Perusahaan dari Korsel Kembangkan Tenun Ikat di NTB

Lombok’s majestic ‘tenun’
July 6, 2015
Celoteh ringan Ramadhan 13
July 12, 2015

Perusahaan dari Korsel Kembangkan Tenun Ikat di NTB

Inaq Mila, Ibu Penenun dari Bun Mudrak Lombok Tengah


[JAKARTA] Perusahaan elektronik asal Korea Selatan PT Samsung Electronics akan  mengembangkan produk tenun ikat dan kerajinan ketak yang dihasilkan melalui “One Village One Product” (OVOP) berbasis koperasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Samsung menjadi salah satu perusahaan yang akan menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau “corporate social responsibility” (CSR) bagi pengembangan “OVOP” di Indonesia.
Hal itu dikatakan Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya KUMK Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring, dalam siaran persnya, Selasa (7/7). “Hal ini dilatarbelakangi oleh kesepakatan kerja sama antara Korea Trade Investment Promotion Agency (Kotra) dengan Kementerian Koperasi dan UKM pada 10 Oktober 2013 yang bertujuan untuk mengembangkan kerja sama dan mendukung ‘One Village One Product’ di Indonesia,” tuturnya.
Ia mengatakan, Kotra juga mendukung pengembangan produk unggulan daerah melalui OVOP di Indonesia, termasuk pada tahun ini.
Meliadi menambahkan pada 2015 Kotra mengembangkan “pilot project” OVOP sekaligus memfasilitasi perusahaan-perusahaan Korea yang ada di Indonesia untuk mendukung pengembangan produk unggulan daerah dengan pendekatan OVOP melalui koperasi. “Salah satu perusahaan tersebut adalah PT Samsung Electronics yang tertarik dengan pengembangan produk tenun ikat dan Kerajinan Ketak di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.
Tenun ikat diproduksi oleh Koperasi Wanita Stagen di Kabupaten Lombok Tengah yang diketuai oleh Lale Alon Sari.
Kopwan Stagen ini memproduksi tenun songket ikat tradisional Lombok tengah/sasak yang diproduksi dengan menggunakan peralatan tradisional. Dengan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi dan Kabupaten maka saat ini perajin telah menghasilkan berbagai macam motif dan modifikasi produk menjadi tas, kombinasi dengan kain serta difasilitasi untuk mengikuti pameran,” ucap Meliadi.
Ia mengatakan, setelah mendapatkan fasilitasi OVOP terjadi peningkatan signifikan pada usaha koperasi. Sementara kerajinan ketak diproduksi oleh Koperasi Wanita Harapan Bersatu di Kabupaten Lombok Barat yang diketuai oleh Nikmah.
Kerajinan ketak merupakan kerajinan turun-menurun yang diproduksi oleh masyarakat dengan bahan baku ketak yang berasal dari Flores dan Kalimantan. Ketak sudah dimodifikasi dengan bambu, limbah kayu, cukli, dan kain tenun sehingga lebih variatif.
Pewarnaan menggunakan pengasapan dari limbah kayu sehingga relatif lebih aman terhadap lingkungan. “Saat ini distribusi pemasaran ketak oleh koperasi masih panjang, sehingga penghasilan yang diperoleh oleh koperasi dan anggota masih sangat rendah,” katanya.
Meliadi berharap koperasi dapat memangkas jalur distribusi tersebut dan menjual langsung ke konsumen sehingga akan meningkatkan pendapatan koperasi. [E-8/N-6]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *