Mengkriktisi Media Hiburan

Belajar Jadi Saudagar dan Sekolah Jadi Pegawai
June 21, 2009
Sepenggal Kisah Perjuangan ‘Pepadu’ Sasak di Ajang Internasional
June 21, 2009

Mengkriktisi Media Hiburan

  “ kalau media Hiburan  sudah menguasai segenap elemet bangsa, dan  tanyangan- tanyangan tidak bermutu menunggangi media. Dan Lembaga sensor terselimuti hangat oleh tangan-tangan berkuku panjang, maka terdidikilah anak generasi bangsa media yang siap menjajah moral bangsa dan plagiat budaya kehidupan yang kebebasan tanpa melihat batas agama , etika, norma, dan hukum”

Menjelang pemilu, Dunia hiburan pertelevisian baik lokal dan swasta yang terkenal, memuat berita politik sebagai liputan hangat bagi para pengamat politik-politik bangsa ini. Bukan hanya itu, sorotan seputar linstas budaya dan kuliner serta reality show masih merupakan acara yang dekat di telinga pecinta hiburan. Kemudian sejauh mana media hiburan mampu memberikan tanyangan yang positif, value yang kita dapatkan tentu banyak sekali dari ragam acara dari menu yang di sajikan oleh masing–masing media hiburan. Namun lembaga yang terkait dalam hal kelayakan sebuah acara masih setengah hati dan secara lemah mengontrol sehingga sangat sulit untuk mengeluarkan fatwa layak dan tidaknya acara tersebut di tanyangkan. Demikian juga media pertelvisian yang  mementingkan komersil dari acaranya hingga   banyak sekali iklan dan tanyangan yang sungguh memudharatkan bangsa ini, sebut saja contoh, hal-hal yang berbau mistis, magic dan porno aksi masih  mewarnai dari rangkaian acara telvisi di tanah air.

Tanpa disadari  bahwa media yang dipublikasikan, apakah sesuai dengan kondisi normal adat istiadat hukum yang ada baik yang tertulis maupun yang tak tertulis di tanah air. Mengkonsumsi  media hiburan  tidak lagi memandang tua dan muda bahkan anak-anak kecil pun sekarang sudah mengenal banyak pengetahuan tentu dari media pertelvisian ini. Nah menyorot gaya hidup para aktris papan atas, life style serta gosip dll selalu menjadi perhatian dan acara yang bersar dari para penonton. Contoh tidak di pungkiri lagi banyak di jalan-jalan baik di desa dan khusunya di perkotaaan dengan menggunakan pakaian membuka sebagian aurat tubuh, nah hal itu seolah-olah merupakan trend.

Menyoroti tanyangan-tanyangan berupa berkedok hiburan, serperti iklan ketik reg spasi JODOH/ PRIMBON/ RAMAL dll   kirim ke 0123XXX atau tanyangan filem misteri, pecintaan dan banyak jenis yang lainnya. Tanyangan semacam itu hanya memperbodoh dan membunuh karakter nilai aturan agama dan hukum masyarakat Indonesia yang sejati. Bagimana tidak. Acara-acara semacam itu secara tidak lansung mengajak dan mengarahkan prilaku-prilaku manusia primitif, yang tidak mau berkerja keras, ketergantungan akan sebuah ketidaktahuan, dan mengikis nilai kemanusian  sebagai mahluk ciptaan Yang Maha Kuasa.  Atau, mungkin bisa jadi memang yang mempunyai ide-ide tanyangan seperti itu justru merekalah para primtif berkedok intelek dan pengusung ide yang isnpiratif, namun miskin akan nilai etika moral sosial dan agama.

Dan realitanya anak muda sekarang lebih mengenal dekat dengan nama artis lagunya. Bukannya lebih mengenal tokoh bangsa, lagu kebangsaan dan bukannya juga  dekat dengan bacaan kitab al qur-an atau kitab suci dari masing agama yang di anut atau mengenal tokoh-tokoh agama , pahlawan yang semestinya ia harus ketahui. Tapi, seperti itulah sekarang gambaran dampak dari media-media hiburan di tanah air.

Jangan biarkan bangsa ini melarat dan miskin dengan iman,  harga diri dan moral etika . . .

Jangan biarkan   media menyuapi dan mendidik anak-anak generasi bangsa ini dengan tanyangan dan iklan yang busuk..

Jangan   kita jangan lengah untuk mengawasi dan membatasi anak dengan hal – hal media tanyangan dan iklan yang Mudharat.

Beri makan dan minuman bathin yang menyegarkan dari sebuah lingkungan keluarga dan lingkungan yang sehat yang sesui dengan ajaran agama.

 

(Abdullah al Muzammi) sasak diaspora Jokyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *