macam ini nih yang seharusnya diganyang.
By Nietha
Maulid Adat di Desa Sesait, Ke...
Maaf mas dan mba yang berasal dari desa sesait, minta pertolongan yg ikhlas dari anda semua. saya se...
By arie mahendra
BUDIDAYA TEMBAKAU VIRGINIA DI ...
replied for #MRB Saya sedang menjalani project mengenai tembakau d kota Lombok, kalau boleh saya min...
By Ryan AP
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
sukuri yg sudah diberi, tidak mustahil pulau lombok akan kering bila tidak kita jaga
By hari
Pemkab Lotim Ajukan Harga Dasa...
Kami mohon kepada Pemerintah jangan siksa kami (petani tembakau) kami capek begini terus. Minyak ind...
By Ahmad Afandi
PEMBELI ADALAH RAJA, PENJUAL A...
Semeton, pade inget-inget cerite dengan toak laek,
By Aji Turmudzi
PEMBELI ADALAH RAJA, PENJUAL A...
Bgitu banyak kita bicara Semeton tentang kesasakan kita, tapi kita tidak pernah banyak berbuat, bahk...
By Aji Turmudzi
Teknologi Distilator Surya Unt...
perfect hbis penjelasan nya tapi klw bisa gambarnya di perjelas..... biar aq bisa belajar lebih bany...
By alan songge
Kiat Menghindari Penurunan Pro...
knp yah... itik sy g mau btelur ??? dari 125 itik telurnya kadang cuman 2 butir / hari. apa ada paka...
By one


Comments
Nanti kalau pengumuman di kantor desa sudah keluar, tulung saya dikirimi wesel.
Mudah mudahan pengumuman ino jelap sugul.
RSS feed for comments to this post.