Memandang Positif dan Negatif Kemajuan Teknologi Informasi Untuk Generasi Umat

Komunitas Sasak Berbuka dengan Kanda Nanang Samodra
September 15, 2009
Melihat Potensi Pemuda NTB Dari Segi Pandang Positif
September 24, 2009

Memandang Positif dan Negatif Kemajuan Teknologi Informasi Untuk Generasi Umat

 oleh : abdullah al muzammi[Sasak.Org] HARAM !!! Inilah fatwa MUI yang gencar-gencar hangat di bicarakan bagi para pencinta Facebookan dan pelaku Perokok aktif, sebuah kontroversi tiada akhir yang mengakat kepentingan orang banyak. Hingga tidak sedikit juga Fatwa ini menuai protes serta dukungan, ragam alasan dan argumen masing-masing mempertahankan pro dan kontra dari Fatwa tersebut.

Media cetak dan electronic makin hangat membicarakan ragam fatwa yang yang keluarga oleh MUI khususnya yang berkaitan dengan media Kemajuan dalam terknologi. dan kita sebagai umat Islam dalam hal ini patut kita tanggapi secara positif. Beragam sumber informasi memberikan solusi atau jalan tengah melalui masalah ini, dan semuanya dikembalikan ke pembaca dan pengguna media itu sendiri untuk menentukan dan mengabil langkah sendiri dalam menyikapinya.

Media terknologi yang makin berkembang ialah wadah untuk membatu memberikan informasi dan pengetahuan yang berkembang. seperti maraknya dunia bloging, forum komunitas-komunitas, membuat group di facebook dll, yang masing-masing menonjolkan kemampuan dan kereatifitas mereka di dunia maya. Hal ini patut kita contoh, lebih-lebih kita sebagai generasi Umat Islam perlu memamfaatkan kemajuan teknologi sebagai media da’wah adalah langkah aplikative untuk memerangi sisi negative dari kemajuan teknologi. Mamfaat secara positif kemajuan teknologi itu sendiri memberikan value yang tidak terbatas, media layanan E-mail dan website membantu kita berhungan di penjuru Negara manapun untuk berkomuniskasi baik itu urusan bisnis, perkantoran ataupun pribadi.

Namun, masalah lain yang lebih urgen yang berkaitan dengan perkembangan media teknologi itu sendiri ialah Dunia maya. Dunia maya sebagai gudang informasi dan ilmu pengetahuan, namun tidak semua hal positif kita dapat disini. Dalam sebuah artikel “Anak-anak Kita Berlomba Porno, Astagfirullah! “ Yayasan Kita dan Buah Hati (YKBH) pada 2008 melakukan survei terhadap 1625 siswa kelas IV-VI SD di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Ditemukan data 66% anak berumur 9-12 tahun telah menyaksikan materi pornografi dan akses anak-anak tersebut (16%) berasala dari situs porno. Tentu saja hal ini yang membuat di bagian Asia terutama Indonesia merupakan nomor peringkat 1 (satu) sebagai pengakses pornografi. Dan dalam kurun 4 tahun berturut Indonesia dalam teks katagori tetentu Indonesia masih menjadi nomer urut 1(satu).

Untuk daerah jogja sendiri mendapat peringkat teratas untuk jumlah pengkases situs porno. Koodinator sekaligus pembicara jangan bugil depan kamera Sony setiawan mengatakan “ Bayangkan dibandingkan kota lain, seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Macao bahkan Manila (Filipina) hingga Hanoi di Vietnam, Yogya tertinggi,” katanyai. Untuk salah satu katagory kasus artis pornografi berdarah jepang prancis yang di kenal dengan panggilan Miyabi, Indonesia menemapati grafik teratas dari Negara Filipina, Vietnam, malasyia, Thailand, singapur, south korea, hongkong, Australia dan Canada.

. Hal yang membuat bulu kuduk berdiri, sekarang ini adalah banyaknya kasus bugil di depan kamera. Sedangkan di Amerika dari tahun 2008 baru mulai. Jadi Amerika justru mengikuti kita. Kita menyebarkan tren.. Angka Bugil di depan kamera mancapai 700-an kasus. Inilah sisi negative lain dari kemajuan tenknologi.

Dengan jumlah 231 juta penduduk Indonesia, inilah yang harus kita sadari bahwa kemajuan terknologi berdampak baik dan buruknya. Dan kita tidak bisa di katakan belum siap menerima kemajuan itu sendiri,karena mau tidak mau perkembangan dunia tekonologi yang sudah menjadi kebutuhan kelengkapan aktifitas. Hanya mengenai kendala SDM yang belum merata merupakan Pekerjaan rumah bangsa ini, tantangan dalam penguasaan bahasa asing merupan hal pokok kunci menguasai teknologi itu sendiri. Kalau penguasaan bahasa itu tinggi maka kita akan menjadi bagian dari dikurs global, tetapi kalau penguasaannya rendah ini adalah masalah.

Memandang positif dan negatif kemajuan teknologi, bagi kemaslahan bangsa dan umat islam khususnya. Adalah control secara internal mulai dari keluarga untuk mengenalakan dan mengawasi anak didik dari dampak negatif itu sendiri, dan pemerintah khususnya badan-badan yang bewenang menangani untuk mengambil langkah tepat untuk mengurangi dampak dari kemajuan sisi buruk teknologi itu sendiri. kian pesatnya kemajuan teknologi jangan kita jadikan hantu boomerang untuk kita tidak berani terbuka dan maju.peran penting bangsa elemen-elemen pemerintah, masyarakat dan keluarga adalah payung untuk menghindari dan mengurangi dampak negatif media itu sendiri.

(artikel ini telah di muat dalam Tulisan Lebaran “Typich” edisi.2 tahun II/1430-2009)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *