Sasak.Org : Rahayu Bangse Sasak!

Situs Resmi Komunitas Sasak | Kantor Berita Lokal Pulau Lombok

ad

Kekurangan Anggaran Putaran ke-Dua Pilkada Lobar, Dibebankan Pada SKPD

Kekurangan Anggaran Putaran ke-Dua Pilkada Lobar, Dibebankan Pada SKPD

Oleh Indra Goenawan

Lombok Barat [Sasak.Org] Alokasi anggaran putaran ke-dua Pilkada Lobar yang sempat menimbulkan kontroversi kini telah menemui titik terang. Pemkab Lobar bersama DPRD menyetujui Rp. 3,2 miliar dari Rp. 4,7 miliar anggaran yang diusulkan oleh KPUD Lombar. H.L.Takdir Mahdi, Spd, Ketua DPRD Lobar kepada WKS mengatakan Panitia Anggaran (Panggar) Pemkab Lobar dan Panggar DPRD Lobar telah melakukan rapat guna membahas anggaran putaran ke-dua tersebut.

Takdir menjelaskan pihak KPUD secara rinci telah memaparkan kebutuhannya dalam putaran ke-dua nanti dan menurut Panggar angka yang diajukan KPUD sangat riil, namun Pemda hanya mampu mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 3,2 miliar. “Pemkab tidak sanggup untuk memenuhi usulan KPUD sebesar Rp. 4,7 miliar” terangnya.

Namun Takdir juga menjelaskan bahwa Pemkab akan berusaha menanggulangi kekurangannya dengan cara men-saving anggaran pada setiap SKPD yang programnya dianggap tidak berjalan. “kekurangannya bisa kita ambilkan dari me-rasionalisasi anggaran” ungkapnya. Dengan begitu APBD Lobar tidak akan mengalami perubahan secara keseluruhan, namun yang dirubah adalah item-item tertentu saja.

Ia juga menegaskan bahwa langkah yang akan diambil tersebut tidak melanggar aturan, karena sifatnya hanya mengalihkan anggaran yang tidak terpakai saja, seperti contohnya anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan Pelabuhan Carik di KLU karena sampai saat ini proyek tersebut belum dikerjakan.

Pemkab Loteng Berharap Emaar Beli Hotel Tastura

Pemkab Loteng Berharap Emaar Beli Hotel Tastura

Oleh Iskandar Pramubinawan

Lombok Tengah [Sasak.Org] Belum jelasnya pengelolaan Hotel Tastura sampai saat ini ternyata disebabkan karena Pemkab Loteng belum berani mengambil langkah untuk mengelola Hotel tersebut dan berharap kepada Emaar Properties untuk membeli dan mengelolanya. “sebelum melakukan proses tender kita akan tunggu kejelasan dari Emaar terlebih dahulu, apakah nantinya Emaar mau mengambi alih atau tidak karena lokasi Hotel Tastura tersebut berada dalam kawasan LTDC” ungkap Kabag Aset Pemkab Loteng, M. Nazili kepada WKS, Selasa (18/11) kemarin.

Menurutnya langkah tersebut diambil untuk menjaga kemungkinan jika nantinya Hotel Tastura juga mau di ambil oleh Emaar “jika kita melakukan lelang, dan kemudian ada perusahaan yang dinyatakan menang dan ternyata juga Emaar bersedia untuk mengambil alih Hotel Tastura maka nantinya akan terjadi masalah seperti pemutusan kontrak kerja secara sepihak” terang Nazili.

Sejak pengelolaan Hotel Tastura diambil alih oleh Pemkab Loteng setahun yang lalu dari PT. Plonggo, Hotel Tastura tetap beroprasi seperti biasa dan hasilnya telah disetorkan kepada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Loteng. Saat disinggung munculnya nama Wellen Puhehena yang menyetorkan pajak ke Dispenda, Nazili menjelaskan bahwa Wellen Puhehena adalah salah seorang karyawan Hotel Tastura.

Sementara itu PT. Plonggo sampai saat ini masih menunggak kepada Pemkab Loteng, dalam kontrak kerja yang telah disepakati, PT. Plonggo seharusnya menyetor Rp. 2,5 miliar dalam lima tahun atau Rp. 500 juta setiap tahunnya, namun ternyata sampai masa kontraknya berakhir pada tanggal 31 Januari 2008 lalu PT. Plonggo baru menyetor sekitar Rp. 180 juta saja, sedangkan sisanya yang berjumlah Rp. 2,320 juta belum ada kejelasan.

Wisata Kawasan Selatan Akan Di Kembangkan

Wisata Kawasan Selatan Akan Di Kembangkan

Oleh M. Zaenoeri

Lombok Timur [Sasak.Org] Wakil Bupati Lotim, H.M. Samsul Luthfi menjelaskan Pemkab Lotim akan mengembangkan sector wisata di kawasan Selatan Gumi Selaparang. Perencanaan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah selatan tersebut yang selama ini menurutnya kurang diperhatikan oleh pemerintah.

Menurutnya selain kawasan tersebut memiliki potensi alam untuk dikembangkan menjadi daerah pariwisata, kawasan tersebut juga berpotensi menjadi alternative wisata bagi para wisatawan mancanegara, terlebih lagi dengan adanya Bandara Internasional Lombok (BIL) yang saat ini sedang dibangun di Loteng. “kami masih mencarai formulasi model pengembangan sector wisata pada kawasan tersebut” terang Samsul.

Ditegaskannya potensi wisata yang paling cocok di kawasan itu adalah wisata bahari, dimana laut dan pantainya sangat cocok bagi wisatawan untuk berwisata dan bersantai. “kondisi ombak yang bagus cocok untuk berselancar” tambahnya. Sebagai penunjang program tersebut, langkah pertama yang akan dilakukan Pemkab Lotim adalah memperbaiki dan membangun infrastruktur jalan, sehingga investor yang ingin berinvestasi mudah menjangkaunya.

Diakuinya juga selama ini banyak investor asing yang telah menawarkan diri untuk mengembangkan objek wisata di kawasan Selatan tersebut. “apalagi disana juga sudah ada pantai yang sangat terkenal hingga ke luar daerah, yakni pantai Surga yang di kenal dengan “heaven on the planet”. Terang Samsul jumawa.

PENGUMUMAN

PENGUMUMAN

Sejak tanggal 10 November 2008, CV. KATON RAQCAKA yang didirikan berdasarkan akta Nomor 21, pada tanggal 07 Desember 2005, yang dibuat di hadapan HALIM NATAATMADJA, SH Notaris di Praya dan telah dirubah untuk terakhir kalinya dengan akta Nomor 04, tanggal 04 Oktober 2007 yang dibuat dihadapan TUAN SAHARJO, SH, M.Kn, MH Notaris di Praya, telah berubah statusnya menjadi PT. KATON RAQCAKA TELEKOMUNIKASI sesuai akta Notaris Nomor 10, tanggal 10 November 2008 yang dibuat dihadapan Notaris SAHARJO, SH, M.Kn, SH Notaris Kabupaten Lombok Tengah di Praya.

Demikian untuk dimaklumi kepada semua pihak, baik yang secara langsung atau tidak langsung selalu berhubungan dengan pihak Managemen PT. KATON RAQCAKA TELEKOMUNIKASI agar kerjasamanya semakin baik dan professional

Hormat Kami

Management PT. KATON RAQCAKA TELEKOMUNIKASI

Teknologi Biogas Untuk Peternak

Teknologi Biogas Untuk Peternak

Oleh: M Roil Bilad

Biogas, sebuah pengantar

Semangat pemerintah dalam upaya mengefesienkan biaya anggaran dengan secara bertahap mengurangi subsidi BBM mengakibatkan dikembangkannya sektor energi alternatif dan terbarukan. Teknologi biogas merupakan teknologi yang relatif sudah sangat tua dikembangkan dan digunakan di berbagai negara sejak puluhan tahun yang lalu. Teknologi ini mudah diaplikasikan dan di operasikan bahkan di berbagai belahan dunia, mulai dari pedalaman afrika dengan teknik super sederhana, sampai skala industri di Jerman. Teknologi ini sangat sesuai dikembangkan di Nusa Tenggara Barat (NTB), mengingat NTB merupakan salah satu sentra penghasil ternak terbesar di Indonesia.

Selain potensi aplikasinya yang memadai (mudah di buat), produksi biogas juga memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat sebagai sarana penyedia energi siap pakai. Berdasarkan basis perhitungan pemanfaatan kotoran 2 ekor sapi, maka produksi biogas dapat mencapai 1m3 perhari. 1 m3 Biogas setara dengan:

  • 60-100 watt lampu bohlam selama 6 jam.
  • 5-6 jam memasak menggunakan kompor gas
  • Setara dengan 0,7 liter bensin
  • Dapat memproduksi 1,25 kwh listrik

[Read the rest of this entry...]

-IKLAN- ad
,