Masalah bahasa bagi para Mahasiswa di Luar Negeri

Sopox lawan siyu
August 21, 2008
Proyek Keabadian
September 7, 2008

Masalah bahasa bagi para Mahasiswa di Luar Negeri

Assalamulaikum Wr Wb.

Mudahan selapux semeton jari inax amax papu balox dait bai, kelaurga besar Sesangkok dalam keadaan sehat walafiat dan menikmati Rahman dan Rahim Allah SWT dengan puasa yang nikmat, amiiin..

Berkenaan dengan kasus yang menimpa semeton kita tercinta LM Jaelani alias Liou Chen Sheng yaitu masalah bahasa, maka saya ingin menyampaikanhal hal sebagai berikut:

1. Mohon semeton mengambil pelajaran dari kasus itu, bahwa setiap penerima beasiswa ke LN harus sudah memiliki kemampuan dasar bahasa setempat/ daerah selain bahasa Inggris. Minimal sudah belajar autodidak.

2. Belajar autodidak secara intensif selama 1 bulan dapat memberi kemampuan dasar cukup untuk mengikuti percakapan umum dan menulis laporan sederhana. Saya telah melakukan hal itu di Lombok Timur yang tidak memiliki fasilitas untuk belajar bahasa asing. Pada tahun 1977.

3. Beberapa tahun saya mendapat jatah 2 orang untuk mengambil beasiswa dari LN, tapi tak ada yang berangkat karena factor bahasa. Akhirnya saya tidak lagi mendapat jatah.

4. Sampai tahun yang lalu saya melayani kursus jarak jauh beberpa bahasa asing dan peminatnya dari Makasar, Medan dan Tidore. Materi saya berikan gratis lewat pos. Saat ini tidak dapat saya teruskan karena keterbatasan biaya.

Oleh karena hal hal yang saya sebutkan diatas saya menghimbau kepada semeton semua terutama yang berada di sekitar Yogyakarta, agar dapat memanfaatkan perpustakaan saya yang mengoleksi sekitar 3000 judul dalam berbagai bidang dan sekitar 30 bahasa dunia. Buku buku itu sangat langka dan merupakan koleksi saya seumur hidup, dan untuk menjaga jangan sampai rusak atau hilang, saya dapat menyiapkan kopy untuk dipinjam atau dapat membaca ditempat kami setelah ada perjanjian.

Demikian himbauan saya khususnya kepada generasi muda sasak, agar lebih agresif dalam menuntut ilmu karena kita adalah para kesatria yang pandai mencuri istri. Mudahan dengan bertambahnya ilmu pengetahuan, makin banyaklah kesatria dan makin punahlah para maling harta, hilanglah tukang momot, dan tutuplah cerita doyan mangan yang tidak doyan belajar apalagi bekerja.

Semoga himbauan ini tidak dianggap lancang karena, tentunya yang saya tujukan adalah pepadu yang belum mulai belajar, satu satunya impian saya adalah membuat gumi selaparang bercahaya karena ilmu dan akhlak mulia bangsa sasak sekarang, esok dan seterusnya.

Marax meno dit ampure,
Wallahualam bissawab,
Yang Ikhlas,

Hazairin R. JUNEP

NB. Harap disebarkan kepada khalayak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *