Korban Sasak Korban!
November 28, 2009
Konspirasi Sasak
December 3, 2009

Niat Sasak Niat!

Hazairin R. Junep[Sasak.Org] Lebih dari sebulan saya merasakan dinginnya Siberia yang terkenal membeku itu. Kita di Indonesia pernah disuguhkan film berjudul GULAG yang menggambarkan kehidupan di penjara Uni Sovyet yang paling ganas di dunia. Tidak hanya para opsirnya yang ganas tapi juga cuaca yang mencapai minus 60 derajad dibawah nol. Saya membayankan Siberia seperti neraka yang dingin tempat menghukum manusia yang berdosa. Neraka tidak hanya panas bukan?. Hitung hitung ke Siberia untuk merasakan salah satu neraka yang diberikan Allah di muka bumi ini. Ternyata dingin yang menakutkan itu tidak mengerikan. Kejadian dingin yang mencapai minus 60 drajad itu tidak sering dan tidak lama berlangsungnya. Kalau di Dasan kita mengalami cuaca yang sangat panas sekali dua setahun sehingga semua orang keluar rumah tidak pakai baju kecuali perempuan. Panas itu berlangsung semingguan dan cuaca dingin juga berlangsung tidak lama saat bagex bekembang atau perekong tengkulak. Tapi karena tidak terima dengan dingin atau panas rasa tersiksa jadi makin lama menggerogoti badan sehingga kemampuan daya tahan tubuh melorot seiring dengan keluhan yang merontokkan mental.

Meskipun dingin sekali sampai minus 22 sejauh yang saya alami, belum pernah saya lihat orang mengeluh, semua beraktifitas biasa, malam malam terlihat di taman tiga empat orang muda minum bir sambil berdiri. Pagi pagi pembersih jalanan bekerja sambil menghembuskan uap tebal saat bernapas. Tumpukan es setinggi setengah betis harus diskop ke tepi trotoar atau tanah lapang. Salju yang mengeras jadi es di hancurkan dengan linggis gepeng lalu disapu. Orang orang yang bekerja membersihkan jalan itu adalah orang yang tidak berpendidikan dan tidak terampil. Pendapatannya hanya cukup untuk makan dan sewa kamar. Sesudah 55 tahun wanita pensiun dan laki laki 60 tahun. Mereka menerima uang pensiun yang cukup untuk makan. Di Siberia makan termasuk murah, yang mahal adalah biaya sewa kamar dan pakaian. Tapi bagi yang kreatif banyak cara mengatasinya, ada kios kios orang China dengan barang lebih murah, tentu saja kurang gengsi atau respek bagi kalangan tertentu. Beras RP.5000 per kilo dan semuanya bagus. Buah buahan semua impor tapi lebih murah dibandingkan di Jogja, kwalitas bagus dan harga sesuai. Kalau di Jogja buah busuk impor tetap dipasang mahal sehingga makin busuk tidak terbeli.

Beberapa orang yang datang mengkonsultasikan bisnisnya dan persoalan anak anak mereka mengeluhkan bisnis yang terpengaruh krisis akibat ulah kapitaslis New York. Orang Rusia mempunya jumlah terbanyak orang kaya didunia dan ikut bermain di Wall Street sana, sehingga kena efek bagaimanapun juga. Saya katakan pertama tama pada rekan rekan yang mengeluh itu bahwa krisis itu terjadi di otakmu. Ada apa dengan kalian kok ikut susah sedangkan yang bangkrut orang New York. Mereka anggap saya bego karena tidak faham bisnis global. Saya tanya mereka, berapa besar uang yang ditanam untuk saham. Tidak ada. Kalau begitu kalian bebas dari krisis. Masalahnya adalah bisnis meraka yang mencakup banyak bidang itu menurun incomenya. Itu bukan krisis tapi penurunan sobat!. Ya bagaiman kami harus menjaga agar tidak turun gugatnya. Tidak bisa, karena harus ada turun baru naik lagi setelah terjadi keseimbangan. Kalau kau berhenti berarti mati, maka teruslah berusaha meskipun sedang turun. Jangan peduli berapa nilai tukar rubelmu terhadap dolar, bagaimanapun kalau kau meraup jutaan rubel artinya kau beruntung. Jangan harap pasar bereaksi sebaliknya dari reaksimu. Pasarpun takut. Orang orang yang bahkan tidak tahu bisnis ikut ikutan ribut soal krisis. Karena yang memberitahu mereka adalah kalian juga. Kalian bilang krisis agar orang menawarkan lebih murah komoditasnya sedangkan kalian tidak pernah ingin untung yang dikurangi bukan?.

Ada dua orang yang ingin agar saya menolongnya dengan kekuatan magis agar berubah hidupnya dan bisnisnya jalan. Satu orang ibu sedang rumit usahanya dibidang kosmetika karena tenaga ahlinya keluar. Satu lagi pemuda yang igin diobati secara magis agar langsung sehat. Ibu itu sudah konsultasi kemana mana dan mendapat solusi tapi tak ada yang dia laksanakan. Pemuda itu sudah berobat dan konsultasi sampai ke berbagai kota besar tapi dia tak kunjung sehat, karena tak ada satupun saran dari dokter yang dia ikuti.

Sesungguhnya segala sesuatu itu dimulai dengan niat! Niat yang kuat itulah yang disebut oleh berbagai budaya dan bangsa sebagai sihir yang perkasa. The great magic, dapat kita ucapkan, kita bisikkan atau kita lintaskan dalam benak saja. Kalau kita sungguh sungguh menjaga niat itu buahnya adalah apa yang disebut sebagai keajaiban. Jadi kita tidak perlu pakai jaran goyang atau sesajen kepala kerbau segala. Tapi bagaimana mengatakannya pada orang yang tidak mengerti agama macam dua orang ini. Saya ceritakan bagaimana saya 12 sampai 14 jam sehari tanpa makan minum dan segala kegiatan yang nikmat ditiadakan. Itu disebut puasa. Mengapa tidak ada rasa lapar dan tertarik untuk minum atau lainnnya?. Karena niat yang dipasang sangat kuat. Untuk apa puasa? Untuk mendekatkan diri pada Allah. Mengapa dengan Allah? Sebab Dialah pemilik segalanya. Motivasi lain pasti mengarah pada materi dan menyebakan kita berkeinginan memperoleh imbalan sedangkan niat karena Allah adalah immaterial. Tidak ada keinginan agar diberi pahala atau apapun kecuali hanya mau dekat dengan Sang Khalik. Setelah selesai akan terasa perbedaan antara menahan dan membiarkan. Niat kuatlah yang membuat Mandela menjadi besar dan bermanfaat bagi bangsanya. Niat besarlah yang mebuat Ahmad Soekarno mengguncang dunia dengan pidatonya yang membela anak bangsanya yang tertindas. Niat itu memiliki elemen kesadaran, keikhlasan, kerelaan dan pengetahuan. Seorang muslim mulai dengan bersyahadat ketika dia sadar akan dirinya maka pengakuanlah yang terucap. Setelah menyadari keberadaan diri diapun rela dan ikhlas berada didalam kesadaran akan eksistensi diri di dalam nama Tuhannya. Oleh sebab itu dia mencari pengetahuan akan diri dan Tuhannya. Sebuah proses yang menantang kita agar bereksplorasi kedalam diri sendiri.

Mata akan lebih terang melihat kedudukan yang baik dan buruk diantara kebenaran yang mutlak. Ketika kita tahu bahwa seorang manusia adalah penjahat yang mencuri karena anaknya lapar, lihatlah dia dari sisi anaknya memandang. Bukankah dia adalah pahlwan?. Ternyata yang dapat berbuat adil bukanlah karena kita akhli membedakan baik dan buruk tapi karena kita mengerti tentang kebenaran itu. Oleh sebab itulah kalau ada orang yang mencuri karena lapar yang harus dihukum adalah pemimpin negaranya dan bahkan semua anggota masyarakatnya. Di Dasan kita yang mengaku aku muslim sudahkah semua orang memasang niat dengan kuat untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik?. Agar anak cucu kita kelak dapat berkata bahwa papux baloxnya telah membuat keajaiban di gumi paer sehingga mereka menyampaikan rasa syukur kepada Allah atas kemakmuran dan kemuliaan hidupnya yang gemilang oleh akhlak mulia. Insyaallah, amin.

Wallahualambissawab

Demikian dan maaf
Yang ikhlas

Hazairin R. JUNEP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *