TENAGA HONDA LOMBOK BARAT DALAM LINGKARAN SETAN

MENUNGGU PEMUDA HARAPAN UNTUK MEMIMPIN TANAH TASTURA
March 15, 2009
Meninjau Kembali Pendekatan Penyuluhan Pertanian Kita
March 25, 2009

TENAGA HONDA LOMBOK BARAT DALAM LINGKARAN SETAN

TENAGA HONDA LOMBOK BARAT DALAM LINGKARAN SETAN
Oleh H.Musa Shofiandy

[Sasak.Org] Di akhir tulisan kami yang berjudul “ Memahami Lila Liku Keberadaan Tenaga Honda Lombok Barat” penulis sampaikan bahwa dalam tulisan ini, kita berpijak pada pernyataan Kabag Humas Lombok Barat, bahwa ke 642 orang tenaga honorer yang ada di Kabupaten Lombok Barat adalah tenaga honorer Ilegal, karena pengangkatannya bertentangan dengan PP No. 48/2005. Dan merujuk pada pernyataan yang sama yang dimuat dalam Koran Berita hari Kamis tanggal 19 Februari 2009, yang menyatakan bahwa semua tenaga honorer itu diangkat sejak tahun 2006 sampai tahun 2009.

Ketika awal merebaknya permasalahan tenaga honorer ini, satu pemikiran yang ada dalam hati penulis adalah bahwa Plt Bupati Lombok Barat (HM Izzul Islam) ingin mengakhiri kepemimpinannya di Gumi Patut Patuh Patju ini dengan baik, dengan membuat suatu gebrakan baru setelah berhasil mengangkat masalah “tukar guling” Kantor Bupati Lobar yang terletak di Jl.Sriwijaya Mataram” dengan mengangkat permasalahan “Tenaga Honorer Ilegal”

Setalah agak lama merenung, muncul berbagai pertanyaan dalam benak penulis terkait masalah tenaga honorer di Lombok Barat tersebut, antara lain : Ada apa dibalik gebrakan mempermasalahkan tenaga honorer di kala umur masa bhakti HM Izul Islam, tinggal dua bulan lagi (ketika itu) dan sekarang hanya tinggal kurang lebih sebulan. Kenapa setelah dikeluarkannya PP No.48/2005 Bapak HM.Izul Islam tidak segera wanti-wanti agar tidak lagi ada pengangkatan tenaga honorer baru, misalnya dengan mengingatkan Bupati (Drs.H.Iskandar), Sekretaris Daerah dan atau para Kepala SKPD agar tidak lagi melakukan rekrutmen tenaga honorer baru, dan atau dengan memberikan penegasan kepada Inspektorat Kabupaten Lombok Barat, agar terus melakukan pemantauan dan pengawasan kepada semua SKPD agar tidak melakukan pengangkatan honorer ? Walaupun waktu itu beliau (HM.Izul Islam), kedudukannya hanya sebagai Wakil Bupati yang tidak memiliki kewenangan penuh untuk, itu, tapi tidak ada salahnya untuk melakukan tindakan seperti yang disebutkan di atas.

Pertanyaan lain, Kenapa pula selama 3 (tiga) tahun, sejak tahun 2006 s/d 2008, Inspektorat tidak mengangkat permasalahan ini ? apakah selama tiga tahun itu Inspektorat Kabupaten Lombok Barat, tidak melakukan tugasnya sebagai Badan Pengawas Pemerintah Daerah ? atau, pengawasan terus dilakukan tapi, masalah keberadaan tenaga honorer di masing-masing SKPD tidak berani di utak atik, karena menyangkut kebijakan Bupati, Sekda dan beberapa Kepala SKPD, yang kalau hal itu akan diangkat/ dipermasalahkan, Kepala Inspektorat, takut kehilangan jabatannya ? Kenapa pula pada akhirnya Bapak Sekda Lobar (Drs.H.Lalu Serinata) pada akhirnya beliau mengatakan bahwa beliau “dipaksa menandatangan SK” padahal kedudukan beliau selaku Sekretaris Daerah yang juga sekaligus sebagai Ketua Baperjakat seharusnya memberikan contoh tauladan untuk tidak melakukan penyimpangan dengan melanggar PP No. 48/2005, kenapa mau dipaksa ? dan berbagai tanda tanya lainnya yang berakhir dengan ungkapan “ Akankah HM.Izzul Islam (Plt.Bupati Lobar) dapat menuntaskan permasalahan honorer Ilegal di Kabupaten Lobar dalam masa akhir jabatannya ? Untuk pertanyaan terakhir ini, langsung saja penulis berikan komentar dan analisis bahwa “ HM.Izzul Islam tidak akan dapat menuntaskan kasus ini sampai betul2 tidak menjadi masalah lagi”

Kenapa.. ? Mari kita coba analisi dari berbagai segi dan kepentingan.
1. Masa bhakti HM Izzul Islam selaku Plt Bupati Lombok Barat, akan berakhir pada tanggal 23 April 2009 mendatang, berarti kesempatan untuk menuntaskan kasus tenaga Ilegal ini sangat singkat ;

2. Pada awalnya HM Izzul Islam, memiliki niat yang amat bagus yakni ingin mengakhiri masa tugasnya selaku Plt. Bupati Lombok Barat denga baik dengan menuntaskan berbagai kasus yang melanda Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, tetapi ingat, berbagai halangan dan tantangan bermunculan di tengah perjalanan mengaktualisasikan niat ikhlas tersebut, antara lain ; HM.Izul Islam adalah Calon Anggota DPR dari PPP. Untuk dapat terpilih lagi menjadi anggota DPR dalam Pemilu Legislatif yang menerapkan suara terbanyak ini, maka beliau harus mendapat dukungan dan simpati dari masyarakat luas agar masyarakat memberikan contengan pada nama atau nomor urut HM.Izzul Islam dalam Pemilu yang akan digelar tanggal 9 April mendatang. Kalau saja beliau akan mengambil tindakan tegas sebelum tanggal 9 April 2009, dengan menertbitkan Surat Keputusan Bupati yang membatalkan pengangkatan honorer tersebut, bahaya……. simpati dan dukungan dari masyarakat akan berubah total, minimal 2 (dua) kali jumlah tenaga honorer yakni 2×642 orang = 1.284 orang, ditambah dengan kerabat kerja para tenaga honorer, tidak akan memilih HM.Izul Islam.

Dengan pemberhentian tenaga honorer tersebut, tentunya akan berakibat hukum bagi para pejabat yang terlibat dalam pengangkatan tenaga honorer itu. Bagaimana tidak, dengan menerbitkan surat pengangkatan honorer yang nyata-nyata menyalahi ketentuan dalam PP no. 48/2005, berarti mereka juga telah melanggar PP. No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri, khususnya pasal 2 dan pasal 3, yang mengatur tentang kewajiban dan larangan bagi setiap Pegawai Negeri Sipil, sebagaimana disebutkan dalam pasal 4 dan pasal 5 PP No. 30/1980, yang berbunyi :

Pasal 4 : “Setiap ucapan,tulisan atau perbuatan Pegawai Negeri Sipil yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3, adalah pelanggaran disiplin.
Pasal 5 : “Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan perundang undangan pidana, Pegawai negeri Sipil yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin oleh pejabat yang berwenang menghukum”.

Dengan ketentuan ini, maka semua Pejabat yang terlibat, (Bupati, Sekda, Kepala SKPD yang telah menerbitkan surat pengangkatan tenaga honorer) mau tidak mau, suka tidak suka, akan dan harus mendapatkan hukuman disiplin. Dan tidak itu saja, anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat yang terlibatpun akan kena getahnya.

Para tenaga honorer beserta keluarganya tidak akan tinggal diam, ketika ia menerima surat pemecatan dari Plt. Bupati HM.Izul Islam, mereka semua akan melakukan tindakan dan upaya-upaya lain seperti, upaya hukum, melakukan unjuk rasa dan berbagai tindakan lain yang mengekpresikan ketidak puasan mereka menerima pemecatan (PHK). Keadaan pun akan semakin parah, kalau kesempatan itu dimanfaatkan oleh LSM untuk mencari keuntungan. Akankah HM.Izul Islam, akan mengorbankan masa depannya (menjadi anggota DPR RI) dengan hanya menerbitkan surat pemecatan terhadap 642 tenaga honorer tersebut ?

Satu-satunya cara yang akan dilakukan oleh HM.Izul Islam agar tidak mengganggu pencalonannya sebagai anggota DPR RI dalam Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2009 yang akan datang adalah, dengan menerbitkan Surat Keputusan Pembatalan Pengangkatan 642 Tenaga Honorer Kabupaten Lombok Barat setelah tanggal 9 April 2009 (setelah Pemilu Legislatif berlangsung), karena setelah tanggal itu, HM.Izul Islam sudah dapat mengetahui apakah ia terpilih atau tidak menjadi anggota DPR RI. Jelasnya, tindakan untuk menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian 642 tenaga honorer tersebut tidak akan berpengaruh terhadap pencalonannya sebagai anggota DPR-RI. (Inilah yang mesti dilakukan oleh HM.Izul Islam, walaupun dengan adanya surat pemecatan terhadap 642 tenaga honorer yang dikeluarkan oleh HM.Izul Islam, tidak akan dapat menuntaskan masalah, tapi minimal beliau telah berbuat, dan menindak lanjuti gebrakan awalnya yang terlambat yakni mengusut kasus pengangkatan tenaga honorer Ilegal di Kabupaten Lombok Barat. Kalau saja sampai akhir masa jabatannya, HM.Izul Islam tidak mengeluarkan SK Pemecatan terhadap 642 tenaga ho
norer tersebut, berarti HM.Izul Islam hanya melakukan gertak sambel, dan atau bisa saja “ada sesuatu dibalik sesuatu”).

3. Sebagaimana yang telah diberitakan dalam beberapa surat kabar harian bahwa salah seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, yang telah mengaku terus terang telah menerbitkan Surat Keputusan Pengangkatan Tenaga Honorer tersebut adalah Baiq.Eva., yang nota bene sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah, yang menangani masalah-masalah kepegawaian termasuk tenaga honorer. Akankah B.Eva (Kepala Badan Kepegawaian Daerah) Lombok Barat akan mau segera memproses tuntas kasus tenaga honorer tersebut, sementara dia sendiri ikut terlibat dalam deretan pejabat yang nyata-nyata telah melanggar ketentuan dalam PP No.48/2005 dan PP.No.30/1980, yang berarti bahwa kalau kasus ini diproses terus sampai jalur hukum, maka dia sendiri (B.Eva) akan dan harus menerima hukuman disiplin. Adakah seorang pejabat di negara kita ini yang mau mengorbankan dirinya, walau mereka telah terbukti bersalah ?

4. Sebagaimana di alansir juga dalam beberapa media massa, bahwa disinyalir ada keterlibatan anggota DPRD Lombok Barat dalam pengangkatan tenaga honorer Ilegal tersebut. Nah, kalau ini betul (dan kemungkinan betul), maka anggota DPRD Lombok Barat, terutama yang terlibat dalam kasus pengangkatan tenaga honorer Ilegal ini, akan melakukan berbagai upaya dan tindakan yang dapat merugikan pemerintah dan daerah, misalnya saja jika ekskutif memerlukan adanya persetujuan DPRD terhadap satu masalah, maka bisa saja anggota DPRD tersebut mencari-cari alasan untuk tidak memenuhi permintaan ekskutif dimaksud.


5. Terlibatnya
banyak pejabat dalam kasus ini, mulai dari Bupati Lombok Barat non akti ( Drs.H.Iskandar), Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat (Drs.H.Lalu Serinata) , beberapa Kepala SKPD, dan anggota DPRD Lobar.
Kalau saja HM.Izul Islam selaku Plt.Bupati Lombok Barat akan mengeluarkan SK Pemecatan terhadap ke 642 tenaga honorer tersebut, kemudian akan berlanjut kepada proses hukum, akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap diri HM.Izul Islam di akhir masa jabatannya, antara lain, meninggalkan pekerjaan yang amat berat bagi Bupati Lombok Barat terpilih (DR.H.Zaini Arony, M.Pd. dan H.Mahrif,SE,MM). Hal ini amat kurang baik, seolah-olah HM.Izul Islam tidak mampu menyelesaikan masalah.

6. Berangkat dari pemikiran di ataslah, maka kenapa penulis memberikan judul tulisan ini “Tenaga Honda Lombok Barat Dalam Lingkaran Setan” ? Karena semua pejabat baik Ekskutif maupun Legislatif yang terlibat dalam pengangkatan tenaga honorer Ilegal tersebut, semuanya telah melakukan tindakan atas dasar bisikan dan hasutan setan iblis, beliau-beliau ini telah terjerat perangkap setan iblis yang sungguh sangat tidak kita inginkan, karena iblis dan syetan adalah musuh bebuyutan manusia sampai akhir zaman, yang selalu dan selalu berupaya untuk menjerumuskan manusia ke jurang kekafiran.
Bagaimana rupa dan bentuk dari jerat dan perangkap setan itu ?

a. Pertama, Iblis membisikkan kepada anda dan menyampaikan beberapa hasutannya; bahwa Allah justru mencintai anda dengan bukti telah memilih dan mengangkat anda menjadi pemimpin-pemimpin rakyat yang disegani dan dipuja-puja. Sementarta orang-orang lain yang mengaku bertaqwa dijasikan Allah sebagai pengkritik yang akan memusuhi kepada anda. Inilah bisikan dan hasutan berupa perangkap syetan kepada manusia, terutama kepada para pemimpin rakyat.

b. Perangkat Kedua, Iblis akan berkata di dalam hati anda, “Kekuasaan itu memerlukan popularitas dan kemasyhuran. Karena itu sebagai pemimpin dan penguasa, anda harus berani bersikap egois, mempunyai kebanggaan dan mampu membanggakan diri, harus mampu menunjukkan kebesaran dan kesombongan, sehingga kewibawaanmu tidak dilecehkan. Kalau perlu, jangan hiaraukan kritikan dan fatwa para ulama, karena mereka hanya memikirkan urusan akherat, Sedangkan anda berkewajiban menjadi khalifah-Nya dan memakmurkan dunia. Urusan akherat sungguh sangat berbeda permasalahannya dan harus dipisahkan dengan urusan dunia. Jangan dengarkan pengkritik dan masukan dari rivalmu, karena mereka iri dan hanya akan mengganggu urusan kepemimpinanmu. Inilah perangkap iblis yang akan membawa anda kehancuran anda sendiri dan kehancuran Bangsa dan Negara.

c. Ketiga, Iblis akan menghembuskan bisikan kepada anda perasaan takut dan khawatir terhadap musuh dan rival-rival anda. Sehingga Iblis akan memerintahkan kepada anda untuk memperkuat dan mempertahankan kedudukan anda dengan berbagai macam cara, dengan mengangkat dan mengupah orang-orang penjilat yang setia kepada anda, agar mereka bersedia membentengi anda agar apa yang ada di genggaman tangan dan berada dalam kekuasaan anda tidak lepas atau dijarah rival dan pesaing anda. Anda akan berkonsentrasi dan disibukkan dengan bsisikan dan urusan ini dari waktu ke waktu, sehingga anda akan mepulakan tugas-tugas dan janji-janji anda kepada rakyat anda.

d. Keempat, Iblis akan membujuk dan membisikkan kepada anda untuk bertindak menurut pikiran dan hawa nafsu anda, dan menurut nasehat-nasehat orang-orang penjilat disekitar anda. Iblis akan berkata dalam hati anda, bukankah mereka adalah orang-orang yang ahli dibidangnya, dan telah anda angkat untuk menjadi pembantu-pembantu anda. Anda tidak perlu menuruti dan mempertimbangkan hukum dan ketentuan yang ditetapkan Allah, karena yang anda harus lakukan adlah kebijakan untuk urusan dunia dan mengurus negara. Semuanya itu bukanlah urusan Tuha. Ketentuan syariat dan hukum dari Allah hanya akan menghambat pemerintahan dan pembangunan serta akan menimbulkan perpecahan.

e. Kelima, Iblis membisikkan dan membujuk kepada anda untuk mengumpulkan dan menumpuk-numpuk harta kemewahan dunia, Dalam setiap kebijakan, dalam setiap persetujuan apapun termasuk proposal proyek dan lainnya dan dalam setiap penanda-tanganan persetujuan kegiatan, Iblis akan berkata dalam hati anda, “sudah seharusnya anda mendapatkan pemasukan uang tambahan sebagai bagian dari homor dan komisinya. Karena dengan harta itu anda akan dapat mempertahankan kekuasaan anda, dapat memperbanyak jamaah pengikut dan pendukung setia anda, dapat berbuat baik kepada masyarakat anda, dapat meningkatkan popularitas dan kemasyhuran anda, dapat memperkuat serajat dan kehormatan anda”. Demikianlah bisikan perangkap syetan yang kelima.

f. Keenam, Setelah kemasyhuran, populartis, kewibawaan, kharisma dan kedudukan anda semakin kuat, Iblis akan berkata “sebagai pemimpin, apapun yang anda instruksikan akan diperhatikan dan ditaati oleh para pejabat pembantu anda. Bahkan rakyatpun akan bertoleransi dan menghargai kepemimpinan anda, karena mereka menggantungkan nasibnya kepada anda”. Saat seperti itu, Iblis akan terus membisikkan bujukan kepada anda untuk bersikap angkuh, membanggakan diri dan berlaku sombong, bahkan untuk berani bersikap diktator, berani bertindak seolah-olah seperti seorang Nabi dan Rasul yang layak datakuti dan ditaati, yang terbebas dari segala cela dan kesalahan diri, sehingga anda benar-benar merasa merdeka, bebas melakukan apa saja, bebas memperjuyal belikan hukum dan keadilan kepada siapa saja yang menjadi pendukung setia anda, dan bebas menghakimi orang-orang yang menjadi rival dan pesaing anda, toh rakyat dan pembela-pembela setia anda akan selalu menyetujui tindakan dan keputusan anda” Inilah perangkap Iblis kepada para pemimpin dan penguasa.

g. Perangkap terakhir dari Iblis adlah : Iblis akan menyesatkab anda dan menjadikan anda rekan setianya ketika anda harus mempertanggung jawabkan segala aspek kepemimpinan dan kekuasaan anda, ketika ruh anda telah mendekati akhiur usia anda di dunia, Iblis akan mendatangi anda di saat sakratul maut itu tiba, dengan mengatakan, “Jika selama ini engkau telah tunduk kepadaku dan berani kufur terhadap Allah yang telah menciptakanmu, yang telah memberikan kedudukan kepadamu yang telah menjamin rezkinya untukmu, maka jika engkau ingin selamat dan tetap mendapat kebaikan dari-Nya tetaplah e
ngkau percaya dan tunduk kepadaku”. Inilah puncak perangkap syetan yang terakhir kepada anda dan ia akan meninggalkan anda dengan senyum kemenangan, karena berhasil memperdaya anda untuk durhaka kepada Tuhan Yang maha Esa, sementara anda akan mendapatkan kehinaan dan azab Allah di neraka, sebagaiman firman-Nya dalam QS.Al-Hasyr (59):16-17 yang artinya : “(Bujukan itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia;”Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata:”Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam”. Maka kesudahan keduanya adalah,bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) kedalam neraka, mereka kekal didalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim”

Inilah perangkat jerat Syetan yang telah merasuk rusak hati sebagian besar pemimpin kita di negeri ini termasuk beberapa pemimpin di Birokrasi Pemerintahan Lombok Barat terutama dalam keterkaitannya dengan masalah tenaga honorer di Kabupaten Lombok Barat, karena itu kita sangat pesimis Plt. Bupati Lombok Barat, HM.Izul Islam akan dapat menyelesaikan permasalahan ini dalam sisa waktu masa kepemimpinannya yang tinggal menghitung hari, dan mau tidak mau permasalahan ini akan menjadi pekerjaan awal yang harus diselesaikan oleh Bupati/Wakil Bupati Terpilih Lombok Barat, Bapak Dr.H.Zaini Arony,M.Pd. dan H.Mahrip, SE,MM. (ZAM-ZAM). Kita optimis kedua beliau ini akan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan arif dan bijaksana dan sesuai proses hukum yang ada dan berlaku, karena kedua pemimpin Lombok Barat tersebut tidak memiliki beban moral dan beban mental yang akan mempengaruhi kebijakan dan keputusan yang akan diambil. Semua pejabat Birokrasi yang terlibat dalam pengangkatan tenaga honorer Ilegal itu, tidak ada satupun yang pernah terlibat dalam mensukseskan beliau menjadi Bupati/Wakil Bupati Lombok Barat keyika berlaga dalam Pilkada lalu. Karena itu kedua beliau bebas untuk menentukan sikap. Sementara dari Legislatif (DPRD) Lobar, nantinya setelah September 2009, para anggota DPRD Lombok Barat adalah merupakan anggota Legislatif baru hasil Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2009.

Jadi… kita harus bersabar dan bersabar, menunggu kehadiran kedua Pemimpin Lombok Barat, semoga kedua beliau, bagakan air Zam-Zam yang bermanfaat untuk semua kepentinga. Amien…..

Akhirul Kalam, semoga tulisan ini dapat dijadikan pencerahan bathin kita untuk bisa berkata, berbuat dan bertindak lebih arif, dan bijaksana dalam menyikapi berbagai permasalahan yang kita jumpai, serta semoga penyelesaian 642 orang tenaga honorer di Kabupaten Lombok Barat, dapat terlepas dari jeratan para pejabat yang telah terperangkap dalam bujuk hasut Iblis……………………………………………….

Gumi Sasak, 15 Maret 2009,

Penulis adalah
Pemerhati masalah Sosial Kemasyarakatan.
Nusa Nenggara Barat,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *