Pemilih berIPM 32

Maksiat, Dicuekin, Akhirnya Dianggap Biasa
September 2, 2013
Kusir Cidomo Diusulkan Memakai Pakaian Adat
September 4, 2013

Pemilih berIPM 32

Catatan di tahun “pencitraan”
(Memaksa menulis)
Zulkipli, SE, MMAkhir-akhir ini, silaturrahim mesti harus melewati tahapan verifikasi. Kemana harus silaturrahim. Saya khawatir tujuan silaturrahim nantinya mengakiri pertemuan dengan ucapan “tolong bantu geh, niki arak stiker doang. Lamun arak rede Allah taale, mudahan ite jari. Maaf, sekedar stiker doang niki” hahahaaa….
Jika bersilaturrahim harus melewati tahapan verifikasi, maka menerima tamu tidak mungkin akan diverifikasi. Seperti biasanya, teman yang lamaaaaaaa tidak bertemu datang dengan “katanya” penuh kerinduan. Ada keluarga yang lamaaaaa tidak bertemu karena merasa lain level. Ujung-ujungnya “bantu geh semethon”.
Ada ungkapan di kampung kami, mungkin juga dikampung yang lain. “Araan tebeng tempe nane daripade tejanji jangan laguk piran jagek (lebih baik diberikan tempe hari ini daripada dijanjikan daging tapi entah kapan)”. Pragmatisme politik atau juga kecerdasan berpolitik.
Mereka sangat yakin pilihan mereka tidak mempunya efek apapun sehingga suara perlu diobral sehingga mempunyai efek buat mereka pribadi walaupun hanya berefek 1 kg gula. Inilah namanya pemilih berIPM 32? Ah. Belum tentu, karena serangan fajar juga diterima dengan pintu terbukaaa lebar di kelompok keluarga yang mampu (materi).
Lalu, siapa itu pemilih berIPM 32? Menurut saya, pemilih mayoritas di NTB, karena NTB saja berIPM 32 tentu pemilihnya juga heheheee.
Tapi, secara spesifik, pemilih berIPM 32 itu adalah pemilih yang tidak tahu caranya menjalankan perintah “pengelecokan” oleh makelar suara (maksur). Misalanya, saudara Ichan, caleg PBB DPR RI No 9 dari 10 calon. Mencara nama ichan itu akan sulit, karena waktu nyoblosnya hanya beberapa menit. Akhirnya, menanglah I Wayan Gunastra, Adi Taher, Magdalena, Helmi Faisal. Akibat dari pemilih yang berIPM 32.
Untuk menjadi aleg, rumus matematika ekonominya sederhana. Ichan misalnya butuh 200.000 suara. Mari kontrak para pemilihnya dengan nilai kontrak 50 ribu per suara. Para relawan ichan membagikan uang dan lembaran kertas suara persis dengan kertas suara saat ngelecok nanti. Kursuskan atau berikan pelatihan ke 200.000 orang kontraktor suara ini. Insyaallah menang. Uang yang dihabiskan bisa dihitung sendiri. 200.000 x 50.000, jika masing-masing relawan membawahi 100 kontraktor suara maka hitung sendiri berapa total modal yang dibutuhkan. Tetapi melihat uang yang akan ichan dapatkan di DPR nanti, insyaallah setahun bisa balik modal.
Side punya pendapat berbeda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *