Melanggar Aturan, Lalu Bilang di Pungli. Persekusi warga kepada seorang Polisi

Trampolin di SMPN 6 Kota Bima
July 27, 2018
NAM Air Buka Rute Baru Denpasar-Lombok PP
July 27, 2018

Melanggar Aturan, Lalu Bilang di Pungli. Persekusi warga kepada seorang Polisi

Gerung, sasak.org. Berbagai regulasi di buat oleh pemerintah untuk tujuan agar kehidupan bermasyarakat berjalan baik, saling menghormati, menempatkan sesuatu pada tempatnya. Trrmausk aturan dalam berlalu lintas. Telah ada Undang – undang yang mengalir hal tersebut yaitu UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009.

Sebagian masyarakat lebih mementingkan dirinya sendiri daripada harus menaati aturan. Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat ketika di tanya alasannya, tentu akan menjawab dengan berbagi bantahan yang terkesan logis. Jika setiap aturan di langgar dan dibiarkan. Indonesia akan kembali ke zaman pra kolonial. Tanpa aturan yang jelas.

Salah seorang warga yang melanggar aturan dengan menggunakan jalur Roda empat di Jalan Bypass BIL ll pada Jum’at 27 Juli 2018 sekitar pukul 07.30 Wita. Anggota PJR Ditlantas Polda NTB Bripka Wayan Sariasa menghentikan pengendara tersebut. Pengendara bersangkutan tidak mau di tilang. Komandan Regu IPDA Sugita yang melihat hal tersebut lalu mengingatkan kepada pengendara, ” jika saudara tidak di tilang, nanti pengendara lain akan protes kepada Polisi” Jelas IPDA Sugita kepada pengendara yang ternyata bernama Abdul Aziz Rahman.

Sekitar pukul 12.30 Wita. Bripka I Wayan Sariasa diberitahukan oleh koleganya bahwa ada foto nya di posting di facebook oleh salah seorang dengan akun Bajang Sasak Suksuk dengan komentar bahwa telah terjadi upaya pungli yang dilakukan oleh Bripka I Wayan Sariasa.

 

” pada saat kejadian, tak ada satupun kita bicara uang, ini mengada-ada, ini pencemaran nama baik saya pribadi dan Ditlantas Polda NTB. Saya sudah izin kepada komandan saya. Saya akan laporkan yang bersangkutan” Jelas I Wayan Sariasa kepada rekan media Ditlantas Polda NTB.

Bripka I Wayan Sariasa telah resmi mengadukan pemilik Akun Facebook Bajang Sasak Suksuk ke Mapolres Mataram. Dalam surat pengaduannya, Bripka I Wayan Sariasa menyampaikan kronologis kejadiannya.

Ketua Masyarakat Peduli Keselamatan Berkendaraan (MPKB) NTB yang dihubungi Media Ditlantas Polda NTB menyatakan bahwa kejadian ini merupakan contoh tidak baik yang dilakukan warga dalam memanfaatkan media sosial. “saya sayangkan pemilik akun Bajang Sasak Suksuk, UU ITE bisa berlaku jika terbukti komentarnya itu fitnah. Polisi Lalu lintas itu hadir di tengah masyarakat, dengan tujuan agar baik. Bayangkan bila tidak aturan dan yang mengatur di jalanan itu, apa yang terjadi? Terlalu berlebihan sampai – sampai yang bersangkutan membuat status menjelek – jelekkan personil Polantas, tentu lembaga Kepolisian juga akan merasa tersinggung jika itu adalah fitnah ” tambahnya.

Dihubungi terpisah, Kasat PJR Ditlantas Polda NTB AKBP Sukarso mempersiapkan masyarakat mengambil foto atau video jika ada anggotanya yang bersalah, ” silahkan di foto, di video kan, tapi harus benar, itu juga kritik membangun untuk kami. Tapi kalau itu mengada-ada, kami laporkan. Ada ratusan Polisi Lalu Lintas di jalan. Mereka berpeluh keringat, mengambil resiko atas pekerjaan mereka, Jangan gara-gara foto tidak benar, rusak, jelek nama mereka dan tentu nama baik Kepolisian. Jika anggota kami terbukti bersalah, sudah ada aturan yang akan menindak mereka, kita fair saja ” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *