Jlo pe kuliq
May 1, 2012
Kunjungan Pimpinan Ponpes Yanmu NW ke Lokasi Bangun Desa KS-IPEBI
May 14, 2012

Rapat Evaluasi Program Bangun Desa KS IPEBI

Lombok Tengah [Sasak.Org] Bertempat di Ruang Rupatama Kantor Bank Indonesia (KBI) Mataram, Senin (14/5), rapat evaluasi pelaksanaan program Bangun Desa KS IPEBI diadakan. Dua minggu sebelumnya juga diadakan rapat dengan agenda yang sama yaitu evaluasi pekerjaan program Bangun Desa KS IPEBI khususnya terkait dengan pembuatan pabrik Pupuk Organik Granular (POG), Instalasi Biodigester, dan rehab kandang.

Lalu Nofian bersama Mesin POG

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Junaifin meminta klarifikasi secara khusus terkait belum beroperasinya bangunan POG tersebut, padahal alatnya sudah terpasang “saya tidak marah, cuman minta klarifikasi kaitan dengan belum berjalannya POG, padahal pupuk sedang sangat dibutuhkan oleh petani” kata Kepala BI Mataram ini.

Dalam penjelasannya, Bapak Isnan menyampaikan kalau pabrik POG akan jalan sesudah pelatihan hari rabu tanggal 16 Mei 2012. “Bila tidak jalan mulai tanggal itu, silahkan BI memberikan kami punishment atas kelalaian kami” tambah Zulkipli dari Komunitas Sasak.

Dalam pertemuan tersebut, ada beberapa kesepakatan yang dihasilkan. Pertama, POG sudah harus mulai beroperasi mulai tanggal 17 Mei 2012. Kedua, instalasi 9 (sembilan) biodigester harus sudah selesai di bulan Juni 2012. Ketiga, KS diminta membuatkan rencana blue print Bangun Desa tersebut.

Program Desa Mandiri KS BI

Selain membahas Program Bangun Desa KS IPEBI, dalam rapat tersebut juga dihasilkan beberapa putusan terkait program Desa Mandiri KS BI, yaitu pertama, Pengadaan kambing perah paling lambat minggu ketiga bulan Mei 2012; Kedua, Kandang kambing komplek sudah harus selesai 1 (satu) minggu setelah rapat; Ketiga, diadakan pelatihan pengembangan kelompok tani, ternak, dan kelompok tenun. Dan Keempat, para penenun sudah harus menggunakan berugak yang sudah dibuat sebagai sentra tenun.

Bapak Hendik dari BI Mataram mengharapkan nantinya hasil olahan susu kambing dapat berupa permen susu, dodol susu kambing, termasuk susu kambing bubuk. “Kita harus kreatif mengelola bantuan ini” ujar bapak berkacamata ini menambahkan. [WKS/Zkp]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *