Sasak Sang Peziarah
November 2, 2009
Sasak Pembakar Panci
November 3, 2009

Sasak Yang Terlena

[Sasak.Org] Kami menerima telfon dari seorang teman yang ingin menginap akhir minggu kemarin dan kami setuju. Maka aprtemen jadi ramai oleh 4 orang yang sangat aktif bicara, bekerja dan makan minum. Mereka heran melihat saya makan hanya dengan dua potong roti sudah kelelahan sedangkan mereka 4 roti masih nambah yang lain lain. Badan mereka besar dan kuat bekerja diudara dingin. MinH. R. Junepum teh berliter liter dan kalau di luar orang minum bir atau anggur dan vodka dengan kandungan alkohol antara 15 sampai 40%. Di samping apartemen ada terminal bis dan pasar. Diantara gedung gedung terdapat taman untuk bermain anak anak dan halaman luas untuk bermain anjing piaraan penghuni. Mereka secara teratur mebawa anjing keluar apartemen dan mengajaknya mengejar mainan berupa piring atau tongkat yang dilempar. Di lahan itu anjing kencing dan buang kotoran disela rerumputan dan perdu yang meranggas saat musim dingin. Bis yang berlalu lalang adalah bis tua yang sekurangnya berumur 30 tahun. Di zaman Sovyet bis itu adalah angkutan pekerja. Apartemen dahulu dibangun untuk pekerja semuanya gratis dan bagi orang yang tidak kebagian dapat menkredit ditempat lain dengan harga ringan. Sesudah memasuki zaman kapitalisme surat surat kepemilikan harus diurus dengan biaya 15 ribu rubel atau sekitar 5 juta rupiah. Kalau mereka mengingat begitu mudahnya memperoleh fasilitas dan kebutuhan hidup mereka sangat suka bernostalgia. Alangakah mudahnya hidup dengan gaji 100 rubel, cukup makan dan kebutuhan rumahpun dibangunkan dan tinggal ditempati. Sekarang seratus rubel tak berarti apa apa.


Minggu pagi kami berbelanja di pasar yang penuh dengan pedagang china dan wajah asia lain. Kami bisa tawar menawar di kios. Karpet turki natural oval harganya 800 rubel atau 240 ribu rupiah masih lebih murah daripada di malioboro dengan harga 350 sampai 400 ribu. Di jejeran pedagang makanan dan sayuran yang berjualan adalah para ibu dan bapak pensiunan, penduduk setempat. Mereka menjual hasil kebun dan olahan sendiri. Buah buahan yang dibuat selai dan dikeringkan serta asinan dalam botol berbagai macam sayuran. Produk susu yang dibuat berbagai minuman berupa,susu segar, kefir, yogurt, smetana ,mayones, tvork, mentega dan keju. Kita tidak punya smetana yang berupa susu asam kental kaya kalsium, untuk makan kentang goreng dan campuran sup. Mayones kita punya hampir sama dengan smetana penggunaannya. Tvork adalah kefir yang dipisahkan dan berbetuk padat seperti cream tapi lebih padat. Semua produk ini sangat berguna untuk rambut, tulang, gigi dan kulit. Saya melihat tangan dan wajah orang berkerut dan berpori besar akibat dingin. Balita yang dikereta dorong hanya tubuhnya sampai kaki tertutup jemari tangan dan wajah masih terbuka padahal saya sudah mengkerut semua di minus 10 yang dianggap hangat oleh sopir saya.

Saya berhubungan dengan keluarga di tanah air lewat sms dan email dan saya dapat mlihat metro tv lewat live streaming. Saya dengar tentang pembakaran café di Mataram, demo pelecehan seks di Bima dan mengikuti penangkapan Bibit-Chandra. Alangkah banyaknya versi cerita yang beredar mengenai café yang diangap tempat prostitusi dan masalah KPK yang akan dihabisi karena membahayakan banyak pihak yang terlibat korupsi. Kalau tempat penuh dengan lumpur maka tak seorangpun dapat bersih ketika berlalu disitu. Setidaknya ada yang menciprati baik sengaja tau tidak. Kesalahan adalah pada yang mau lewat ditempat berlumpur. Perubahan yang dinginkan untuk kebebasan berekspresi telah kita dapat dan kitapun bebas mau omong apa saja termasuk mengutuk orang yang salah atau yang benar. Tapi silahkan terus bicara, soal kesulitan hidup telah lupa diagendakan sebab waktu demo yang dituntut adalah kebebasan berbicara. Sampai sampai kalau team olahraga kita yang kalah melulu dianggap belum dapat bicara diajang internasional. Karena bertanding olah raga juga dianggap bicara.

Suatu hari setelah pertempuran besar dengan perkiraan bahwa esok hari kemungkinan akan terjadi lagi, pasukan Prancis beristirahat di kamp. Tetapi Napoleon mengerti bahwa musuh berada tidak jauh sehingga dia tak dapat tidur. Dia bangun berjalan bersama seorang pengawal menuju kamp dan beranjak ke menara pengintai. Disana ada penjaga dengan senjata dan alarem yang siap dibunyikan. Dia menemukan penjaga menara pengintai dalam keadaan tertidur pulas. Perbuatan prajurit itu termasuk kejahatan yang dapat dikenai hukuman mati. Dia menyadari bahwa pasukannya sedang istirahat. Hatinya luluh dan kasihan. Diapun mengganti prajurit itu dengan memasang senjata yang tadinya tergeletak, berjaga sampai pagi tiba. Ketika prajurit itu terbangun dia sangat terkejut melihat kaisarnya ada disitu. Dia gemetar, tapi tidak ada gunanya. Tugasnya telah dilaksanakan oleh orang lain. Bukankah peraturan telah dipenuhi. Dan diapun jadi bebas.

Ketika para prajurit yang bernama TNI, Polri, Pol PP, Kejaksaan, KPK dan lain lain kurang baik menjalankan fungsinya seharusnya sang penguasa baik presiden, gubernur, bupati dan lurah harus turun ke lapangan melihat dan mengawasi dengan akal dan hati nurani. Menganalisa keadaan dan menegakkan peraturan dimana perlu. Spirit kepemimpinan yang berdasarkan moral untuk menjaga keselamatan rakyat jelata harus diejawantahkan dalam kehidupan sekarang ini. Kafé didirikan bukanlah untuk rakyat kebanyakan. Mengapa rakyat yang tidak pernah tahu apa itu kafe tiba tiba mengamuk dan merusak dengan tuduhan sebagai tempat prostitusi. Siapakah prostitusi itu, sesungguhnya?. Mereka adalah perempuan kita yang kita sia siakan dan buahnya adalah malapetaka bagi semua. Maka kitapun marah atas akibat perbuatan kita. Kita membabi buta menyerang orang lain dan usaha orang lain kita hancurkan. Para perusak kerap dipimpin oleh TG saat mengamuk. Mereka teriak Allahuakbar, seolah palu hukum yang mereka timpakan dikening para pelacur diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala!.

KPK itu dirintis bukan untuk menangkap semua orang yang lewat dilahan berlumpur itu tapi menyelidiki siapa yang mengotori diri dan membuat semakin banyak lumpur. Jangan kita berlari dan tidak mengakui bahwa kita terciprat lumpur padahal kita sendiri yang sengaja lewat disitu. Jangan orang yang menyelidiki dan berjuang membersihkan lumpur agar kita semua dapat lewat dan hidup tanpa kotoran yang diberantas. Ketika prajurit terlena, kita dapat menghukum mati dia, tapi kita sebagi pemimpin harusnya menembak mati diri sendiri karena melihat prajurit tidur pulas justru kita tidak segera menggantikan posisinya demi menjaga keselamatan negara, bangsa dan tanah air kita. Berapa prajurit sudah dihukum mati untuk menyembunyikan kelemahan kita sebagai pemimpin. Bahkan kita akhirnya kong kalikong dengan musuh sesungguhnya dan berpesta pora sambil menunjuk nunjuk kesalahan orang lain.

Anak anak dasan yang beringas selalu menyakiti hati masyarakat. Maling berkeliaran selalu merugikan kita semua. Pelacur merajalela meresahkan ibu ibu kita. Koruptor mencatut dana BLT diman mana. Apakah kita dan para pemimpin kita baik politik maupun spiritual tidak kunjung sadar bahwa kita selalu meremuk cermin yang terus memantulkan bayangan siburuk rupa?. Padahal kita tak pernah mandi, mencuci pakaian dan berolah raga. Kita mengaji tanpa mengerti. Kita belajar untuk menjadi robot. Tetapi terus bermimpi menjadi manusia tampan yang igin dipuji. Silahkan terus bicara dan berkelahi dan jangan tuduh bencana bila negeri ini ditenggelamkan gempa bumi.

Wallahualambissawab

Demikian dan maaf
Yang ikhlas
Hazairin R. JUNEP

2 Comments

  1. Dink Sasak says:

    Maaf Mas bro
    Coba ditulis point2 penting dari tulisanx
    biar lebih jelas dab fokus yg perlu kita ubah dan lakukan
    hehehehe
    otak ane suka gak jelas

  2. Dink Sasak says:

    Maaf Mas bro
    Coba ditulis point2 penting dari tulisanx
    biar lebih jelas dab fokus yg perlu kita ubah dan lakukan
    hehehehe
    otak ane suka gak jelas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *