Jumat, Juli 30, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Korban Sasak Korban!

Hazairin R. Junep[Sasak.Org] Gonjang ganjing Ujian Nasional yang dirancang oleh manusia keblinger itu akhirnya diharamkan juga oleh Mahkamag Agung sesudah banyak menelan korban di seluruh tanah air. Korban tidak lulus dan bunuh diri tidak seberapa dibandingkan dengan korban lulus dengan cara culas. Mereka yang lulus dengan bantuan SMS, joki dan bahkan guru mereka sendiri membisikkan, menuliskan jawaban dipapan dan mengganti jawaban setelah selesai ujian agar mencapai skor minimal adalah kejadian yang mengerikan dan berdampak pada rusaknya karakter anak bangsa. Mereka ini akan menyepelekan nilai nilia kedisiplinanan dan keilmuwan. Lebih jauh lagi kelak mereka akan menjadi penipu dan korup karena telah berhasil memperdaya negara dengan sokongan para guru oportunis .

Para akhli pendidikan banyak menyoroti Ujian Nasional tapi tak berdaya karena ini adalah ajang gengsi gengsian dan ajang bisnis yang menguntungkan bagi fihak fihak tertentu. Ujian nasional telah berubah jadi kenduri nasional sehingga setiap penyelenggaraan ada banyak berkat yang bisa dibawa pulang. Bagi para paedagog, pendidikan adalah usaha paling mendasar dalam rangka membangun lalu memperkuat dan menjaga karakter anak bangsanya. Bagi para oportunis yang berlabel guru dan jajaran diknasnya pendidikan adalah bisnis dimana mereka dapat gaji sebagai pegawai dan uang tambahan dengan mengadakan les untuk mengejar nilai UN. Para guru tidak perlu mengajar optimal karena hanya akan merugikan diri dari segi finansial. Dengan tidak tercapainya kurikulum mengajar para oportunis punya kesaktian untuk mengerahkan murid ikut les tambahan. Disekolah murid diperas agar membayar uang les. Buku harus beli disekolah karena pedagang memberi komisi jor joran pada guru. Lembaga bimbingan belajar yang lebih siap menggodok murid menghadapi soal juga memberi persen atau bonus kepada guru yang mengirim murid kesana. Enak sekali menjadi guru tidak perlu kerja keras dapat honor dari mana mana. Inilah sebabnya begitu banyak orang yang lulus dari universitas berbalik arah melirik profesi guru yang oportunis ini. Sekolah telah berubah jadi industri pendidikan yang harus meberi keuntungan finansial semata.

Guru kami dimasa lalu adalah pengabdi sejati yang mengajarkan impian impiannya akan kemulian anak bangsanya dimasa depan. Impian akan kemajuan diberbagai bidang dengan akhlak mulia terus ditanamkan tiap mengajar. Kami hanya berbekal mencongak, bahasa dan akidah yang kuat. Karakter yang dibangun dengan niat yang jelas menelurkan manusia tangguh yang langusng bertaraf internasional. Guru kami tidak mengubah bahasanya dengan sok pinter berbahasa macam macam tapi bahasanya jelas dari kalbu. Baik buruk diajarkan diantara nilai kebenaran yang mutlak. Hidup ini sangat singkat untuk ber buat hal bodoh tetapi sangat panjang dan lama bila didisi oleh rasa cinta dan kasih sayang kepada semua makhluk. Beranilah melakukan revolusi dalam hidupmu dan ikutlah apa kata hati nuranimu. Dan revolusi terbesar atas diri yang ditempa oleh guru dasan yang tak tahu apa yang dilakukan orang dijakarta, boro boro masalah internasinal itu adalah berserah diri dan bergantung hanya pada tali Allah!. Sesungguhnya hidup itu kita mulai dari sana.

Hari hari ini kita sibuk membagi daging korban sebelumnya ada tiga juta muslim dunia melempar lempar syaiton dalam berjumrah. Kisah Ibrahim AS yang diperintahkan mengorbarkan anaknya agar disembelih tidaklah mentah mentah ditelan oleh murid yang telah berani berevolusi. Ibrahim tentu tidak bodoh dan Allahpun tidak ingin kita bodoh selama 4000 tahun ini! Kembali kepada revolusi diri yang hanya bergantung pada tali Allah itu, maka selain dari itu tiada artinya! Hanya Allah yang terpenting, oleh karenanya kenali Allah dengan seksama lewat revolusi diri yang membelah dada sendiri, menguliti otak sendiri dan mencari tahu akan diri yangs esungguhnya. Ketika kita sudah mengenali diri dengan baik maka kita akan mengenal Allah sebab Dia lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Korbankan dan sembelihkan semuanya demi Allah. Korbankan anak, istri, harta dan hidupmu dengan memasang niat bahwa sesungguhnya hidupku, shalatku dan matiku hanya kupersembahkan untuk Allah.

Pintu pintu syaiton ada banyak sekali antara lain adalah anak, istri dan harta. Yang paling berharga bagi manusia bahkan manuisa yang paling primitif sekalipun adalah anak bukan?. Nah sanggupkah kita mengorbankan harta terpenting kita untuk Allah?. Sanggup tentu saja, sebab Allah tidak mungkin menginginkan kita membunuh anak sendiri, melainkan ingin menguji kita sejauh mana kekuatan kita menjadi manusia pilihan yang ditunjuk jadi Khalifah di bumiNYA. Hanya manusia paling tangguhlah yang dapat berbuat adil.

Dizaman ini kita mengalami degradasi moral yang luar biasa, sehingga harta terpenting manusia berupa anak telah disia siakan begitu rupa. Niat yang salah dan ketakutan merevolusi diri membawa orang yang paling terhormat menjadi biang keladi kehancuran semua bangsa. Guru yang telah berubah jadi oportunis membawa anak bangsanya keliang lahat kehancuran. Para oportunis ini menyembelih anaknya karena mengira Nabi Ibrahim benar benar mengasah belati untuk menggorok anaknya sendiri. Belati Nabi Ibrahim adalah belati Keikhlasan dan ketakwaan sedang belati para oprotunis ini adalah nafsu untuk memperkaya diri sendiri.

Mari kita berevolusi dengan mengasah belati warisan Ibrahim AS dan bersama sama membunuh keserakahan, kedengkian, kecendrungan oportunis dan sifat hedonis yang membusukkan nilai rahmatan lilalamin yang masih tersembunyi didalam relung hati kita yang beriman.

Wallahualambissawab

Demikian dan maaf
Yang ikhlas

Hazairin R. JUNEP
Siberia - Rusia, Aidil Adha 2009

Comments  

 
0 # mansur 2009-11-30 05:49
Seharausnya setiap guru dapat merevolusi dirinya seperti itu, dan sebenarnya setiap kita adalah guru.

Memang tidak mungkin kita hanya menuntut revolusi guru sebatas yang berprofesi guru (bahkan guru pun belum penuh dianggap sebagai sebuah profesi. tetapi lebih jauh: orang tua, masyarakat, bahkan bangsa dan negara adalah "guru" yang wajib berevolusi, guna memaknai arti pendidikan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Ahsanassukri Ahsani 2009-12-01 02:57
Guru seharus jadi orang yang digugu dan ditiru, tapi sekarang mereka mengajarkan KKN, betul apa yang tuwek katakan mau lulus tapi dengan bantun macam..., nth bagimanpun caranya yang penting lulus,... tapi guru-guru tetaplah guru yan mengajarkan kita berhitung dan menulis degan susah payah. Hormat untuk guru yang mengajarkan kebaikan......!!!!!!!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # arya kr.sovak 2009-12-01 03:19
Tiang akan memberi judul: Renungan Qurban dari Irkutsk.

Akhirnya, MA mengakhiri kemunafikan kolektif mulai dari siswa didik, orang tua, guru, kepala sekolah, kepala dinas pendidikan sampai menteri pendidikan setiap tahun. Walau tiang bukan korban UN dan juga punya anak yang akan menjadi objek dan pelaku UN, tiang sudah lama mengelus dada melihat kemunafikan dunia pendidikan kita. Bagaimana mungkin seorang kepala SMP yang baru berdiri beberapa tahun di pojokan kecamatan tiang yang belum tersentuh listrik dengan bangga menyatakan kelulusan 100% pada tahun 2008? Bukankah kita semua tau bahwa kelulusan 100% itu hanyalah anak haram hasil "perselingkuhan" yang dilakukan secara sadar? Apakah mereka-mereka tidak merasa sayang hasil kerja tulus mereka selama tiga tahun pada akhirnya hanya akan menelurkan kelulusan dengan status "anak haram"?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Le Mujitahid Amien 2009-12-01 06:53
Salam , sebagai salah satu manusia yang dilahirkan sebagai anak guru,tiang berdoa semoga " anak haram" yang diistilahkan oleh meton arya karangsovak nantinya setelah lepas sekolah maupun kuliahnya tak jadi markus model si anggodo itu ?,
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # M. Roil Bilad 2009-12-03 11:09
Kembali lagi ke diskusi prilaku personal vs sistem. Mana yang didahulukan. Dalam pandangan saya, sistem UN itu sudah bagus, mau tidak mau harus ada parameter terukur yang bisa dijadikan sarana evaluasi. Idealnya siswa dan guru akan terpacu untuk melakukan perbaikan agar bisa mencapai standard tersebut.

Namun sayang yang terjadi seperti apa yang HRJ dan teman-teman kemukakan. Banyak (saya yakin tidak semua) lebih memilih menipu diri sendiri dari pada jujur apa adanya. Jika begini terus keadaannya, siapapun presidennya, mentrinya, sebaik apapun sistem yang digunakan, akan tetep begini saja.
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 94 Tamu online

Login Form

Kosakata Hari Ini

Sasak Lebung

Sasak Lebung adalah ungkapan yang diberikan kepada individu sasak yang fanatik dan rapuh disaat yang sama, sehingga mudah dieksploitasi untuk kepentingan tertentu. Lihat juga : sasak lebung pada kolom hjunep
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

ShoutMix chat widget

Komentar Terbaru