Mengantar Eka "Ngurisang" di Bukit Kiangan
March 25, 2010
Ayunan Langkah
April 16, 2010

Mengenal Bahasa Sasak

Hazairin R. Junep

Hazairin R. Junep

[Sasak.Org] Sudah sepekan kami menunggu penjelasan dari para pakar kesasakan mengenai adat Merarix/ Perkawinan Sasak namun seperti sebelum dan sebelumnya tak ada yang mau dengan suka rela memaparkannya. Yang tampil diberbagai tempat adalah tema tema yang menyinggung masalah kesasakan serba sedikit dan berserakan di dunia maya. Sayang sekali sifat datu banjar masih terbawa sampai di dunia maya. Masing masing orang ingin menjadi pendiri atau founder sebuah milis atau FB. Akhirnya penyakit pemekaran daerah menular juga ke dunia maya. Sesudah punya komunitas sediri, masing masing bicara ditempat dan sering tak sesuai dengan misi awal. Judulnya apa isinya apa tidak lagi menjadi kepedulian sehingga kemanapun kita berselancar yang diomongin sama dan tidak memberi nilai tambah yang signifikan

Pada kesempatan ini mari kita besama sama melihat bahasa Sasak sebagai salah satu bahasa besar dunia dengan pemakai sekitar 3 juta lebih yang tersebar di seluruh Nusantara, Malaysia,Timur Tengah dan penjuru dunia lainnya.

Bahasa Sasak adalah salah satu grup bahasa Nusantara yang berasal dari bahasa Sanskrta atau Kawi. Perkembangan selanjutnya terpengaruh bahasa Melayu, China dan Arab. Bahasa Sasak itu adalah bahasa Neo Sanskrit yang sama modernnya dengan bahasa Perancis atau Jerman. Dalam bahasa Perancis atau Jerman dikenal bentuk biasa dan Bentuk Hormat, begitupun dengan bahasa Sasak. Tetapi dalam bahasa Sasak masih ada tersisa apa yang disebut Bahasa Istana (la langue courtoise). Pada saat ini dapat kita jumpai dalam acara adat seperti perkawinan Sasak itu.

Kalau dilihat dari ragam penggunaannya bahasa Sasak dapat dibagi menjadi 3 kelompok.

1. Bahasa dikalangan istana kerajaan (la langue courtoise)

Kosa kata yang digunakan dalam ragam bahasa ini adalah bahasa klasik. Biasanya digunakan pada kesusastraan dan terbatas digunakan pada dialog orang yang berada di Istana.
Kosa kata yang digunakan adalah antara lain:
Pelungguh atau Pelinggih, Cokorde, Kaule,Kaulande, Daweg, Ngiring, Pokolon,Nunas, Nenten, semua yang menggunakan De ; Deside, Derike, Deriki dsb.
Contoh dari bahasa Melayu untuk jenis bahasa ini sering digunakan dalan sandiwara kerajaan yaitu kata” BETA” kalau raja Jawa berka ” INGSUN”

2. Bahasa bentuk hormat (Formal)
Kosa kata yang digunakan adalah bentuk saling menghormati antara dua orang atau lebih. Kosa kata yang digunakan adalah antara lain:
Titiang, Tiang, Side, Nggih, Ndex, dsb

3. Bahasa biasa atau sehari hari (Colloquial)
Kosa kata yang dipergunakan oleh orang awam, orang kebanyakan dan atara sesama kawan atau tetangga. Kosa kata yang digunakan antara lain: Aku, eku, ku, ente, kemu, bi, aox, ndex, mangan dsb.

Kosa kata dari bahasa bentuk hormat dan Bahasa Istana banyak saling mengisi mengingat bahwa pemakai bahasa Istana sudah punah dan tinggallah tersisa antara para petugas adat pada saat upacara perkawinan Sasak saja. Di Mataram dan Selong ada anak yang tidak bisa sama sekali berbahasa Sasak disebabkan oleh kesalahn orang tuanya yang berfikir bahwa bahasa Sasak itu kolot dan terbelakang. Orang tua semacam itu adalah orang yang tidak mepunyai karakter jelas dan kuat. Lahir dan besar di Lombok tetapi tidak mengenali jati dirinya.

Ada juga orag menyebut bahasa halus tetapi yang mana maksudnya, mungkinkah bahasa makhluk halus? Apalagi yang disebut bahasa kasar, itu adalah bahasa orang yang sedang naik pitam, stress, mabuk dan orang gila.

Bahasa menunjukkan bangsa tidak hanya bahwa kalau anda berbahasa Sasak maka orang tahu anda adalah orang Sasak tetapi bahasa sesungguhnya adalah bentuk ekspresi diri yang paling utama sehingga setiap gerak gerik anda mencerminkan siapa diri yang sesungguhnya. Kalau bahasa sendiri tidak dikuasai maka ekspresi seseorang akan janggal. Lihatlah bule yang berbahasa Sasak, tidak hanya bunyi dan wajahnya yang lucu tetapi setiap gerak geriknyapun aneh. Orang yang menguasai behasanya dengan baik adalah orang yang mantap. Lihat para turis Jepang, mereka tidak bisa bahasa Asing tapi mereka dapat diidentifikasi dari cara bereksperesi, berjalan dan bahkan pada saat tidur dan mati.

Selain itu bahwa orang yang mengerti bahasanya sendiri akan lebih mudah mengeskpresikan diri dalam bahasa Asing. Komunikasinya baik dan dapat membawa diri di lingkungan manapun. Orang yang bahasanya baik adalah orang yang punya rasa percaya diri tinggi dan berkepribadian kuat. Mengapa orang Sasak langka sekali mengunakan lambung?. Sebab mereka telah terisolir dari kulturnya sendiri. Apa yang dibanggkan kalau kita telah menjadi orang aneh dinegri sendiri. Kalau tidak ada turis memakai bebosang, kalau tidak ada turis memakai sapux, mana ada yang pernah berfikir bahwa kitalah yang punya sapux dan bebosang itu, yang masuk di toko elit bahkan sampai ke London! Kalau ada orang Jepang belambung, ramai sekali orang menonton dan berdecak decak alangkah cantinya dia. Bodoh Orang Sasak, orang Jepang tentu paling cantik dengan KIMONO dan yang cantik belambung adalah DEDARE SASAK. Nah, apakah kita menunggu sampai bahasa Sasak tidak dimengerti oleh generasi muda dan kita akan mengundang bule untuk mengajar kita berbahasa Sasak dengan ucapatan cadel yang gerak tubuhnya seperti orang terkena seserot manuk?

Benar kata papux balox dahulu, belajarlah ALIF BENGKOK supaya tahu yang Lempeng, maksudnya janganlah khawatir tak bisa menulis alif hatta yang bengkokpun kau buat itu adalah sebuah usaha dalam belajar. Tidak ada kata terlambat mari kita mulai meskipun ngelantur dan campur aduk dan belepotan bahasa kita asalkan kita rasakan baik baik niscaya kita akan sekuat Gunung Rinjani yang tak pernah mengaku aku Sasak tapi seluruh dunia tahu dia ada di Gumi Sasak dan jangan sampai dia meletus kita tidak juga sadar sadar.

Wallahualambissawab
Demikian dan maaf
Yang ikhlas
Hazairin R. JUNEP

Glosarium:

Seserot manuk adalah jenis tanaman perdu yang sangat gatal dan terasa membakar kulit. Orang yang terkena olehnya akan banyak bergerak seperti Michael Jackson atau monyet gelisah

2 Comments

  1. Makat ndeq kadu base sasak…padahal arane KOMUNITAS SASAK

  2. anang muzranarip says:

    Gih, tiang sangat setuju dengan melestarikan bahasa sasak,
    Dijawa, org cina bisa berbahasa jawa dgn lancar (pasih), tapi dilombok tidak sama sekali, jangankan org cina, org pribumi jgk jarang ada yang bsa, apalagi di kota, mereka malu memakai bhs sasak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *