Teknologi Reverse Osmosis (osmosis balik) sebagai Penyedia Kebutuhan Air BIL, KWE dan masyarakat sekitarnya

Feedback DESAIN Sasak.Org
December 19, 2008
Puteri Nyale….
December 20, 2008

Teknologi Reverse Osmosis (osmosis balik) sebagai Penyedia Kebutuhan Air BIL, KWE dan masyarakat sekitarnya

Teknologi Reverse Osmosis (osmosis balik) sebagai Penyedia Kebutuhan Air BIL, KWE dan masyarakat sekitarnya

Oleh: M Roil Bilad

Beberapa hari yang lalu diberitakan di sasak.org mengenai demonstrasi masyarakat yang menolak ganti rugi lahannya yang akan dipergunakan sebagai saluran irigasi Bandara Internasional Lombok (BIL) dan Kawasan Wisata Emaar (KWE).  Penulis sangat kaget mendengar program pemerintah untuk menggunakan mata air sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air untuk BIL atau KWE. Sementara kebutuhan domestik masyarakat saja belum mampu terpenuhi dengan cadangan yang ada. Karena perusakan hutan sebagai daerah resapan maka trend menunjukkan bahwa debit mata air terus menerus turun dari tahun ke tahun. Sementara jumlah populasi akan semakin meningkat yang mengakibatkan kebutuhan air untuk domestik juga akan semakin meningkat. Bayangkan saja sepuluh atau duapuluh tahun mendatang defisit ketersediaan air akan sangat besar.

Selain itu, kualitasnya air yang disediakan oleh PDAM juga sangat memprihatinkan. Dimusim kemarau air PDAM jernih namun dimusim hujan menjadi coklat seperti air bendungan. Ini menunjukkan tidak adanya quality control dan teknologi pengolahan yang memadai. Bayangan kalau nanti di hotel-hotel berbintang itu mengalami hal yang sama, apa kata dunia!! Mungkin mudah bagi PDAM untuk membungkam protes dari masyarakat dengan kualitas buruk air minum namun akan sangat berbeda dengan ketika konsumennya adalah industri seperti KWE. Memalukan!!

Sungguh aneh bin ajaib ketika pemerintah daerah kabupaten lombok tengah juga menggunakan sumber mata air untuk pemenuhan kebutuhan BIL dan KWE. Dalam jangka panjang, penggunaan sumber mata air juga bukan pilihan yang tepat. Seiring dengan kelak berkembangnya KWE maka kebutuhan utilitas (air, listrik) juga akan semakin tinggi. Selain itu kebutuhan air bersih untuk domestik juga akan semakin besar seiring meningkatnya populasi masyarakat. Saat ini saja jaringan air PDAM belum mampu menyediakan air untuk seluruh masyarakat terutama yang dipelosok. Masih banyak yang menggunakan sumur sebagai sumber air sehari-hari.

Sementara kecenderungan debit mata air semakin menurun sehingga dalam waktu singkat akan tercapai titik dimana sumber mata air tidak akan mampu mensuplai kebutuhan domestik/masyarakatm BIL dan KWE. Belum lagi jika kita menghitung pengeringan air sumur karena berkurangnya kawasan peresapan sehingga menyebabkan masyarakat pengguna sumur ini akan beralih ke suplai air PDAM.

Untuk menjamin kelangsungan operasionalnya KWE sudah pasti akan membuat kontrak penggunaan sumber mata air. Saya tidak sampai hati ketika membayangkan kelak seluruh sumber mata air telah dikavling oleh Emaar dengan kontrak bisnis, sementara masyarakat kita harus menggunakan sumber air sisa. Inilah potret penjajahan baru kapitalisme yang sebentar lagi akan memberangus hak-hak inherent masyarakat lombok terhadap sumber air.

Ketika penulis pertama kali mendengar proyek BIL dan KWE, penulis berpikir bahwa pemerintah akan membuat instalasi generator listrik baru, khusus untuk pemenuhan kebutuhan BIL dan KWE. Mengingat generator listrik yang tersedia sekarang merupakan hil yang mustahal. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saja tidak cukup. Bayangkan saja bagaimana kacaunya jika terjadi pemadaman listrik di bandar udara atau di hotel berbintang Emaar.

Idealnya, untuk memenuhi kebutuhan listrik dan air, BIL dan KWE harus membuat generator listrik mandiri. Generator listrk tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan listrik BIL dan KWE, masyarakat sekitarnya serta digunakan untuk sumber energi untuk reverse osmosis., mengkonversi air laut menjadi air tawar. Jangan sampai lagi-lagi berkompetisi dengan rakyat yang pada akhirnya juga masyarakatlah yang akan menjadi korban. Duh penjajahan lagi deh…. Capeee Deeh.

Teknologi reverse osmosis merupakan teknologi yang sudah sangat umum digunakan untuk pemenuhan defisit air, dengan air hasil saringan dengan kualitas excellent,  jauh diatas kualitas PDAM saat ini. Namun demikian, untuk pengoperasiannya teknologi ini membutuhkan energi yang relatif cukup tinggi karena harus dioperasikan pada tekanan tinggi, >70 bar. Untuk itu diperlukan suplai energy listrik yang besar. Jika dibuat dengan kapasitas kecil maka ongkos produksi menjadi mahal. Namun demikian kebutuhan BIL dan KWE tidak kecil sehingga tentu saja akan dibuat dengan skala besar sehingga ongkos produksi per satuan volume menjadi sangat kecil. Jika tknologi reverse osmosis ini dibuat maka tidak hanya akan cukup untuk pemenuhan kebutuhan BIL dan KWE namun juga untuk kebutuhan masyarakat sekitar sehingga berdampak baik bagi lingkungan sekitar. Semakin tinggi kapasitas, harga menjadi jauh lebih murah sehingga akan mampu bersaing dengan harga PDAM yang berlaku saat ini.

Teknologi reverse osmosis juga merupakan teknologi modular. Artinya, kapasitas bisa diperbesar dengan mudah tanpa harus merombak keseluruhan sistem, jika suatu saat kebutuhan meningkat.  Teknologi ini juga sudah sangat populer dengan jumlah suplayer yang sangat banyak sehingga harga menjadi bersaing. Saya sangat yakin, jika perusahan properti sekelas Emaar tentu saja juga sudah mafhum dengan esensi teknologi ini.

Wallahu A’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *