Kopi, suguhan silaturrahim khas Sasak

Rinjani Makin Terkenal
November 12, 2013
Komunitas Sasak dan Bank Indonesia Bangun Pabrik Pakan Ternak
November 18, 2013

Kopi, suguhan silaturrahim khas Sasak

Lombok [Sasak.Org] Bila kita berkunjung ke rumah tetangga atau kerabat di Lombok, biasanya akan langsung disuguhkan kopi. Tradisi turun temurun ini sangat melekat di Pulau Lombok. “Itu sudah jadi kebiasaan kita dari dulu” kata Joher, guru SMAN 1 Brang Rea Sumbawa Barat ketika ditemui di Taliwang.

Pria asal Poh Gading Lombok Timur ini membandingkannya dengan tradisi suku lain “kalau yang lain, sampai pulang kadang tidak ada keluar apa-apa, tapi, tidak semua begitu” tambahnya.

Di Perumahan Pemda Lobar Dasan Geres, tradisi menyuguhkan kopi saat bertamu terlihat jelas. “Sejak saya tinggal disini, istri saya selalu menyediakan kopi dan the di rumah, bila tetangga berkunjung, selalu kita suguhin kopi atau teh” kata Bapak Muhammad As’ad, Guru MTsN Kuripan yang asli suku Mbojo ini. “Awalnya, saya kurang memperhatikan hal itu, mungkin karena beda tradisi, tetapi setiap saya silaturrahim ke tetangga disini, selalu disuguhi kopi atau teh” jelas alumni IAIN Mataram ini.

Suasana bertamu dengan suguhan kopi panas

Suasana bertamu dengan suguhan kopi panas

Silaturrahim atau ngayo sudah menjadi tradisi orang Sasak Lombok. Suguhan kopi atau teh seperti wajib. Saat ini sudah mulai ditanya, mau teh atau kopi atau air putih, sebelumnya tanpa ada tawaran, kopi wajib keluar 7-10 menit setelah bersilaturrahim. Dalam sebuah pantun sasak (sesenggak sasak), disebutkan:

Lain gubug (Beda Kampung)
Lain jaje (Beda Jajan)
Lain gubug (Beda Kampung)
Lain care (Beda Cara/kebiasaan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *