Pembangunan Infrastruktur Wisata Lombok Didukung Kemenpupera

Perusahaan Kapal Jerman Bangun Pelabuhan di Lombok
June 18, 2015
Flying Fox Bakal Hadir di Mataram Water Park
June 18, 2015

Pembangunan Infrastruktur Wisata Lombok Didukung Kemenpupera

Pemandangan salah satu sudut pantai di Lombok

Pemandangan salah satu sudut pantai di Lombok


Publicapos.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendukung pembangunan infrastruktur wisata kawasan Mandalika (Lombok Selatan) dan Kota Baru Bandar Kayangan (Lombok Utara), guna menarik turis mancanegara berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.
“Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan selalu mendukung pengembangan pembangunan di wilayah timur,” kata Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hermanto Dardak dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (17/6).
Untuk itu, ujar Hermanto Dardak, dalam rangka turut mendukung pembangunan Kota Baru dan Kawasan Pariwisata Mandalika, pihaknya telah membangun antara lain dua bendungan di daerah tersebut yaitu Pandan Duri dan Batujai.
Selain itu, menurut dia, pihaknya juga telah mendukung revitalisasi Sungai Munjur dan rumah susun jika dibutuhkan guna menampung para pekerja atau pendatang seiring dengan pengembangan kota.
Berdasarkan data pemerintahan setempat, pembangunan Kawasan Mandalika membutuhkan dana sekitar Rp2,1 triliun. Sedangkan pembangunan Kota Baru Bandar Kayangan dimungkinkan tidak menggunakan dana APBN, melainkan dukungan investor asing dan investor lokal.
Pembangunan Kota Baru Bandar Kayangan dinilai penting mengingat mulai ramainya arus lalu lintas perdagangan kapal-kapal besar yang mendarat di Singapura.
Bila Bandar Kayangan terwujud diharapkan mampu menarik peluang 45 persen kapal-kapal dunia akan melalui Selat Lombok.
Selain itu, Bandar Kayangan diharapkan ke depannya memiliki lima fungsi yakni sebagai pelabuhan, pusat industri, pusat energi, perdagangan, turisme dan residensial.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan lokasi turisme yang tersebar luas di berbagai daerah di Tanah Air dan menarik banyak wisatawan mancanegara juga harus memiliki inovasi guna mengembangkannya serta menarik investasi ke dalam daerah wisata itu.
“Turisme upaya yang paling mudah (menarik investasi) karena tidak membutuhkan modal besar,” kata Jusuf Kalla, saat memberikan kata sambutan dalam acara Indonesia Attractiveness Award 2015 di Jakarta, Jumat (12/6) malam.
Menurut Jusuf Kalla, turisme tidak membutuhkan modal besar antara lain karena modal utamanya telah diberikan secara cuma-cuma oleh Tuhan yaitu pemandangan alam yang indah dan perilaku keramahtamahan warga di sekitar lokasi wisata.
Untuk itu, ujar dia, hal yang perlu dilakukan guna mengembangkan pariwisata adalah menemukan inovasi. Apalagi banyak spot wisata yang mungkin lazim ditemui di Indonesia tetapi sangat menarik bagi orang asing yang baru datang ke Nusantara.
“Banyak spot wisata di sini ditemukan orang asing, karena daya tarik itu berbeda-beda. Laut biru dan karang kita pikir biasa, tetapi bagi orang barat itu menarik,” ucapnya.
Karena itu, Jusuf Kalla mengingatkan bahwa terkadang hal-hal yang sepele bagi kita ternyata dapat menarik bagi orang luar.
“Jadi dibutuhkan inovasi suatu pengelolaan dan juga diperlukan promosi,” tukasnya.
Wapres juga mengemukakan bahwa semua daerah yang menginginkan ada pertumbuhan ekonomi dan penambahan lapangan kerja tentu membutuhkan investasi dan kegiatan jasa seperti turisme. “Daerah itu harus menarik dari segi usaha dan keindahan sehingga wajar untuk dikunjungi,” jelasnya. (hlm/ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *