Sakralnya Masjid Al-Falah Songak di Lombok

Kunjungi Lombok, Mentan Harap Satu Juta Sapi
July 13, 2013
Kebalit Dateng
July 14, 2013

Sakralnya Masjid Al-Falah Songak di Lombok

Dibangun secara sakral oleh Sangak Pati pada tahun 1.300 Masehi.

songakVIVAnews – Masjid Al-Falah terletak di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Masjid yang sebelumnya bernama Songak ini banyak menyimpan nilai sejarah.

Konon masjid ini dibangun menggunakan ilmu laduni oleh sembilan wali kembar atau biasa disebut Sangak Pati. Konon, Desa Songak juga menjadi tempat tinggal para leak, semacam makhluk halus, sehingga kesembilan wali kembar memilih tinggal di desa ini.

Menurut Murtadi, Imam masjid Al Falah, masjid ini merupakan bukti sejarah yang menunjukkan Desa Songak adalah desa pertama di Lombok yang memeluk Islam. Konon dari sinilah beberapa masjid tua di Lombok direncanakan dibangun.

Masjid dengan ukuran 9 x 9 meter persegi itu dibangun secara sakral oleh Sangak Pati pada tahun 1.300 Masehi. “Dibangun sekitar 700 tahun yang lalu,” kata Murtadi saat ditemuiVIVAnews.

Meski sudah beberapa kali direnovasi, namun unsur-unsur bangunan yang sudah ada sejak pertama kali dibangun tetap dijaga. Nampak jelas atap yang masih menggunakan ilalang, usuk yang terbuat dari bambu. Ukiran-ukiran abad ke-13 juga masih melekat pada empat pilar yang jadi tiang masjid tersebut.

Empat pilar diartikan sebagai perwujudan empat khulafa’urrasyidin atau empat sahabat Nabi, yakni Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Sementara di atas kubah, terdapat empat simpat berbentuk tanda plus lengkap dengan ukiran khasnya, dengan satu penunggak ke atas atap–yang berarti meskipun memiliki empat mazhab, namun satu tujuan.

Bagian mimbar masjid terbagi menjadi dua bagian yaitu tempat untuk salat dan ceramah. Di dalam mimbar terdapat sebuah kelokan yang digunakan untuk mencuci tongkat imam.

Menurut cerita, masjid ini dulunya sering dijadikan sebagai tempat mangkat atau doa bersama oleh para prajurit yang akan perang melawan Kerajaan Bali. Dengan berdoa di situ, siapapun yang berperang diyakini akan selamat dan bisa kembali pulang.

Hingga saat ini, sebagian warga masih yakin bahwa sosok Sangak Pati masih hidup meski tidak terlihat. Warga yakin Sangak Pati hadir ketika terdengar suara kuda dan ketukan tongkat yang mengitari masjid dan perumahan.

Selain ibadah, Masjid Al-Falah digunakan sebagai tempat berbagai ritual, seperti ngayu-ayusetiap Senin dan Kamis, perayaan bubur putik (bubur putih) pada bulan Muharam, dan buburbeak (bubur merah) pada bulan Safar. Kemudian juga pada ritual bejari atau pembuatan minyak Songak. (Laporan: Farhan Bahanan | NTB)

http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/428615-sakralnya-masjid-al-falah-songak-di-lombok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *