Evaluasi dan perspektif program bangun desa KS-IPEBI
December 26, 2011
Sastra Kanak Sasak : Cinta Lombok – Kualalumpur
December 28, 2011

Pantai Cemara Nan Cantik

Lombok Barat [Sasak.org] Pulau Lombok terkenal dengan wisata pantainya, bahkan sepanjang pantai yang memutari pulau mungil ini bisa menjadi obyek wisata asal dikelola dengan baik. Salah satu diantaranya adalah Pantai Cemara Lembar Lombok Barat. Pantai yang garis pantainya berdekatan dengan pelabuhan lembar ini merupakan daerah wisata lokal bagi masyarakat Lombok Barat.

Pantai Cemara – Lombok Barat

Pantai cemara ini dapat ditempuh 45 Menit dari Kota Mataram, 2 KM sebelum sampai pelabuhan lembar ada petunjuk arah bertuliskan Pantai Cemara, berjarak sekitar 2,5 Km dari jalan raya melewati yang saat berita ini ditulis masih sedang diperbaiki. Menjelang masuk pantai, ada portal bambu, cukup bayar Rp.2.000 per motor. Saat WKS berkunjung ke pantai tersebut, terlihat puluhan orang sedang bermain, posisi pantai yang landai dan tidak berkarang membuat pengunjung serasa mandi di kolam, “enak disini, pantainya tidak terlalu dalam dan landai. Tetapi sayang, sampah disini mengganggu suasana” ujar salah seorang pengunjung yang datang bersama rombongannya dari Lombok Tengah.

Seperti pantai di Lombok pada umumnya, disamping keindahan pantai biasanya akan terlihat juga sampah berserakan. Andaikan petugas kebersihan di Kota Kabupaten bisa ditugaskan 2 atau 3 orang saja tentu suasana pantai akan terasa lebih indah.

Keramat Lembar

Selain Pantai Cemara, melalui rute yang sama dan bersebelahan dengan Pantai Cemara ada makam yang ramai dikunjungi masyarakat Lombok, diyakini sebagai salah satu makam pembawa agama Islam Ke Lombok, makam tersebut sering disebut “makam keramat lembar”.

Terletak di tengah laut, berdekatan dengan teluk lembar. Biasanya dikunjungi saat lebaran, musim haji, atau saat “peroahan” khusus. Bila berkunjung ke makam tersebut sebaiknya di waktu air laut surut sehingga bisa langsung melihat bangunan makam. Tidak jauh dari lokasi makam, ada beberapa berugak tempak “roah” dan tentunya makan-makan ketupat, olah-olah, ayam, dan makanan khas yang menemani ziarah. [WKS/Zkp]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *