Ditulis oleh Administrator Rabu, 01 Juli 2009 10:51
Kolom Komunitas - Le Wharid Rakhmana
[Sasak.Org] Menjelang Pilpres 2009 semua Partai Politik dan tim sukses sudah mulai ambil ancang-ancang, mulai dari memasang spanduk, umbul-umbul, bendera sampai stiker dan pamflet. Dampak positif dari Pilpres ialah berputarnya uang dalam jumlah yang besar dan relatif lebih cepat. Pendapatan para tukang jahit meningkat drastis. Tukang sablon kaos, baju, spanduk, bendera, jaket, pamflet, stiker dan topi juga kebagian rejeki. Belum termasuk para penjual jasa-jasa lain yang tak terkait erat dengan kampanye. Pembelanjaan masing-masing Partai dan tim sukses untuk keperluan iklan pada masa kampanye memberikan sumbangan yang tak kecil bagi pendapatan perusahaan media cetak, televisi, radio dan internet. Artispun banyak mendapat order. Pada gilirannya, penerimaan pajak negarapun bisa dipastikan meningkat, Seharusnya…
Selain pengaruh positif pada sisi ekonomi, Pemilu ternyata juga memberikan warna kecerian tersendiri. khususnya bagi masyarakat kalangan bawah, baik orang tua maupun anak-anak. Masyarakat kalangan bawah yang Notabene disebut kaum “pinggiran” tampak ceria melihat kampanye. Pinggiran maksud saya di sini adalah Pinggiran dalam artian yang sebenarnya, karena mereka hanyalah penonton arak-arakan dari pinggir ruas jalan.
Saya masih ingat sekali pada Pemilu sebelumnya di Praya, di tengah sengatan terik matahari, anak-anak dengan hanya bersandal jepit dan baju lusuh begitu melihat rombongan yang lewat berteriak-teriak senang. Sambil melambaikan bendera yang mereka punyai. Apalagi kalau konvoipara pendukung salah satu calon yang lewat menyuguhkan tontonan atraktif. Tambah senanglah hati mereka. Baginya tak masalah partai, tim sukses siapapun yang lewat. Warnanya mau kuning, biru, hijau, putih, merah atau warna-warni yang lainnya. Toh simbol warna-warni yang mereka miliki juga hasil pemberian, bukannya membeli. Asal bisa menyenangkan hati anak-anak kecil itu, ya sudah.
Bila rombongan telah lewat, anak-anak itu dengan sabar menunggu sambil duduk bergerombol. Si Bahri yang ingusnya keluar sambil menarik-narik kolornya ke atas. Si Getoh berkaos merah tanpa celana berlari ke sana kemari. Si Sapi’i berkaos putih dekil dengan kepala diikat pita merah, duduk sambil menghisap es mambo. Para orang tua mereka juga duduk-duduk disepanjang trotoar, dengan hanya mengenakan daster yang sudah pudar warnanya, mereka bercengkrama satu dengan yang lainnya sambil menunggui anak-anak mereka.
Lewat tontonan gratis berupa kampanye di jalanan, kaum ibu-ibu merasa senang karena anak-anaknya bersuka-cita tanpa merengak minta mainan ini dan itu. Kecerian yang diperoleh nyaris tanpa ongkos. Paling-paling modal topi, payung dan sedikit minuman pelepas dahaga. Itupun sudah cukup. Benar-benar sebuah keceriaan masal yang berharga murah. Kaum pinggiran yang sering dikatakan sebagai orang-orang yang kurang pendidikan, miskin, buta politik, dan golongan yang mudah “terbeli”, begitu ceria melihat kampanye. Sementara itu orang seperti saya ini hanya bisa memperhatikan mereka tanpa bisa “membelikan” apa-apa. Memberikan sedikit keceriaanpun belum tentu bisa.

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Kosakata Hari Ini
Sasak Lebung
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
Semethon-semethon leq Lentek, daweg, rau'n bae gawah-gawah lauq siku adin sere sempurne gering. Upay...
By Arya
Sabotase Listrik saat Warga Ta...
umat Islam yang lain kok gak ada respon, orang macam ini nih yang seharusnya diganyang.
By Nietha
Maulid Adat di Desa Sesait, Ke...
Maaf mas dan mba yang berasal dari desa sesait, minta pertolongan yg ikhlas dari anda semua. saya se...
By arie mahendra
BUDIDAYA TEMBAKAU VIRGINIA DI ...
replied for #MRB Saya sedang menjalani project mengenai tembakau d kota Lombok, kalau boleh saya min...
By Ryan AP
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
sukuri yg sudah diberi, tidak mustahil pulau lombok akan kering bila tidak kita jaga
By hari
Pemkab Lotim Ajukan Harga Dasa...
Kami mohon kepada Pemerintah jangan siksa kami (petani tembakau) kami capek begini terus. Minyak ind...
By Ahmad Afandi
PEMBELI ADALAH RAJA, PENJUAL A...
Semeton, pade inget-inget cerite dengan toak laek,
By Aji Turmudzi
PEMBELI ADALAH RAJA, PENJUAL A...
Bgitu banyak kita bicara Semeton tentang kesasakan kita, tapi kita tidak pernah banyak berbuat, bahk...
By Aji Turmudzi
Teknologi Distilator Surya Unt...
perfect hbis penjelasan nya tapi klw bisa gambarnya di perjelas..... biar aq bisa belajar lebih bany...
By alan songge
Kiat Menghindari Penurunan Pro...
knp yah... itik sy g mau btelur ??? dari 125 itik telurnya kadang cuman 2 butir / hari. apa ada paka...
By one


Comments
bener kata kjnda LWR nike... masyarakat dalam segi ekomini mengalami perubahan sementara. partai-partai memberikan job bagi pengusaha percetatan serperti baju, stiker, baliho dll..
masyaraktpun juga, masih saja ada partai atau caleg mau membagikan sembako ..membangun pasilitas masyarakat atas nama golongan..
mungkin hal ini lah dampat positif sesaat yang rakyat rasakan..
Dampak negatifnya ialah Kita di sampahi oleh partai-partai..
mari kita lihat.. bendera sepanduk tempapng di mana, di jalan di lorong dan gengorong penuh dengan cap, stiker dan lain menempel bebas dimana saja mereka mau...
al hasil tiang yang listrik pun sudah di sulap menjadi tiang bendera partai.. tulisan petunjuk jalan " KEKIRI JALAN TERUS " DI tempeli stiker caleq.. gang atau boq di pinggir jalan yang tdinya terlihat berish terkorori dengan bekas tempelan stiker . .
aduh mw jadi apa lingkungan kalau demikian realitanya...
mari kita bersama, sama sadar dan tahu hal apa yang harus kita lakukan jika salah satu di antara kita adalah tim kampaye. upaya jangan terjadi hal semacam ini..
terimakasih
Ayo dukung wharid buat Loteng 1.
kurang kudanya saja
Teman kelasmu
Jen
RSS feed for comments to this post.