MENUJU LEARNING INSTITUTION – LEMBAGA YANG MAU BELAJAR

Sasak Cupak tanpa Gerantang
February 22, 2009
Terrorism and Sustainable Development
February 26, 2009

MENUJU LEARNING INSTITUTION – LEMBAGA YANG MAU BELAJAR

MENUJU LEARNING INSTITUTION – LEMBAGA YANG MAU BELAJAR
Oleh: Nurul Hilmiati
 
[Sasak.Org] Kompleks dan beragamnya permasalahan sosial-ekonomi yang ada di masyarakat seringkali menuai kontroversi akan hal-hal apa yang perlu dirubah, bagaimana merubahnya dan dari mana mulai murubahnya. Sudah tidak terhitung jumlah program pemerintah dan dana yang mengalir untuk program tersebut. Tapi mengapa program-program tersebut seperti tidak membekas di masyarakat? Yang miskin tetap miskin, masyarakat pinggiran semakin terpinggirkan. Lembaga pemerintahan menuding masyarakat yang tidak patuh menjalankan program, lembaga Dewan Rakyat menyalahkan Pemerintah yang kurang matang dalam perencanaan program, masyarakat pun mengkritik Pemerintah dan Dewan yang kerap tidak memperhatikan aspirasi masyarakat dalam pembangunan. Lalu yang muncul adalah polemik atas permasalahan yang memang sudah kompleks.
Saya mencoba merenung, mengapa semua elemen ini tidak mencoba untuk bersama-sama BELAJAR dari semua pengalaman pembangunan yang kita alami sejak zaman Merah Putih boleh dikibarkan? Mengapa kata BELAJAR seringkali terasa asing bagi lembaga pemerintahan, dewan rakyat maupun masyarakat? Bukankah dari proses belajar ini kita bisa merefleksikan kegagalan kita sebelumnya untuk dipelajari agar tidak terulang lagi di waktu yang akan datang? Dan dengan proses belajar bersama, kemungkinan perubahan yang lebih besar pun akan lebih cepat.
 
Namun ternyata tidak semua lembaga baik pemerintahan ataupun masyarakat yang memberikan lingkungan kondusive untuk proses belajar ini. Beberapa ciri dari lembaga yang mendukung proses belajar adalah (Senge, 1990, Kerka, 1995):

  1. Tempat dimana orang selalu terus menerus belajar dan meningkatkan kapasitas diri untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik bagi semua.
  2. Tempat dimana kesempatan belajar itu selalu terbuka, orang merasa bebas, aman dan nyaman untuk berdialog dan mengutarakan pemikiran dan pendapat sehingga orang merasa pemikiran mereka dihargai.
  3. Pemimpin lembaga memberikan ruang untuk diskusi dan mendengarkan dengan seksama semua saran.
  4. Kesalahan dan kegagalan dilihat sebagai suatu pelajaran, bukan lantas dijadikan aib untuk menjatuhkan orang lain.
  5. Semua elemen dalam sebuah program terlibat aktif dari sejak perencanaan, pelaksanaan dan monitoring serta evaluasi serta berkomunikasi dua arah. Masyarakat dilibatkan sebagai subyek dan penentu program yang bisa memberikan dampak positif untuk perbaikan kehidupan mereka, bukan sekedar obyek untuk melegalkan pengucuran dana proyek.
  6. Pelaksana program/proyek secara aktif mendiskusikan perkembangan program dengan semua elemen terkait serta strategi untuk perbaikan.
Dari proses di atas lalu akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan:

Apa? : apa yang telah kita capai dan apa yang belum tercapai?
Mengapa? : mengapa kita bias berhasil dan mengapa pula kita bias gagal?
Lalu apa? : lalu apa implikasi dari keberhasilan dan kegagalan itu terhadap program?
Sekarang bagaimana? : Tindakan apa sekarang yang bias kita lakukan untuk melakukan perbaikan?

 
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah lembaga-lembaga yang ada sekarang memiliki keinginan menjadikan dirinya sebagai lembaga yang mau belajar untuk berubah? Tidak ada jawaban yang pasti tentang hal ini. Tapi selama sebuah lembaga masih bermental: menampik atau menyembunyikan kesalahan dan tidak mendukung komunitasnya untuk belajar, pemimpin memiliki hak prerogative dan pendapatnya adalah yang terbaik, orang tidak boleh berbeda pendapat, selama hirarki birokratis adalah di atas segala-galanya maka lembaga-lembaga yang ada tampaknya masih jauh dari yang disebut “Lembaga Yang Mau Belajar” untuk perbaikan dan kemajuan bersama.

Tulisan disarikan dari course note:
Participatory planning, monitoring and evaluation: learning for impact. Wageningen, 2008.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *