Papux Guru te kelek isix datu Sasak
February 7, 2011
SEMINAR NASIONAL "REVOLUSI MESIR": Pengaruhnya Terhadap Gerakan Sosial Politik Ekonomi dan keagamaan di Indonesia
February 25, 2011

Ritual Adat Rebo Buntung

Ritual Ada Rebo Buntung

Lombok Timur [Sasak.Org] Ribuan warga masyarakat membanjiri pantai Tanjung Menangis di Kecamatan Pringgabaya, mereka datang dari berbagai pelosok desa. Kehadiran warga masyarakat ini adalah untuk menyaksikan secara langsung acara ritual adat “Rebo Buntung” yang biasa digelar setiap tahun pada hari Rabu terakhir di bulan Safar/dalam bahasa Sasak disebut Rebo Buntung.

Tradisi Rebo Buntung ini sekaligus untuk menyambut tibanya bulan Rabiul Awal (bulan Maulid Nabi Muhammad SAW). Budaya ini telah lama dikenal oleh masyarakat setempat dan hingga saat ini terus dilestarikan sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu event budaya daerah.

Ritual adat Rebo Buntung di pantai Tanjung Menangis ini ditandai dengan penyerahan sesaji berupa kepala kambing, hasil-hasil pertanian, buah-buahan serta aneka macam makanan tradisional yang diusung oleh puluhan pemuda-pemudi, selanjutnya diterima oleh tokoh adat setempat. Dalam upacara ini, tokoh adat membacakan doa sekaligus memohon kepada Tuhan agar masyarakat diberikan keselamatan, keberkahan dan dijauhkan dari segala macam bencana. Upacara adat ini juga dihadiri Pimpinan SKPD dan undangan lainnya.

Bupati Lombok Timur diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Lombok Timur Drs. H. Gufranuddin, Dipl. TESOL, M.M. dalam sambutannya mengungkapkan bahwa ritual adat Rebo Buntung ini sangat strategis ditengah derasnya arus budaya barat. Oleh karena itu diperlukan upaya serius dari semua pihak agar budaya ini tidak punah akibat pengaruh budaya dari luar tersebut.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Lombok Timur TGH. M. Ruba’i mengatakan tradisi Rebo Buntung merupakan asset budaya yang perlu dipelihara sehingga dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan. [HumasLotim]

8 Comments

  1. bungul says:

    acara syirik kok di lestarikan??

  2. mamiq says:

    Orang sasak agamanya apa sih?
    Kok bisa maulud dicapurbaurkan dengan syirik/sesajen?

  3. Lalu Ganda says:

    wah baru tau ada yg sampai begitu…..
    pak TGH akulturasinya d jalankan biar lebih apdol jalaninx 🙂

  4. Abdulloh says:

    Kurafat, tahayul, syirik, bidah, kemungkaran dan kemaksiatan nyata!
    Dimana kau TUAN GURU? kok diam aja! apa kau tidak tau dan tidak ada ilmu tentang hal tersebut? atau mulut bungkam karena sumbangan parpol dan pejabat!

    • LOMBOK KARIM says:

      ABDULLOH KAMU SOQ AGAMIS MASAK TUAN GURU KAMU CARI DAN SURUH UNTUK MEMBUANG TRADISI MASYARAKAT LOMBOK YANG BISA MENJADI ASET DAERH.POLA PIKIR SEMPIT NAMUN AGAMIS BISA BAHAYA AKAN MELAHIRKAN CALON TERORIS KARENA TAK BERTOLERAN HANYA MENGANGGAP DIRI SENDIRI BENAR DAN LAIN ORANG PATUT DIMUSNAHKAN

      • Lombok says:

        Bner itu… ini melestarikan budaya biar tidak punah atau hilang oleh budaya dari luar sono..atau anda mau menggantinya dengan hari valentine kah???

  5. someone says:

    hehe…kasian TG lagi2 jadi kambing hitam..jika mau membangun negara Islam dirikanlah pertama kali dalam hatimu, setiap diri seorang muslim adalah pemimpin bagi dirinya. Kembali ke diri masing2, jangan terus menyalahkan, kita yang mengetahui dan berilmu sama2 punya kewajiban untuk meluruskan..

  6. Lalu Mugis Kamajaya says:

    Wahai saudaraku semua…mari kita bedakan mana adat dan mana agama….jangan kita hanya pintar agama tapi tidak tau adat..mungkin itu sangat mengena di masyarakat lombok… marilah kita sama-sama mencermati itu..terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *