Kiyai PLN
May 31, 2010
Tiongkok
June 22, 2010

Si Anak Tuhan

Hazairin R. JunepSiberia [Sasak.org] Suatu hari datanglah rombongan wanita Amerika ke Jogjakarta, beberapa diantaranya adalah imigran Jerman dan Perancis dan keturunan Eropah lainnya. Kami berdiskusi banyak tentang sepak terjang AS di Asia sampai pada tema perang dunia II. Saya bergurau kepada dua keluarga Perancis dan Jerman yang berada didekat saya, mereka nempel terus kayak perangko sebab mereka suka bicara dalam bahasa mereka sendiri dari pada berbahasa Inggris. Mungkin ada perasaan nyaman ketika bisa berbicara dengan bahasa hati. Bahasa ibu kita adalah bahasa hati kita. Saya katakana bahwa kalian berdua bertangung jawab atas kematian mbah saya yang cantik yaitu Matahari. Ia dituduh mata mata oleh kedua Negara kalian dan akhirnya ditembak mati di Perancis. Saya sudah lama menunggu kalian disini untuk meminta pertanggungjawaban kalian. Kita adalah cucu cucu dari para pelaku sejarah itu. Tak disangka muka mereka memerah dan malu. Saya jadi kikuk sekali lalu saya katakana bahwa biang keladi yang bernama Hitler saja tidak saya salahkan apalagi cuma cucu orang yang mengeksekusi Matahari yang entah mbahnya siapa.

Ya, memang saya tidak percaya sepenuhnya kepada kekuatan satu orang yang bernama Hitler, Napoleon maupun Soekarno kita, pun juga saya tidak percaya bahwa pak Harto yang saya kagumi itu sepenuhnya memang orang yang begitu berkuasa sampai 32 tahun. Saya percaya bahwa orang orang itu adalah orang yang tepat untuk dibesarkan oleh kelompok tertentu pada saat yang tepat dan dipergunakan dengan cara yang tepat dan dia sendiri dapat bertindak tepat. Hitler memang punya potensi besar dengan dendam besar terhadap Yahudi. Salah satu alasan kebenciannya terhadap Yahudi itu adalah karena dia tak lulus tes masuk akademi seni yang direkturnya adalah orang Yahudi. Ah, itu tak seberapa, kita banyak dikecewakan oleh berbagai direktur dan bahkan dihina oleh berbagai manusia tapi kita tak bertindak mengkonsentrasikan orang lain misalnya. Pastilah Hitler bertemu dengan orang yang punya ide, gagasan dan niat yang sama dengannya sehingga mereka dapat saling mendukung satu sama lain.

Selama orde baru beberapa ratus ribu orang Indonesia mati karena konflik politik. Sampai saat ini tak ada yang tahu persisnya berapa korban dan bagaimana mereka dieksekusi. Hitler mengirim banyak sekali orang Yahudi ke kamp konsetrasi dan berakhir di kamar gas. Orang Belanda juga di internir oleh tentara Jepang yang menguasai Indonesia. Banyak yang mati dan sisanya dapat selamat sesudah berakhirnya perang lalu dikirim ke negeri mereka yang asing sebab mereka lahir dan besar di Nusantara. Saya termasuk orang yang tidak percaya bahwa korban holokus mencapai berjuta juta orang Yahudi. Kalau korban keganasan konflik Indonesia saja dapat menyebut angka 2 juta korban selama Orde Baru. Orang Yahudi mengklaim 6 juta korban. Tentu memang banayk sekali korban tetapi pastinya angka tak seorangpun tahu.

Seorang Pemuda Turki menulis dengan lantang di FB bahwa dia suka sekali pada Hitler, sayang tokoh itu tak sempat menyelesaikan tugasnya. Pernayataan itu ia tulis setelah pasukan Israil menembaki kapal pengangkut bantuan di perairan internasioanl dengan korban 30 an orang tewas. Pemerintah Turki bereaksi keras sementara pemerintah Indonesia tanpa rasa malu mengatakan bahwa relawan Indonesia berangkat tanpa rekomendasi pemerintah. Aneh sekali orang mau menolong kok pakai rekomendasi. Menunggu birokrasi berarti membiarkan korban mati duluan. Itulah sebabnya para relawan pergi begitu saja tanpa minta rekomendasi pemerintah.

Pernah seorang pendeta bercakap cakap dengan saya dan setelah sejam dia mulai gatal dan mengajak saya ketempat yang sepi. Tangan saya digenggam dan dia memejamkan mata. Ikuti: katanya, ” saya percaya kepada Yesus dst dst”. Saya ikuti semua omongannya karena penasaran dan tanpa ba atau bi ataupun bu, dia bilang, ” sekarang kamu sudah menjadi orang Kristen!”. Saya hanya geli memandangnya. Saya seorang universalist bukan Kristen. Agama saya telah merangkum semua kebaikan yang ada didalam agama agama sebelumnya. Saya mengerti isi Bible dan saya mengerti isi Taurat, pun juga saya membaca dengan khidmat, Bhagavad Gita dan Tripitaka. Akhirnya pendeta itu berpesan bahwa jangan sampai kita mengganggu orang Yahudi sebab mereka adalah anak Tuhan.

Orang orang yang dianggap kuat dan berkuasa itu sebenarnya adalah orang yang lihai mengkonsolidasikan jama’ahnya. Dari jama’ah kecilnya yang dibuat berpengaruh menyebar ke suluruh jama’ah besar sehingga mendapat legitimasi dan dukungan luas. Kelompok lingkungan dalam itulah yang menentukan akan seberapa dahsyatnya pentolan mereka. Hitler dikelilingi jendral jendral dengan ambisi masing masing. Soekarno dikelilingi kekuatan politik ambisius dan Soeharto juga penuh dengan jendral disekelilingnya. Untuk mengambil alih kekuasaan pak Harto tak mungkin sendirian, bukan?. Untuk sampai keputusan mengumpulkan orang Yahudi di kamp dan menghabisi mereka di kamar gas, mustahil Hitler seorang diri memutuskannya.

Orang Yahudi sudah beribu tahun terlunta lunta. Kalau dihitung dari zaman Nabi Musa AS, itu sudah 3000 tahun yang lalu. Saya adalah orang yang tidak percaya bahwa mereka sesungguhnya terlunta lunta. Kalau mau jujur saya dan keluarga saya jauh lebih lama terlunta lunta daripada si Yahudi itu. Bayangkan nenek moyang saya datang ke Nusantara 3000 tahun sebelum masehi. Mereka masih tersisa sebagai orang Kubu, Negrito dan Aborigin. Untungnya si Yahudi punya catatan atau ingatan kuat dengan dongeng dongengnya sedangkan kakek buyut saya tidak meninggalkan kulit kambing atau kertas karena rusak dilaut lepas. Jadi saya tak tahu berapa lama kami sudah terlunta lunta tanpa tanah air. Itu kalau saya dan keluarga adalah manusia tak tahu diri. Bagaimana mungkin sesudah 5000 tahun saya dapat berpikir dan menelikung orang Vietnam dan khusunya Yunnan, dengan alasan bahwa Tanah mereka adalah tanah kami sebab kakek dari kakek buyut dari kakek buyut pangkat 100 adalah pemilik tanah itu?. Bagaimana mungkin saya jadi manusia tak tahu diri bahwa saya hidup makmur di suatu negeri dengan terus merasa sebagai orang asing sampai 3000 tahun kemudian?.

Orang orang Yahudi mendapat legalitas dari jama’ah besarnya karena kehebatan mereka merekrut jama’ah lain yang bahkan diluar kelompok ras dan keyakinan mereka. Semua jama’ah lain mengamini bahwa mereka adalah anak Tuhan jadi pantas diistimewakan dan diberi Negara khusus. Sejak berdirinya Israil ditahu 1948 imigran dari Eropah, Rusia, AS dan bahkan Indonesia membanjiri negeri sempit itu. Mereka diberi fasilitas rumah dan tanah. Hidup mereka sangat keras dan penuh dengan kekhawatiran. Untuk itu dibangunlah tembok agar mereka tidak melihat tampang lain selain sesama Yahudi dan jama’ah atau goyim pendukungnya. Bagi Yahudi, orang lain adalah goyim alias budak. Kini Israil telah berubah menjadi kamp konsentrasi yang besar dengan 80% penduduknya yang 7.5 juta itu adalah Yahudi dan 20% adalah Arab. Bahasa Resminya adalah bahasa Ibrani (Hebrew) dan Arab, jadi mereka adalah bilingual.

Orang Yahudi yang adalah manusia minoritas itu sangat piawai menguasai dunia. Mereka adalah pencipta semua ideology dunia. Tapi mengapa sepanjang sejarah mereka selalu dikatakan sebagai korbanlah, tidak bertanah airlah dan lain sebagainya, seolah mereka minta dikasihani terus. Sekarang kalau ada yang menggugat mereka soal tindakan kekerasan terhadap Palestina, mereka segera mengungkit perbuatan Hitler terhadap mereka dan semua bangsa Barat jadi malu.

Saya adalah orang yang tidak percaya bahwa Yahudi itu anak Tuhan. Mereka hanya mengaku aku saja agar disembah manusia bodoh yang mereka sebut goyim. Saya tidak merasa terlunta lunta meskipun bangsa saya sudah pergi dari negerinya 5000 tahun lalu. Saya juga tak dapat meng
halangi orang Yahudi untuk tingal dan menjadi warga manapun. Karena sudah terlanjur terjadi, pengakuan PBB yang juga mereka yang bikin dan kita akui saja bagai kerbau dicucuk hidungnya. Maka sekarang kita harus mengontrolnya dengan baik. Adapun mengenai Palestina itu, pertama tama kita harus lihat sebagai Negara Jajahan dan koloni Israil.

Sebelum penyerbuan pasukan Israil itu terjadi pengawas pelabuhan Ashdot telah memberitahukan bahwa kapal hendaknya dibawa masuk ke Ashdot karena Gaza dalam keadaan diblokade Israil. Bantuan kemanusian akan diserahkan sesuai prosedur yang berlaku kepada pihak yang berhak menerimanya dan kapal harus kembali ke asalnya. Nakhoda kapal menjawab: Negatif, negatif kami sedang menuju Gaza. Itulah percakapan yang tersiar di Youtube. Jadi sudah terang dan jelas bahwa Israil adalah penjajah yang memblokir Gaza. Dahulu pernah ada kapal Portugal bernama Lusitania Expresso mendekati Timor dan diusir angkatan laut Indonesia. Kalau kapal itu nekad pasti terjadi juga penyerangan kepada para relawan yang ada didalamnya. Indonesia menjajah Timor Timur dan memblokadenya. Kalau kita mau membantu Palestina kita harus mulai mengurai benang kusut pertama dengan memerdekakan Palestina dari penjajahan Israil.

Ummat Islam di dunia ini sudah mencapai 1.2 miliar orang yang mencakup 22% penduduk dunia. Sedang orang Yahudi diduni hanya sekitar 14 juta orang dan 41 % tinggal di Israil. Mengapa ummat Islam tidak berkutik menghadapi kelompok yang sangat kecil ini?. Mereka kecil tapi kuat karena pintar dan bekerja keras serta militant. Bayangkan 3000 tahun mereka terus minta dikasihani karena terlunta lunta dan 3000 tahun pula mereka minta disembah sebagai anak Tuhan. Mereka membikin kapitalisme, komunisme, imprialisme, kolonialisme, liberalisme, pluralisme, globalisme untuk orang lain tapi mereka tetap Yahudi yang memetik keuntungan dari segala system dan ideology manapun. Sebaliknya ummat Islam semuanya meributkan surga dan neraka, sibuk berkelahi dengan sesamanya dan jama’ah yang pernah kuat dan besar sudah pecah sampai tinggal kelompok kecil ekstrim yang mengebom siapapun. Mau melawan Yahudi?. Nanti dulu, peta dunia saja tidak mengerti, sampai pulau dan wilayah sendiri dikebiri orang lain.

Ummat Islam sebagai pemegang amanat terakhir yaitu Rahmatan lil alamin, sudah hafal watak bangsa Yahudi, tapi dasar bodoh dipelihara maka kita cukup jadi goyim bagi mereka. 50% ekspor impor Indonesia dikontrol Israil. Memang tidak ada hubungan diplomatik tapi bisnis jalan dan turis Yahudi banyak yang datang berkunjung. Jangan jangan kelak mereka megakui juga bahwa mereka berhak atas tanah nusantara sebagai atlantis yang hilang. Mereka kan punya sertifikat tanah kulit onta berumur 3000 tahun sedang kita hanya punya sertifikat dari Dinas Agraria paling kuno dari jajahan Belanda. Itupun yang teken sertifikat juga Yahudi Belanda.

Kalau mau mengalahkan Israil, tiru caranya mengalahkan semua bangsa. Minta dikasihani dan suruh mereka menyembah kita. Masalahnya apakah kita sudah sepiawai Yahudi dan seberani mereka dalam mengaku anak Tuhan?. Apakah kita sudah siap menghapuskan peran PBB dan mengkadali AS dan sekutunya?. Apa modal kita untuk bisa meloby bule bule itu?. Mari kita periksa dulu apakah wajah kita, tangan dan kaki kita sudah satu arah ketika berjalan ke depan?. Mungkin kita telah lama berjalan mundur namun menganggap sedang maju jalan.

Wallahualambissawab

Demikian dan maaf
Yang ikhlas
Hazairin R. JUNEP

2 Comments

  1. Guest says:

    ingan lekra

  2. ingan lekra says:

    nice…
    menginsfirasikan skali bung..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *