Mengenang Pertempuran 7 Juni 1946 di Selong NTB
November 22, 2009
Niat Sasak Niat!
December 1, 2009

Korban Sasak Korban!

Hazairin R. Junep[Sasak.Org] Gonjang ganjing Ujian Nasional yang dirancang oleh manusia keblinger itu akhirnya diharamkan juga oleh Mahkamag Agung sesudah banyak menelan korban di seluruh tanah air. Korban tidak lulus dan bunuh diri tidak seberapa dibandingkan dengan korban lulus dengan cara culas. Mereka yang lulus dengan bantuan SMS, joki dan bahkan guru mereka sendiri membisikkan, menuliskan jawaban dipapan dan mengganti jawaban setelah selesai ujian agar mencapai skor minimal adalah kejadian yang mengerikan dan berdampak pada rusaknya karakter anak bangsa. Mereka ini akan menyepelekan nilai nilia kedisiplinanan dan keilmuwan. Lebih jauh lagi kelak mereka akan menjadi penipu dan korup karena telah berhasil memperdaya negara dengan sokongan para guru oportunis .

Para akhli pendidikan banyak menyoroti Ujian Nasional tapi tak berdaya karena ini adalah ajang gengsi gengsian dan ajang bisnis yang menguntungkan bagi fihak fihak tertentu. Ujian nasional telah berubah jadi kenduri nasional sehingga setiap penyelenggaraan ada banyak berkat yang bisa dibawa pulang. Bagi para paedagog, pendidikan adalah usaha paling mendasar dalam rangka membangun lalu memperkuat dan menjaga karakter anak bangsanya. Bagi para oportunis yang berlabel guru dan jajaran diknasnya pendidikan adalah bisnis dimana mereka dapat gaji sebagai pegawai dan uang tambahan dengan mengadakan les untuk mengejar nilai UN. Para guru tidak perlu mengajar optimal karena hanya akan merugikan diri dari segi finansial. Dengan tidak tercapainya kurikulum mengajar para oportunis punya kesaktian untuk mengerahkan murid ikut les tambahan. Disekolah murid diperas agar membayar uang les. Buku harus beli disekolah karena pedagang memberi komisi jor joran pada guru. Lembaga bimbingan belajar yang lebih siap menggodok murid menghadapi soal juga memberi persen atau bonus kepada guru yang mengirim murid kesana. Enak sekali menjadi guru tidak perlu kerja keras dapat honor dari mana mana. Inilah sebabnya begitu banyak orang yang lulus dari universitas berbalik arah melirik profesi guru yang oportunis ini. Sekolah telah berubah jadi industri pendidikan yang harus meberi keuntungan finansial semata.

Guru kami dimasa lalu adalah pengabdi sejati yang mengajarkan impian impiannya akan kemulian anak bangsanya dimasa depan. Impian akan kemajuan diberbagai bidang dengan akhlak mulia terus ditanamkan tiap mengajar. Kami hanya berbekal mencongak, bahasa dan akidah yang kuat. Karakter yang dibangun dengan niat yang jelas menelurkan manusia tangguh yang langusng bertaraf internasional. Guru kami tidak mengubah bahasanya dengan sok pinter berbahasa macam macam tapi bahasanya jelas dari kalbu. Baik buruk diajarkan diantara nilai kebenaran yang mutlak. Hidup ini sangat singkat untuk ber buat hal bodoh tetapi sangat panjang dan lama bila didisi oleh rasa cinta dan kasih sayang kepada semua makhluk. Beranilah melakukan revolusi dalam hidupmu dan ikutlah apa kata hati nuranimu. Dan revolusi terbesar atas diri yang ditempa oleh guru dasan yang tak tahu apa yang dilakukan orang dijakarta, boro boro masalah internasinal itu adalah berserah diri dan bergantung hanya pada tali Allah!. Sesungguhnya hidup itu kita mulai dari sana.

Hari hari ini kita sibuk membagi daging korban sebelumnya ada tiga juta muslim dunia melempar lempar syaiton dalam berjumrah. Kisah Ibrahim AS yang diperintahkan mengorbarkan anaknya agar disembelih tidaklah mentah mentah ditelan oleh murid yang telah berani berevolusi. Ibrahim tentu tidak bodoh dan Allahpun tidak ingin kita bodoh selama 4000 tahun ini! Kembali kepada revolusi diri yang hanya bergantung pada tali Allah itu, maka selain dari itu tiada artinya! Hanya Allah yang terpenting, oleh karenanya kenali Allah dengan seksama lewat revolusi diri yang membelah dada sendiri, menguliti otak sendiri dan mencari tahu akan diri yangs esungguhnya. Ketika kita sudah mengenali diri dengan baik maka kita akan mengenal Allah sebab Dia lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Korbankan dan sembelihkan semuanya demi Allah. Korbankan anak, istri, harta dan hidupmu dengan memasang niat bahwa sesungguhnya hidupku, shalatku dan matiku hanya kupersembahkan untuk Allah.

Pintu pintu syaiton ada banyak sekali antara lain adalah anak, istri dan harta. Yang paling berharga bagi manusia bahkan manuisa yang paling primitif sekalipun adalah anak bukan?. Nah sanggupkah kita mengorbankan harta terpenting kita untuk Allah?. Sanggup tentu saja, sebab Allah tidak mungkin menginginkan kita membunuh anak sendiri, melainkan ingin menguji kita sejauh mana kekuatan kita menjadi manusia pilihan yang ditunjuk jadi Khalifah di bumiNYA. Hanya manusia paling tangguhlah yang dapat berbuat adil.

Dizaman ini kita mengalami degradasi moral yang luar biasa, sehingga harta terpenting manusia berupa anak telah disia siakan begitu rupa. Niat yang salah dan ketakutan merevolusi diri membawa orang yang paling terhormat menjadi biang keladi kehancuran semua bangsa. Guru yang telah berubah jadi oportunis membawa anak bangsanya keliang lahat kehancuran. Para oportunis ini menyembelih anaknya karena mengira Nabi Ibrahim benar benar mengasah belati untuk menggorok anaknya sendiri. Belati Nabi Ibrahim adalah belati Keikhlasan dan ketakwaan sedang belati para oprotunis ini adalah nafsu untuk memperkaya diri sendiri.

Mari kita berevolusi dengan mengasah belati warisan Ibrahim AS dan bersama sama membunuh keserakahan, kedengkian, kecendrungan oportunis dan sifat hedonis yang membusukkan nilai rahmatan lilalamin yang masih tersembunyi didalam relung hati kita yang beriman.

Wallahualambissawab

Demikian dan maaf
Yang ikhlas

Hazairin R. JUNEP
Siberia – Rusia, Aidil Adha 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *