Manifesto pemimpin dan masyarakat NTB: apa dan bagaimana pasca pilgub 2013

Cerita Dari Negeri Jiran: Bermalam di Bawah Pohon Kelapa Sawit
May 13, 2013
Pesona Gili Nanggu Tak Kalah dengan Trawangan
May 30, 2013

Manifesto pemimpin dan masyarakat NTB: apa dan bagaimana pasca pilgub 2013

[Sasak.Org] Tanggal 13 Mei 2013, masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) secara kolektif telah menulis sejarah NTB di dalam bilik-bilik pencoblosan pada pemilu gubernur. Namun demikian, kita semestinya tidak terbuai dalam menikmati keberhasilan atau meratapi kegagalan. Saatnya kita hapus semangat berkompetisi membela jagoan untuk kita sublim menjadi semangat kebersamaan membangun bumi gora. Kalah menang soal biasa, persaudaraan dan kebersamaan adalah prinsip utama. Saatnya kita berbenah, jaga diri untuk tidak berlebihan dan himbau diri tidak lampaui batas.

Ingatlah pesan Imam Ali RA, “Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja, siapa tahu pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau cintai.”

Ada perbedaan mencolok dari kampanye politik dibandingkan dengan kompetisi-kompetisi lainnya. Dalam olah raga misalnya, pelari berlari sekencang-kencangnya hingga mencapai finish paling pertama. Setelah jadi juara, dia sandang predikat itu selama-lamanya. Pemain sepak bola bermain sebaik-baiknya dan cetak gol sebanyak-banyaknya. Jika telah tampuk predikat juara, mereka jadi juara selama-lamanya. Apa yang diperagakan dan buktikan dalam kompetisi merupakan hasil dari kerja kelas dan peluh selama berlatih.

Terpilih menjadi pemimpin justru sebaliknya. Setelah bersusah payah menjadi pemenang, saatnya mereka banting tulang buktikan dan baktikan kegemilangan. Kemenangan dalam pemilihan bukan jadi ukuran keberhasilan, namun kinerja setelah terpilih jadi satu-satunya ukuran. Pemimpin dalam masyarakat ibarat hati di dalam jasad. Jika dia adil maka makmurlah rakyatnya, jika dia dzolim maka hancurlah rakyatnya. Tanggung jawab seorang pemimpin sedemikian luas, sebagaimana yang diilustrasikan oleh Umar bin Khattab ketika dia berkata “Jika ada keledai yang tergelincir di madinah, maka aku harus bertanggung jawab atasnya karena aku tidak membuatkan jalan untuknya“. Maka sudah sepatutnya sebgai rakyat kita bantu dan sokong bersama. Biarkan pemimpin terpilih melaksanakan program dan janji-janjinya. Sebagai rakyat kita harus menaati, mengkritisi dan meluruskan jika ada yang bengkok (salah). Semoga pemimpin yang kita pilih menjadi pemimpin yang adil dan menjadi jalan kemakmuran masyarakat NTB.

Hari-hari terakhir ini, perhatian dan konsentrasi kita tersedot pada kampanye pemilihan gubernur, kini saatnya kita kembali ke realita sehari-hari. Patut diingat, bahwa perbaikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sang pemimpin, namun ditangan kita sendiri. Bukankan termaktub dalam kitab Tuhan bahwa Dia tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu merubahnya dengan tangannya sendiri? Kegemilangan dan keberhasilan yang kita damba bukan serta-merta terjadi begitu saja, namun kita rancang,bangun dan raih setiap hari hingga kita layak menyandangnya. Jika tanggal 13 Mei 2013 NTB menciptakan sejarah baru pertama kali memiliki gubernur dengan masa jabatan dua periode, maka kini saatnya kita ciptakan sejarah kebangkitan rakyat NTB.

Orang bijak bilang,”Yesterday is History, Tomorrow a Mystery, Today is a Gift, Thats why it’s called the Present”. Dalam terjemahan bebasnya berarti “Kemarin adalah sejarah, besok adalah sebuah misteri, hari ini adalah anugrah, itulah mengapa (hari ini) disebut hadiah”. Imam Syafi’i Rahimullah mengatakan, “Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.”

“Time Waits for No Man”, jika tidak sekarang, kapan lagi?

Untuk Gubernur NTB periode 2013-2018, siapapun kelak yang ditetapkan secara resmi oleh KPUD, selamat mengemban amanah berat ini!

Jayalah selalu bumi gora tercinta.
Rahayu Pemban Selaparang!!!
 

Wallahu a’lam

Leuven, 15 Mei 2013

Muhammad Ro’il Bilad

2 Comments

  1. zalwa setiyadi says:

    Tyang pikir, akan semakin baik jika ucapan selamat teriring dg diumumkannya hasil pilkada oleh lembaga resmi.
    Salam dari Semarang ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *