Sasak Bersumpah Pace
October 21, 2009
Mamiq Rusli, TKI di Negeri Formosa, TAIWAN
October 22, 2009

Sasak Sang Nabi

Hazairin R. JUNEP[Sasak.Org] Malam kedua aku di Irkutsk aku mendengar seorang wanita memanggil tuan rumahku dan kami bergegas menuruni anak tangga, begitu gerbang dibuka udara dingin menyergap. Seorang wanita muda dengan mata hitam menggunakan masker membawa alat pel lantai. Dimalam yang dingin itu pada jam 10 dia seorang diri mengepel lantai dua tanga dengan upah 1.700 rubel. Dia harus mebersihkan pojok tangga yang penuh kotoran dan kencing para pemabuk dan madat. Itu cerita biasa saja di Rusia atau negara lain tentang wanita mengepel lantai atau rumah, tapi wanita ini adalah seorang office manager disebuah perusahaan real estate! Aku tak mengenalinya karena agak gelap dan dia bermasker. Aku pernah melihatnya divideo. Dia lincah dan cantik tapi dimalam itu dia seperti babu yang ada di rumah rumah orang Indonesia dengan tongkat pel dan ember.

Saat aku bicara dngan sopir yang disediakan untukku itu, aku mengetahui bahwa kehidupan telah berubah drastis dan kesulitan harus diatasi dengan ekstra keras. Dahulu saat waktu Uni Sovyet ada kami setidaknya bekerja semua, ada uang untuk makan dan sewa kamar. Sekarang untuk makan saja susah. Istri saya punya titel dua dengan menguasai bahasa Jerman dan Prancis. Orang Rusia yang berpendidikan umumnya punya dua titel dari universitas agar dapat kerja yang bagus. Saya punya kenalan seorang doktor dibidang fisika dan bidang yang sangat berbeda yaitu doktor dalam kebudayaan dan bahasa China. Dia jadi dosen dalam dua bidang itu tapi dia justru sangat sukses sebagai agen teh berkat pengetahuan kebudayaan Chinanya. Dalam waktu singkat dia mengimpor teh dari Sri Lanka dan India. Di Siberia Timur ini kita dapat menemukan semua makanan di toko. Kurma dipaket sama dengan yang di Jogja. Hanya pisang saja yang satu macam.

Pekerja bangunan umumnya orang China, Mogolia dan Asia Tengah. Udara yang membeku tidak mengurangi semangat mereka bekerja padahal gaji sebulan tak lebih 1000 dolar. Kalau pepadu dasan kami yang dikirim ke sana pasti “begeriung pengome”nya kedinginan dan minta dihidangkan beberox sampai kenyang lalu tidur pulas. Udara dingin memerlukan pakaian khusus seperti sepatu kulit dengan bulu didalamnya seharga 100 dolar, kaos kaki katun tebal dan pakaian dalam berupa celana panjang seharga 13 dolar. Setelah saya kenakan rasanya nyaman dan hangat. Orang bilang bahwa di Siberia untuk melawan dingin perlu minum vodka alias arak rusia. Itu tidak benar sama sekali. Kita cukup makan dan minum teh hangat atau kopi badan terasa hangat. Kalau vodka reaksinya panas seketika karena alkohol membuka pembuluh darah dengan cepat lalu akan kembali menyempit dengan cepat pula sehinga perlu terus minum dan banyak yang mati saat mabuk tidak ketahuan jatuh ditumpukan salju semalam suntuk. Air minum dapat langsung dinikmati dari keran sebab asalnya dari danau air tawar terdalam dan paling sehat di dunia yaitu danau Baikal. Rasanya segar dan enak sekali . Kalau di dasan masih adakah air dari pengempokan atau ganang yang bersih dan segar? Enatahlah karena semua bidang tanah telah diketeng dan masing masing dapat menjual air kemasan, tanpa pengawasan mutu dan pemeliharaan lingkungan.

Seorang gadis 18 tahun kelas dua sekolah kejuruan terbuka tiap dua hari bekerja dua hari hadir di sekolah. Dia mengurus semua keperluannya dan tidak muluk muluk. Cita citanya adalah bekerja dengan baik dan memenuhi kebutahan serta berumah tangga. Dia datang membantu membersihkan apartemen tempat saya dengan imbalan makan! Gadis itu cantik dan baik hati seandainya dia anak dasan pastilah tangannya halus mulus tak pernah menyentuh pekerjaan. Di Malaysia 90% pembantu rumah tangga adalah orang Indonesia dan sebagian besaradalah perembuan Berbangsa Sasak. Baik dedare maupun bebalu yang masih belia sampai yang sudah ujurpun nekad menjadi babu. Mereka terbang ke Malaysia menumpang sapu ijuk menyeberang selat Lombok dan terus kekeber ke negeri jiran yang sangat ditakuti oleh pemimpin bangsa Sasak yang bernama pegawai negeri. Mereka biarkan wanitanya terbang dengan sapu tapi mereka takut mengirim bibit sapi. Bukan karena takut bersaing tapi jauh dilubuk hati mereka sebenarnya mereka adalah manusia pengecut yang tak berani berubah. Seharusnya kemajuan Malaysia adalah tantangan bagi mereka untuk lebih maju tapi mereka langsung menyembunyikan ilmunya. Sangat naif, mereka lupa banyak koruptor yang dapat menyelundupkan benih dan cepat atau lambat mereka akan tertingal jauh dan terus mengirim nenek sihir terbang dengan sapu.

Di Sambelia ada seorang Amax yang membuka lowongan jamaah alternatif dengan mendeklarasikan diri sebagai nabi baru. Seharusnya gubernur langsung perjuangkan orang itu untuk menerima asuransi bebas berobat dan menerima pensiun. Amax Bakri adalah salah satu pepadu tua bangsa Sasak yang paling berani. Ketika semua anak bangsa Sasak mengkultuskan para TG yang tidak mengaku nabi dan berjaya memperkaya diri Amax Bakri datang dengan proklamasinya sembari hidup dalam kemiskinan dan kejujurannya. Sampi dia dianggap gila. Begitulah cara anak bangsa Sasak menyelesaikan masalah rumit dengan menerbitkan SK gila, semua beres tidak usah repot.

Masyarakat yang mengaku Islam di dasan kami berkelahi terus soal apakah suatu perbuatan bid’ah atau tidak. Aapakah suatu seremoni adalah ibadah atau budaya dan seterusnya. Mereka banyakan begejuh dari pada mikir terang secara sederhana. Mungkin kebanyakan makan vs busung lapar sehingga masing masing memandang dengan dengan cara berbeda. Yang satu ngantuk sehingga tidakbisa konsentrasi saking besuhnya yang satu lagi sangat lapar dan minta didengar segera. Tidak heran kalau sering terjadi mesiat antar pengorong. Seorang mukmin selalu mengatakan dalam kesunyian bisik yang teguh bahwa sesungguhnya shalatku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah. Berarti batang lehernya sudah terikat pada tali Allah. Lagi dia berbisik lirih 17 kali sehari atau bahkan ada yang rewel sampai tak terhitung berapa kali omong: Tunujkkanlah kami jalan yang lurus”. Kalu ada yang sudah mengikat leher pada tali Allah mana perlu berdebad tentang satu hal ibadah atau bukan ibdah! Bukankah semuanya adalah ibadah?. KalaĆ£ bukan ibadah jangan dilakukan.

Amax Bakri itu adalah nabi dalam arti sebenarnya, dia ingin agar orang ingat Nabi Besar yang terus didangdutkan, dirok, di blues, dijazz,di kasidah, di hadrah, digambus di pop dan di hip hop namanya tiap hari sampai gak ada yang peduli. Allah telah memutuskan bahwa kita adalah khalifah di bumi. Kita tidak hanya nabi, bahkan raja atau tuhan kecil di dunia ini. Karena kita diberi kekuasaan mengelola hidup ini. Amax Bakri berani menerima tanggung jawab yang tak seorang TG pun berani. Kalau ulama adalah para pengganti nabi, bukankah mereka harus bertindak sebagai nabi tapi mengapa mereka bertindak sebagai macam macama. Amax Bakri bukan siapa siapa tapi dia berani bermimpi dan mngatakan bahwa dia nabi. Dan lihat keberaniannya menerangkan ke kepada orang orang depag yang PNS itu, mereka cukup mengirim AMAX ITU ke RS Jiwa. Karena mereka tak mengerti persoalan yang sesungguhnya. Persis seperti gempa yang terus kita anggap bencana, padahal itu adalah peringatan atas perbuatan kaki tangan kita sendiri.

Amax Bakri adalah nabi yang mengingatkan kita agar kembali kepada Al Qur’an dan Hadits bagi kita yang berfikir. Jangan kita terus bangga jadi lepang lolat yang selalu membiarkan perempuan kita terbang dengan sapu lidi ke mana mana. Sementara kebodohan merajalela, busunglapar disembunyikan dan kita terus disuruh mengaji tapi tak ada yang boleh mengaku nabi, cukup menyebut diri TG. Mulai sekarang mari kita semua mengaku nabi dan melakukan pembaharuan dengan kembali kepada jati diri kita, bukankah anak bangsa Sasak tidak punya jati diri. Cepatlah ikut Amax Bakri dari pada tidak jadi apa- apa!

Wallahualambissawab
Demikian dan maaf
Yang ikhlas
Hazairin R. JUNEP
Siberia Timur 21.10.09 jam 22.51

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *