Cowboy Berkuda Emas
May 9, 2011
Uangku Uangmu Uangmu Uangmu
May 11, 2011

Langkahi Dulu Mejaku!

 

Hazairin R. Junep

Yogyakarta (Sasak.org)┬áTeriakan takbir melengking dari arah gedung Gabimas, entah hari apa dan bulan apa serta tahun berapa, tidak ada yang mencatatnya dengan baik. Kejadian itu adalah satu titik sejarah perjuangan bagi kemerdekaan anak bangsa. Seorang pahlawan gugur ditembus peluru musuh. Dia yang berkacak pinggang dan bertakbir itu tidak sudi melihat penjajah menginjak injak anak bangsanya. Kalau saja para korban Jugun Ianfu alias perempuan penghibur itu tidak buta huruf niscaya kita akan membaca buku novel yang ditulis dengan darah dan air mata. Pahlawan itu seorang diri berteriak lantang, “Bajingan tengik, langkahi dulu mayatku!”. Setelah ia mati jahannam penjajah itu hormat dengan kekaguman kesatria sejati dan tiada berani melangkahi jenazah itu. Bahkan jasad membeku itu menanti matahari untuk menyaksikannya, barulah para pendukungnya yang menahan kesedihan datang mengangkatnya dengan takzim.

Seorang pahlawan utama negeri ini berkoar, jangan lupakan sejarah!. Berkali kali berkoar sampai mati, tiada jua didengar. Toean Goeroe sejati bilang dengan lembut dan syahdu, “anak anakku, mas mirahku, buah hatiku, kembang mataku…jangan kau lakukan papapun kalau kau tiada mengetahui dalil suatu perkara dan jangan kau perbuat apapun jika engkau tiada mengetahui dengan dalam akan ilmunya. Jangan sampai engkau taklid buta dan menjadi sesat sampai masuk ke liang biawak!”. Toean Goeroe sejati itu bergilir meminta, menghiba bagai si fakir yang kelaparan agar didengar, agar di renungkan sebagai makanan jiwa bagi anak bangsa. Tetapi badan boleh tegap, tanpang boleh meniru bintang Bollywood, sayang jiwa jiwa yang sepanas dan seterang matahari yang pernah menyoroti tanah air itu hanya diganti PLN yang kebanyakan matinya dari pada hidupnya.

Ketika pasukan manusia kerdil dari timur jauh menyerbu, jelas mereka kalah badan, kalah tenaga dan kalah wawasan tentang arah mata angin. Mengapakah kakek kakek kita yang tegar dan bangga akan dongeng papux baloxnya dapat dikibuli si pendek Nippon itu?. Jauh sebelumnya mereka dipecundangi oleh ambtenaar yang diundangnya sendiri dan jauh lagi sebelum itu mereka di perdaya oleh menak pemakan petai dan jengkol serta jangan lupa menak pemakan babi!. Kita telah dihinggapi penyakit pikun sehingga daya tahan mental spiritual jadi tak berfungsi dengan baik.

Kebanyakan dari kita mengabaikan sejarah dan lebih parah lagi mengabaikan dalil dan ilmu dalam menjalani apa saja. Ketika kita membuka lembaran sejarah kelam nenek moyang kebanyakan dari kita meronta dan menyerang seolah kita sedang dihina dina. Seolah kita adalah keturunan Toean Goeroe Lukmanul Hakim, manusia termulia yang dicatat Al Qur’anul Karim. Kita mengaku anak cucu Adam tapi kita menyortir kakek moyang kita yang sesuai dengan kebutuhan sesaat. Kita takut menyebut Kabil yang membantai saudaranya. Dan kita cepat cepat memalingkan muka kalau ada yang menyebut Ken Arok atau Cupak atau si Arya tertentu. Kita ingin menyebut bahwa kita adalah keturunan seorang ksatria hebat dizaman entah berantah dan dengan menyeringai kita rendahkan semua anak bangsa, sebab kita adalah kelompok menak baru yang berkuasa yang punya organisasi terbesar dari pada kaum maling, paguyuban terbesar dari pada kaum yang melawan maling dan patembayan orang orang tersingkir.

Seorang sepupu saya pergi bersama suami menjadi TKI dan TKW meninggalkan dua anaknya. Setelah tahun lewat, windupun berlalu mereka dikabarkan mati. Selamatan sampai setahun diadakan dan anak anak mereka telah berubah menjadi yatim piatu. Anak yang besar nekad masuk ma’ahad dan yang kecil jadi babu di kota. Dua anak yatim perkasa diasuh nenek perkasa disebuah dusun yang penuh dengan orang busung, TBC dan malaria. Mereka memiliki iman sekuat baja, sehingga puasa seumur hidup dilakoni dengan ketenangan segara anak di lambung Rinjani. Setelah semua selamatan atas si mati mengahbiskan uang yang terbatas, pikiran dan perasaan yang hancur dan anak anak yatim piyatu itu sudah dewasa, sepupu saya dengan suaminya muncul seperti mayat yang dihidupkan dalam mukjizat Nabi Isa AS. Mereka adalah orang orang yang tak mengerti sejarah, tak mengerti dalil dan tak tahu ilmu menjadi pekerja migran. Kemampuan komunikasi rendah dan kesatuan dari sesama perantau sangat rapuh. Padahal nenek tua itu sudah bergentayangn ke mana mana menemui TKI/TKW yang pulang dengan mengacung acungkan foto anaknya sampai pegal, mereka yang ditanya menggeleng dengan mata kosong bloon, dengan ruh ntah terbang kemana.

Saya baru saja bertemu dengan kakak sahabat saya, yang pernah jaya waktu merantau ke Lombok. Bisnisnya di Lombok sempat membuat sahabat saya itu jadi salah satu pemuda terkaya berkat bisnis kerajian yang di anyam dan dibuai tangan tangan ajaib anak bangsaku. Dia lari tunggang langgang dari Lombok karena bangkrut. Dia ditipu mentah mentah oleh partner kongsinya. Apalagi dia yang orang laur, bahkan saya seorang aslipun ditipu oleh pak Haji yang menjadi partner saya. Sahabat saya itu telah meninggal, dengan meninggalkan perusahaan besar di bidang konstruksi. Dia berhasil lolos dari syaitan kemiskinan yang terkutuk. Sepulang dari Lombok dia bekerja serabutan dan ditolong kakaknya yang sedang berbicara dengan saya itu.

Kakanya heran tujuh keliling dibuat oleh sahabat saya itu, dia masuk dalam perangkap aliran sesat di dekat Bandara Selaparang. Gurunya mengajarkan bahwa mereka adalah yang paling benar dari 70 aliran yang ada diakhir zaman. Aliran itu tidak sholat dan anggotanya, ya sahabat saya itu selalu datang berkunjung dan menyetor uang besar untuk kyainya di Rembiga sana. Saat dia meninggal tetap dishalatkan karena dia belum pernah mengatakan keluar dari Islam. Selain terkejut karena aliran sesatnya itu si kakak yang budiman itu terpana melihat bisnis adiknya yang menjulang. Dia menekel proyek di universitas terbesar baik negeri maupun swasta, masjid masjid dsb. Istrinya seorang lulusan PT Islam terkenal jurusan dakwah. Mereka bekerjasama dengan para pejabat dan ulama yang terpandang di kota kami. Saya suka mendengar orang orang itu menjadi penceramah dan khotib dimana mana. Saya sering berlinang air mata mendengar ceramah yang mengharu biru. Disaat khotib bicara jangankan usil omong omong dengan sebelah, berisik saja tak sopan. Diam saja mendengar, cukup hati yang bergelora, sendu, galau atau penasaran.

Rahasia dibalik kesuksesan sahabat saya itu adalah bahwa dia medapat bisikan dari langit entah lapis ke berapa tetapi yang pasti dari langit langitnya sendiri dan langit langit para durjana yang ditemuinya. Untuk memenangkan proyek proyek besar itu di harus melangkahi 7 meja dengan amplop tebal harus diselipkan diantara dokumen dokumennya. Meja itu, dibelakngnya ada 7 manusia yang dihormati karena meja itu saja. Mereka mendadak sontak jadi kaya dan terkenal karena rajin mengaji dan bahkan bergilir jadi imam dan khatib. Saya gamang membayangkan mereka mengkhotbahi jama’ah sampai sebagian menitikkan air mata.Memang betul, kita harus abaikan siapa yang bicara yang penting apa yang diutarakan. Tapi sejak lama saya jadi neg masuk di masjid dan kampus kampus mewah, besar dan ajaib itu. Manusia yang kita sangka mulia dengan jubah atau seragam ala ambtenaar itu bisa jadi adalah komprador, sundal, rampok, maling, gali, copet, penipu atau playboy cap kapak.

Waktu saya di rekrut oleh sebuah perusahaan di Rusia, saya bertindak sebagai dukun modern. Saya diminta melihat feng shui dan SDM perusahaan. Sebagi dukun kecil kecilan saya datang dan mengawasi satu persatu karyawan yang ada. Kalau di Kampung karyawan nyembah bule, maka kali ini saya yang bikin mereka terperangah. Saya memang suka bikin bule deg degan sejak di Jogajakrta. Bule sama saja dengan kita, sebutlah semua sifat yang kalian suka pasti ada yang kena. Perkaranya adalah bahwa perusahaan itu rugi terus dan salah satu cabangnya tidak menghasilkan apapun selama hampir dua tahun. Saya melihat dan bergurau dengan karyawan dan dalam waktu singkat saya memutuskan menyelidiki satu dua orang. Saya tanya gaji cewek centil itu berapa, gaji si fulan berapa, tinggal dimana dst. Dalam waktu dua minggu saya bisikkan jampi dahsyat. Pecat cewek centil itu dan pecat lagi si fulan dan si Ocong itu. Bos sangat heran, bagaiman saya tahu bahwa orang orang itu tidak beres. Itu rahasia saya dong. Dukun sakti pasti punya rahasia toh. Mudah saja bos, kalkulasi gajinya, berapa harga mobilnya, berapa harga kosmetiknya dan berapa harga apartemennya. Saya minta bos kasihan pada mereka dan kasi 3 bulan untuk memperbaiki. Sayang sekali bos tidak tahan dan menutup cabang serta memecat beberapa orang sekali gus. Caranya lucu sekali. Kawan kawan, sekarang kalian libur ya. Mereka pergi berlibur dengan damai. Setelah sepi, maka telpon diperiksa dan rekaman di dengar, ternyata transaksi bisnis setahun diembat oleh mereka sendiri, sementara itu perusahaan membayar gaji mereka sangat tinggi. Cewek centil itu adalah manager cabang dan seorang ahli hukum!.

Saya yakin bahwa di tanah airku tercinta ini, penderitaan panjang anak anak busung lapar, orang jompo tak terurus, sakit tak terobati, putus sekolah dan perdagangan budak belian, disebabkan banyaknya orang meniru para pahlwan dalam hal berteriak; “langkahi dulu mejaku!”. Carut marut bangsa ini adalah buah dari manusia berkaki busuk berhati babi dan bermulut singa, karena memang raja singa. Mereka bisa saja berjubah, berseragam ambtenaar atau berbaju menak zaman laeeex untuk menipu kita. Datangkan KPK yang beranggota bersih, periksa berapa gaji para pejabat, apa merek mobilnya, berapa rumah mewahnya dan berapa gundiknya. Kalau gajinya hanya jutaan tapi bisa hidup mewah, seret sekeluarganya. Sebab pejabat seperti itu tidak punya sense of crisis dan patriotisme. Pejabat tak tahu diri dan tak tahu diuntung itu tidak mengetahui sejarah, tidak faham dalil dan tidak punya ilmu pengetahuan tentang perkara Amanat Penderitaan Rakyat!. Singkirkan dan telanjangi, kembalikan harta rakyat agar selamatlah bangsa ini. Melawanlah atau jadi zombie!
Wallahualambissawab

Demikian dan maaf
Yang ikhlas

Hazairin R. JUNEP

2 Comments

  1. wah, jadi ingat cerita seperti ini juga. Pernah baca dimana ya? Mirip2,,, ­čÖé

  2. Abdulloh says:

    ide pikiran anda tidak jelas, alias mbuelet let let!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *