Sabtu, Maret 13, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Ever Green Sasak

Hazairin R. Junep[Sasak.Org] Matahari menyorot tajam di ladang berpasir yang membentang dari batas Tanjung sampai Korleko. Para pejalan kaki di pagi hari, siang sampai malam akan menengok ke satu satunya sumur diantara puluhan pohon yang menghijau kemilau meskipun kemarau sangat panjang dan tak tersisa air setetespun. Sumur itu dalamnya 35 meter sehingga timba seng tak kelihatan didasarnya, hanya perasaan dan pendengaran yang harus diandalkan. Air bening itu dapat diminum langsung. Rasanya manis dan menembus pori pori tuubuh kemudian keringat membasahi sekujur badan. Sumur itu milik Mamix Ratna dan pohon yang dihadiahkan Allah pada bangsa Sasak yang hijaunya sepanjang tahun adalah pohon ijo balit. Pohon ini adalah ever green yang menyejukkan hati para pejalan kaki di ladang berpasir itu entah berapa ratus tahun.

Kerap kali aku dan kakak atau amaxku menembus ladang panas itu untuk bersilaturahmi dengan saudara kami yang ada di ujung lainnya. Sekali aku pernah naik kuda milik Haji Sakir sehinga aku dapat melihat ladang dibalik pagar pagar hidup sepanjang jalan. Tanaman yang subur adalah ubi kayu, jagung, kacang, ubi jalar dan yang utama adalah kapas dan jarak. Dimasa itu perempuan kita banyak yang memintal benang dan menenun kain kain katun dengan kualitas tinggi. Aku melihat kain semacam itu diborong oleh agen agen perancang mode top dunia yang ada di Paris, New York atau Tokyo. Sayang sekali perempuan kita yang berjari indah dengan tenunan halus itu sudah hilang bersama alat tenun yang pernah menggerakkan dan memerdekakan bangsa India itu. Kini kain katun istimewa itu hanya ada di Bangladesh dan India. Perusahaan garmen sekelas Guess dan Benetton memesan pakaian di kedua negara itu. Kita tidak tahu bahwa roda roda yang pernah berputar memintal benang "katax setakilan" itu tidak pernah diangap ketinggalan oleh bangsa lain. Sementara kita dengan bangga menguburnya bersama martabat perempuan kita yang sekarang berbaris jadi babu di rumah bekas murid inax amax kita.

Para pejalan kaki tak ada lagi tampak menembus ladang berpasir itu. Bukan karena tidak ada yang bersilaturahmi ke ujung yang lain tapi bahkan ladang itupun sudah lenyap entah kemana. Kendaraan cidomo sesekali melintas dan angkutan desa berupa mobil kecil dapat ditunggu di pertigaan Tanjung dekat masjid. Pada hari sabtu atau minggu tempat dimana matahari dengan kejam menimpa rambutku sampai rasa terbakar menembus jakunku itu kini terbentang telaga biru dengan air yang "nyempuar" penuh dengan ikan besar, sidat atau tune dan udang galah. Anak anak muda Sasak yang dituntun oleh sepeda motornya yang kinclong beradu cepat memasuki lahan parkir agar secepatnya masuk di taman firdaus yang penuh dengan bunga dan berugax. Sekelompok anak sekolah menyerbu masuk dengan tas penuh bekal. Tiap anak mengeluarkan nasi bungkus yang cukup untuk makan 3 orang karena ibunya takut sekali jangan sampai anaknya kekurangan makan.


Maka dapat dibayangkan sampah yang menggunung dari sisa nasi dan lauknya. Sang penjaga senyum senyum mengenang anak bangsanya yang lucu seraya mengumpulkan sekarung nasi untuk diberikan pada ikan di kolam.

Orang Sasak yang ramai berkunjung ke taman firdaus yang disebut Lembah Hijau itu menyangka pastilah pemiliknya punya ilmu simpanan sehingga tempat jin buang anak itu telah diubahnya jadi tempat yang indah dan menyejukkan bagi semua makhluk. Sering ada yang penasaran sampai menerobos masuk ke dalam menanyakan siapa yang punya taman. Ditengah sawah seorang lelaki separuh baya memacul dengan dengan wajah yang lurus ke tanah. Tak ada yang percaya bahwa lelaki itulah si tukang sulap yang mengubah ladang pasir yang mataharinya membakarku itu menjadi apa saja yang diinginkan oleh para bajang momot meco dalam khayalan tanpa batasnya. Lelaki itu tidak pernah momot sejak kecil tangannya selalu bergerak melakukan sesuatu.

Di dasan kami anak anak yang ribut bergerombol membikin bising itu punya pentolan dan dia merekrut kakakku untuk menjadi centengnya. Kelompok anak anak itu sangat solid. Main karet gelang, ampas rokok yang dibuat piramid lalu dilempar batu gepeng, adu biji asam, kelereng dsb.


Kalau sudah jam 17.00 semua bergerombol pergi ke PLN didekat makam Pahlawan untuk menarik tali generator diesel. Persis seperti tarik tambang hanya yang dilawan mesin generator listrik yang menyinari Selong dari jam 18.00 sampai 06.00. Pentolan anak anak itu bernama Selamet. Mungkin Ayahnya sangat bersyukur dia Selamat atau memang beliau ingin berterima kasih kepada Allah maka beliau mengucapkan dalam bahasa Sasak Selamet yang artinya terima kasih.

Ayahnya adalah HL Sahak seorang guru yang kemudian jadi kepala Penerangan dan ibunya adalah Guru Selamah. Kedua orang tuanya adalah sahabat dekat orangtua kami yang juga guru. Ketika SD rumahnya adalah tempat bermain kami di waktu pagi atau petang. Sebagai budayawan Sasak Lokax Ayahnya memberikan warisan berupa pesan agar Selamet dalam hidupnya berjuang untuk membangun tiga hal.
1. Membuat Reban atau Saluran air. 2. Membuka Rurung atau Jalan.
3. Membangun Masjid.

Selama 27tahun Selamet si pentolan geng anak dasan memacul ladang berpasir dan menggali saluran air sepanjang puluhan kilometer dengan menaikkan air sungai sedalam 14 meter. Dan dia berhasil menyatukan dua sungai sehingga dapat mengairi sawah hampir 600 hektar. Berap puluh kilometer jalan sudah dibuka dan entah berapa masjib berdiri di gumi Selaparang itu.

Minggu lalu KS Jogjakarta membawa seorang tamu ke Pakem. Dia berdiri didepan pintu mengucap salam dan bertanya : " Masih ingat?". Aku menjawab ingat tapi bukan dia yang saat itu berdiri disitu yang aku ingat melainkan ayahnya. Gaya bicara dan suaranya sama. Seharian kami berbicara dengan perasaan rindu, sebab kami berpisah lebih 35 tahun. Yang beruntung adalah anak anak yang mendapat kuliah humaniora langsung dari narasumber yang sangat langka. Kami berjanji untuk menyambung tali silaturrahmi yang dibangun orang tua kami dan meneruskan cita cita yang dititipkan pada kami yaitu membangun karakter bangsa Sasak agar jangan jadi orang aneh di tanah sendiri.

Di ladang berpasir dan panas itu kami punya ever green dan kini kami punya HL.Selamet yang menunggu dan memeliharanya. Diantara pepadu dan dedare yang dituntun oleh sepeda motornya itu akan muncul Selamet lainnya minimal mereka telah melihat bahwa Allah tidak mengubah nasib suatu kaum kalau mereka tidak mengubahnya sendiri. Teman bermain dan saudaraku HL. Selamet dengan tangannya sendiri telah mengubah nasib anak bangsanya. Mari kita bekerja untuk kejayaan bangsa Sasak. Rahayu!

Wallahualambissawab
Demikian dan maaf
Yang ikhlas

Hazairin R. JUNEP

Trackback(0)
Comments (2)add comment
Le Mujitahid Amien: ...
Salaam, aro wah meton hjunep ini selalu membalikkan otak tiang aning mudi sampai menerawang ke tahun 1960 - 1970 an bagimana indah dan nikmatnya masa itu diseputaran tanjung,geres ijobalit sampai korleko,sayang sudah dua kali tiang pulang kampung dalam tiga bulan ini niat tiang mele mete n nyelalok leq semeton selamet rupanya "tiang yang sok sibuk" niki masih belum sempat mendatangi adik selamet niki padahal waktu lebaran haji lalu keluarga yang ada dijawa yang pulang kampung pada mampir dan meton selamet menanyakan tiang waktu mereka mereka pade berwisata kesana, insya ALLAH lain waktu tiang mampir lek ever green niki. maaf pang tiang meton.
1

report abuse
vote down
vote up
February 03, 2010
Votes: +0
Le Mujitahid Amien: ...
Salaam, aro wah meton hjunep ini selalu membalikkan otak tiang aning mudi sampai menerawang ke tahun 1960 - 1970 an bagimana indah dan nikmatnya masa itu diseputaran tanjung,geres ijobalit sampai korleko,sayang sudah dua kali tiang pulang kampung dalam tiga bulan ini niat tiang mele mete n nyelalok leq semeton selamet rupanya "tiang yang sok sibuk" niki masih belum sempat mendatangi adik selamet niki padahal waktu lebaran haji lalu keluarga yang ada dijawa yang pulang kampung pada mampir dan meton selamet menanyakan tiang waktu mereka mereka pade berwisata kesana, insya ALLAH lain waktu tiang mampir lek ever green niki. maaf pang tiang meton.
2

report abuse
vote down
vote up
February 03, 2010
Votes: +0

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

security image
Write the displayed characters


busy


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 60 Tamu online

Revolver Map

Login Form

Kosakata Hari Ini

Sasak Lebung

Sasak Lebung adalah ungkapan yang diberikan kepada individu sasak yang fanatik dan rapuh disaat yang sama, sehingga mudah dieksploitasi untuk kepentingan tertentu. Lihat juga : sasak lebung pada kolom hjunep
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

AISC-Taiwan

Annual Indonesian Scholar Conference in Taiwan