Memutus Rantai Kemiskinan

Orang Lombok Hidup untuk 3M
December 24, 2012
Orang Lombok Versi Orang Malaysia
December 26, 2012

Memutus Rantai Kemiskinan

Yang miskin makin miskin
Yang kaya makin kaya
(Rhoma Irama, Capres Indonesia)

[Sasak.Org] “Saya sudah bosan miskin, saya sudah tidak peduli lagi bagaimanapun caranya, yang penting saya bisa kaya” kata salah seorang yang hidup penuh ‘kemelaratan’ menurut dirinya.

Kemiskinan dan pemiskinan, suatu hal yang wajib kita hindari. Memutus rantai kemiskinan ini sepertinya agak sedikit sulit karena sedang berlomba dengan siklus kekayaan dan peng’kayaan’ secara sistematis oleh orang kaya yang sudah kaya dari ‘papuk balok’nya.

Orang kaya tentu menginginkan anaknya lebih kaya dari dirinya. Sehingga disekolahkan ditempat terbaik, sampai kemudian semua akses untuk menjadi kaya disiapkan untuk anaknya, bila perlu dengan cara apapun. Kelompok ini terus berupaya menambah assetnya, bila perlu membeli semua asset orang miskin yang sangat rindu melihat lembaran uang berwarna merah, bermimpi-mimpi menunggangi satria f atau vixion, bahkan sangat ingin pergi menunaikan ibadah haji. Kelompok ini makin kaya dengan terus mengurangi jatah harta orang lain.

Orang miskin, tentu sangat berharap anak keturunannya tidak miskin seperti dirinya. Dia sekolahkan anaknya di SD Negeri terdekat, dilanjutkan ke Madrasah atau SMP, untuk menyelesaikan sekolah anaknya, orang tua miskin ini sampai-sampai tidak berani makan enak, beli baju baru untuk dirinya, khawatir biaya sekolah anaknya tidak terbayar. Dari proses ini, ada anaknya yang berhasil mengubah statusnya, tetapi banyak juga yang meneruskan status orang tua mereka, ‘kaling’ mikir beli tanah, mikir untuk beli beras saja susah.

Uraian diatas, sebagian dari gambaran fenomena pemiskinan dan ‘pengkayaan’ di sekitar kita. Apa yang harus kita lakukan? Rumus a’ gym tetep berlaku, 3 M. Mulai dari yang kecil, Mulai dari saat ini, dan Mulai diri kita. Jika kemiskinan itu melanda keluarga kita, mari kita bertindak, jangan sampai kemiskinan itu menjadi turun temurun.

Bila kita termasuk orang-orang kaya, ingat mereka yang sedang diuji dengan kemiskinan, mari ingat mereka, tentu dengan cara yang bisa kita lakukan, memberdayakan mereka atau membantu orang atau lembaga yang memberdayakan mereka.

#coretan ini terinspirasi dari pemandangan akhir-akhir ini di Kota Mataram, tempat orang ngerampek berkurang, tujuan orang mepes sudah tidak ada, jualan mereka sudah tidak laku karena minimarket di setiap sudut kota, angkot mereka sudah tidak laku lagi, cidomo mereka sudah tidak beroperasi karena rutenya semakin disempitkan, .. Pemiskinan terstruktur..

Amaq Nune,
Peternak Kambing di Lombok Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *