Refleksi 1 Tahun: Persembahan KS untuk NTB

Sastra Kanak Sasak : Cinta Lombok – Kualalumpur
December 28, 2011
Sastra Kanak Sasak: Cinta Lombok Kualalumpur – 2
January 3, 2012

Refleksi 1 Tahun: Persembahan KS untuk NTB

[Sasak.Org] Menjelang penutupan tahun 2011 ini, tersentak ingatan kami  tentang begitu singkatnya waktu berlalu. Sudah 1 tahun lebih ketika gembar gembor Komunitas Sasak (KS) akan memberikan yang spesial untuk memberdayakan masyarakat Sasak (NTB). Lewat sebuah program pemberdayaaan KS bekerjasama dengan Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI).

Logo Resmi Komunitas Sasak

Seperti tiada lelah dan tetap bersemangat,  Komunitas Sasak dari berbagai belahan dunia, bersama sama membuat sebuah gagasan hebat lewat proposalnya “Sistem Pertanian Terpadu”, sebuah sistem ideal yang pastinya bila diimplementasikan dengan benar akan mampu memberdayakan petani peternak. Sistem tersebut yang KS tawarkan kepada IPEBI. Teman-teman KS yang sungguh tanpa pamrih memberikan dukungan dan harapan besar terhadap kegiatan ini, tanpa mengurangi rasa hormat untuk tidak menyebut nama mereka satu persatu.

Telpon mendadak dari Miq Nazar (waktunya terlupakan,sekitar awal januari 2011), kalau tim dari IPEBI Pusat akan melakukan uji kelaikan program CSR, kami dari KS Lombok menemui mereka  (Pak Robert dkk) di sebuah hotel berbintang di Senggigi. Disaat itulah baru pertama kali bertemu dengan Ketua IPEBI Mataram, sebuah pengalaman yang membingungkan, bagaimana mungkin sebuah program besar yang melibatkan IPEBI Mataram tidak diikuti dengan baik. Tapi biarlah, kalau memang amanah itu memang berjodoh ke KS,tidak akan kemana.

Robert dkk dari BI Pusat melakukan survey untuk melihat langsung Pilot Project Biogas yang berada di Bun Mudrak Desa Sukarara Jonggat Lombok Tengah. Sebuah Pilot Project yang dibuat oleh Miq Roil dirumahnya Miq Senan. Ditemani dengan minuman kelapa muda, kopi hasil uji coba kompor biogas. Dalam perbincangan tersebut, pihak IPEBI menyampaikan kalau ada 3 lokasi yang sedang bersaing untuk mendapatkan dana tersebut, yaitu Lombok, Jember, dan Garut. Pak Robert dengan gaya bataknya memberikan berbagai saran seandainya Lokasi Bun Mudrak menjadi pilihan untuk Program CSR IPEBI.

Logo Media KS

Tidak lama berselang, kami dari KS diminta untuk presentasi di hadapan para petinggi BI Mataram. Akhirnya KS menyampaikan presentasi tentang SPT, dihadapan para ahli hitung ini, banyak pertanyaan yang berkaitan tentang hitung-hitungan yang terpaksa dijawab muter-muter oleh tim KS, sangat beruntung para ahli BI ini kurang memahami dunia peternakan. Sanjungan didapatkan tim KS yang presentasi,terutama terkait nilai tambah bagi peternak lewat biogas, biourine, dan kompos.

Waktu berlalu tanpa kabar, di bulan Juli 2011, diawali dengan beribu maaf, BI Mataram akan mengajak KS untuk rapat. Alhamdulillah, program yang diberi tema “Program Bangun Desa” ditandatangani MoUnya oleh 3 pihak, KS, IPEBI, dan Pemda Lombok Tengah. Dihadapi wartawan dari berbagai media, Kepala BI Mataram menekankan agar KS amanah, jangan sampai hanya menguntungkan sebagian pihak.

Menjelang Ramadhan 1431 (Akhir Juli  2011) Launching Program Bangun Desa KS-IPEBI akhirnya digelar di Bun Mudrak, dihadiri dan dibuka oleh Suhaili FT, Bupati Lombok Tengah terpilih. Dihiasi dengan berbagai janji untuk mendukung program bangun desa tersebut, Pak Bupati menyampaikan apresiasinya kepada KS. Tetapi, janji tinggal janji, mungkin saking sibuknya atau saking banyak janji jadi banyak janji yang terlupakan termasuk mensupport program gratis untuk ummat ini.

Kegiatan bangun desa dimulai, proses pencairan dana menjadi awal ujian yang dihadapi tim pelaksana kegiatan. KS diharuskan meminta tanda tangan Kepala Dinas Pertanian Peternakan Lombok Tengah. Rasanya, lebih mudah mendapatkan tanda tangan Budiono daripada pejabat Bumi Tatas Tuhu Trasna ini, sampai-sampai Ketua IPEBI Mataram ikut turun tangan dan tetap saja belum mendapatkan tandatangan si pejabat. Alasan klasik yang menjadi kendala, seperti keluar daerah, nanti dulu,rapat, besok malam ke rumah, dan alasan khas pejabat lainnya. Akhirnya, tanpa tanda tangannya dana tersebut dicairkan. Walaupun kemudian salah satu anggota KS berhasil mendapatkan goresan pulpen si pejabat.

Pembangunan Silo Pakan (tempat fermentasi pakan), rehab kandang, dan pembuatan 2 instalasi biodigester. Diawali dengan janji ketua tim pelaksana kegiatan Zulkipli untuk menyampaikan report kegiatan setiap seminggu sekali, dengan alasan macam-macam, mirip seperti Kadis Pertanian Peternakan diatas. Report tetap dilaksanakan walau tidak sesuai waktu yang disepakati.

Ujian berikutnya datang, Ibu dari Tenaga Ahli Biodigester Miq Senan mengalami stroke ringan (beliau koma sampai tulisan ini diketik) yang mengharuskan miq senan untuk konsentrasi merawat Ibunya di RS. Laporan yang sudah “kadung” termonopoli sumbernya dari Miq Senan akhirnya mengakibatkan laporan kegiatan bangun desa yang seharusnya diserahkan tepat waktu molor sampai pertengahan November 2011. Pelajaran berharga untuk kegiatan ini. Mudahan sistem di tahap berikutnya dapat lebih baik.

Dalam berbagai kekurangan yang ada, Bank Indonesia Pusat ternyata menyetujui Proposal Desa Ekowisata yang diajukan oleh KS Lombok melalui BI Mataram. Melihat beratnya tujuan yang diharapkan dalam program bangun desa, sedangkan dana yang ada dirasakan belum mampu mencakup satu desa, akhirnya proposal desa ekowisata itu berubah menjadi Program Desa Mandiri Ekonomi. Program ini bertujuan untuk memandirikan masyarakat di Bun Mudrak dengan difasilitasi melalui program ini, harapannya akan banyak tamu/wisatawan yang mampir ke Kampung tersebut dan menikmati berbagai kegiatan ekonomi seperti bertenun, pengolahan energi alternatif, memerah susu kambing, melihat pembuatan makanan khas sasak dan berbagai aktifitas lainnya. Maka direncanakanlah untuk dibuatnya Fasilitas Umum seperti MCK Umum, tempat peristirahatan, pusat tenun, pusat ternak kambing perah, pusat olahan makanan khas sasak, dan lainnya. Program ini dikelola langsung oleh masyarakat, KS hanya sebatas mendampingi tanpa punya peran banyak seperti program bangun desa KS-IPEBI.

Proses pencairan dana program Desa Mandiri ini begitu cepat, tidak sampai seminggu dengan tidak melewati birokrasi laiknya pemerintah daerah. Pencairan dana desa mandiri tersebut bersamaan dengan pencairan dana tahap kedua program bangun desa yang kembali harus melewati tanda tangan si pejabat Kadis Pertanian Peternakan Lombok Tengah yang sampai tulisan ini ditulis masih berusaha mendapatkan tanda tangan Mr.Ibrahim. Program Bangun desa tahap kedua ini berupa pembangunan 3 instalasi biodigester dan Pabriik Pupuk Organik Granular (POG).

Lewat program ini juga kami tersadar bahwa kami di Komunitas Sasak yang berisi orang-orang intelektual, profesional,ilmiah, dan biasa membuat hal dengan terencana dan terlaporkan dengan baik. Bukan kami berada di tengah komunitas petani peternak yang biasa kami berinteraksi dan membiarkan kami melakukan apa saja tanpa banyak dikontrol maupun dikomentari. Lebih menekankan pada kepercayaan satu sama lain.

Mudahan berbagai kegiatan yang dikelola KS dapat bermanfaat dan bisa direplikasi ditempat lain. Mudahan di tahap kedua ini, berbagai laporan yang diperlukan untuk disampaikan ke publik dapat disampaikan tepat waktu. Mudahan juga Allah Swt memberkahi setiap aktifitas dari upaya KS bermanfaat untuk ummat.

Komunitas Sasak Regional Lombok

5 Comments

  1. MRB says:

    Evaluasi yang sangat jujur (top markotop)

  2. lmjaelani says:

    Alhamdulillah, InsyaAllah barokah. Tetaplah memberi, Allah akan mencukupkan kehidupan kita

  3. Le Muji says:

    Salaam,
    Perjuangan tak pernah berakhir,langkah tak boleh berheni..terus maju n sasak.org semakin mendunia n semakin banyak peminatnya.insya Allah.

  4. lmjaelani says:

    InsyaAllah miq, doakan kami tetap istiqomah. Januari ini insyaAllah MRB dapat PhD, siap running Pilgub 2013 🙂

  5. ajenk says:

    Alhamdulillah, semoga KS akan tetap maju, walaupun dukungan kecil dri PEMDA. Tetap semangat kawan..walaupun harus terbanting dan bangkit lagi..
    @Ustad Zul dan tim
    Saya tidak tahu cara berterimakasih atas realisasi program ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *